MODUS ACEH EDISI 5 -
11 NOVEMBER 2012

 
Basyaruddin (Abu
Sara) 
 
ITU WALI NANGGROE PA! 
 
BASYARUDDIN atau akrab 
disapa Abu Sara, mengaku paham betul tujuan  dibentuknya Lembaga Wali Nanggroe 
(WN) saat
ini. Maklum, mantan Wakil Ketua Majelis Ulama Nanggroe Aceh  (MUNA) Wilayah 
Aceh Besar ini, merupakan
mantan anggota Gerakan 
Aceh Merdeka (GAM) di bawah pimpinan Tgk Daud Paneuk. 
 
Menurut Abu Sara, Lembaga Wali Nanggroe yang dimaksudkan
dalam perjuangan GAM dahulu adalah Wali Negara, bukan Wali Nanggroe. Itu
sebabnya, Abu Sara menduga pembentukan Lembaga Wali Nanggroe bukan untuk
kepentingan masyarakat, namun 
muaranya lebih pada kepentingan Partai Aceh (PA) di masa
datang. Selain itu, Lembaga Wali Nanggroe yang ada saat ini, bertujuan untuk
bagi-bagi kekuasaan. 
 
Nah, apa saja kata mantan anggota DPR Kota Banda Aceh yang
telah diberhentikan PA tersebut? 
 
Berikut wawancara Juli Saidi dari MODUS Aceh, di Banda Aceh,
beberapa waktu lalu. 
 
 
Sebagai mantan GAM,
apa pendapat Anda soal Lembaga Wali Nanggroe 
yang kini sedang
dibahas di DPRA? 
 
Dalam istilah perjuangan GAM, sebenarnya tidak ada Wali
Nanggroe, yang ada Wali Negara. 
 
Dalam UUPA ada
disebut sebagai pimpinan lembaga adat? 
 
Ya, tapi sebenarnya Wali Nanggroe itu harus terpisah dari
PA, kalau saya amati Lembaga Wali Nanggroe itu tidak terpisah dengan PA. 
 
Alasan Anda? 
 
Karena Pemangku Wali Nanggroe itu milik seluruh rakyat Aceh.
Tak ada perbedaan suku, bahasa dan agama. 
 
Faktanya? 
 
Ya, Pemangku Wali Nanggroe yang diusulkan PA yaitu Malik
Mahmud. 
 
Bukankah sudah tepat? 
 
Bagi PA benar, tapi belum tentu bagi rakyat Aceh.
 
Alasan Anda? 
 
Coba lakukan jejak pendapat, apakah rakyat Aceh sudah sangat
membutuhkan  adanya sosok Wali Nanggroe? 
 
Kedua,
apakah figur Malek Mahmud sudah pantas? 
 
Kenapa? 
 
Karena PA memposisikan Malek Mahmud hanya tokoh sentral di
PA, bukan rakyat Aceh. 
 
Buktinya? 
 
Malek Mahmud ikut mengkampanyekan partai tertentu. Nama dan
fotofotonya hanya di partai tertentu. Pertanyaanya adalah, Wali Nanggroe Aceh
atau hanya milik Partai Aceh? Sebenarnya dia hanya Wali Nanggroe PA, bukan Wali
Nanggroe rakyat Aceh. 
 
Bukankah melalui
Fraksi PA di DPRA sudah memutuskan itu? 
 
Tentu, secara legitimasi politik parlemen benar. Tapi,
legitimasi rakyat secara umum, apa sudah setuju? Buktinya, di DPRA masih ada
fraksi yang mempertanyakan banyak hal. Misalnya, soal kemampuan baca qur’an
dengan fasih dan mampu menjadi khatib shalat Jumat. Termasuk, mahir berbahasa
Aceh. Bahasa Aceh itu banyak, ada Gayo, Aneuk Jame, 
Alas, Melayu Tamiang atau pesisir. Nah, mana yang akan
digunakan? 
 
Menurut Anda apa
tujuan dibentuk Lembaga WN? 
 
Sebenarnya untuk membesarkan Partai Aceh saja. PA tidak mau
kemenangan yang diperoleh saat ini suatu saat kalah dan mereka (pimpinan PA---
red) tidak mau orang-orang yang sudah 
berkuasa kehilangan kekuasaan. 
 
Itu saja? 
 
Kalau ingin membalas jasa, jangan gunakan uang rakyat-lah.
Apalagi kata Abdullah Saleh, ulama MUNA merupakan pendukung perjuangan GAM masa
lalu. Sebenarnya dalam MUNA PA itu banyak tengku-tengku muda. Yang terlibat
dalam MUNA PA itu, dulunya pakai 
celana jeans juga tapi sekarang sudah pakai kain sarung. 
 
Maksud Anda? 
 
MUNA yang akan diformalitaskan menjadi perangkat Wali
Nanggroe. Siapa 
yang melahirkan, siapa yang memprogramkan, siapa yang
merekrut? Itu sebenarnya yang perlu kita pertanyakan. Jadi, siapa aktor dan
sutradaranya? Masyarakat sudah bisa menilai. Makanya, setelah GAM dibubarkan
oleh Malik Mahmud Cs, Lembaga Wali Nanggroe itu 
hanya institusi yang disyarakatkan dalam MoU Helsinki.
Padahal, itu merupakan sebuah elemen GAM. Perjanjian antara institusi dengan
intitusi adalah GAM, itu disebut dalam perdamaian dan kemudian dileburkan.
Sebenarnya, lahan medan perjuangan mantan GAM dulu. Tapi bagi saya tidak ada
istilah mantan, GAM tidak pernah bubar, yang bubar TNA.
 
Kenapa? 
 
Karena perdamaian antara RI dengan GAM belum selesai, para
pihak tidak bisa dileburkan. 
 
Kemudian? 
 
Bila GAM itu dibubarkan, PA menjadi institusi bagi
mantan-mantan GAM. PA itu hanya simbolik saja yaitu sebuah partai politik yang
legal. Sebenarnya mereka mau menjadikan sebuah institusi saja. Apakah itu MUNA
atau Lembaga Wali Nanggroe, semua itu elemen yang berdiri di bawah institusi
PA. 
 
Menurut Anda apakah
semua itu merupakan bentuk dari pemerintah bayangan?
 
Ya, rencana Pansus DPRA membentuk MUNA dalam Lembaga Wali
Nanggroe, sama seperti Walikota Lhokseumawe Suady Yahya membentuk tim
pendamping gampong. Makanya, sudah menjadi dualisme dan sangat bahaya. 
 
Wawancara media ini
dengan Abdullah Saleh mengaku, MUNA dalam Lembaga 
WN bukan MUNA di PA? 
 
Ha...ha....ha. Abdullah Saleh itu bukan kader PA. Dia kader
PPP yang loncat ke PA. Dia datang sebagai pejuang kesiangan. Saya baca,
bahasanya di media seakan-akan pejuang PA, walau pun dia sekolah hukum, dia
harus membayar kebenaran dengan penipuan-penipuannya.
 
Contohnya? 
 
Seperti MUNA, katanya bukan MUNA PA tapi MUNA dalam Lembaga
Wali Nanggroe. Itu kebohongan publik namanya. Saya mau bertanya kepada Abdullah
Saleh, mungkinkah anak anjing melahirkan anak kambing? Dan saya bertanya, siapa
yang merekrut MUNA nantinya? Kalau hatinya jujur, kalau perjuangannya ikhlas
untuk membangun provinsi ini, kenapa dia tidak bicara dengan Lillahita’ala.
Untuk apa dilahirkan MUNA, kalau bukan untuk wadah politik? Karena MPU tidak
bisa dilibatkan dalam 
wadah politikkan! 
 
Apa alasan Anda
menyebutkan itu? 
 
Karena saya lihat, ada tiga kelompok yang tidak bisa menyatu
dengan pemimpinan 
GAM. 
 
Siapa saja mereka? 
 
Malik Mahmud, Zaini Abdullah, dan satu lagi Zakaria Saman. 
 
Kelompok mana yang
tidak bisa menyatu? 
  
Pertama, ulama-ulama pesantren. Kedua para ahli dari kampus
atau akademisi. Ketiga, cuwak (mata-mata---red). Bagi mereka, tiga kelompok ini
sama, tidak bisa duduk satu meja. 
 
Maksud Anda? 
 
Demi Allah, seperti almarhum Prof. Tgk. Muhibbudin Waly.
Sebelum beliau meninggal sempat katakan kepada saya. Pemimpin-pemimpin kita ini
sudah zalim, tidak bisa lagi kita jadikan panutan dan ikuti. Dia tambah satu
lagi, mereka telah sepakat untuk tidak sepakat yang benar-benar itu benar, itu
bahasanya. 
 
Tapi almarhum juga
MUNA? 
 
Benar, tapi saat pengajian di Masjid Raya Baiturrahman Banda
Aceh saya datang, tapi beliau mengatakan yang benar dan tidak mau digiring
untuk kepentingan partai atau corong partai. 
 
Menurut Anda apa
permasalahan ke depan jika Lembaga WN tetap ada? 
 
Pertama, apa hak Wali Nanggroe? Begitu juga majelis dalam
lembaga seperti ada MUNA. Jadi apa hak dan kewenangan MPU nantinya? Akhirnya,
keinginan untuk mempersatukan 
masyarakat Aceh yang tertumpu pada ulama justeru menjadi
pecah. Begitu juga soal anggaran, kalau ingin balas jasa politik jangan untuk
kelompok tertentu.
 
Maksud Anda? 
 
Pemerintah Aceh saat ini ada dua provinsi yang harus
dikelola. Pertama, rakyat Aceh secara keseluruhan. Kedua kelompok mereka
sendiri yang sudah terlanjur berjanji pada Pilkada lalu. 
 
Terakhir dapat Anda
jelaskan sejarah 
MUNA di PA? 
 
Ide MUNA ini berasal dari Muzakir Manaf atau Mualem.
Ketuanya Tgk Ali. Beliau diberi mobil dan anggaran oleh Mualem. Intinya, Mualem
berada di garis depan. Lalu, Muzakir Manaf mengeluarkan instruksi kepada
panglima-panglima 
wilayah untuk membentuk MUNA di wilayah masing-masing.*** 
 
===================================================



Tengku Hasan di Tiro: gandjéthat, 'aébteuh lagoina peuë njang ka teudjadi di 
atjèh

http://www.youtube.com/watch?v=vB76_c2Y6IA 


"Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan 
kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada 
penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh 
Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang 
yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."
http://www.asnlf.org/ 

http://www.asnlf.org/files/5513/4955/4638/SuAM_02.pdf


Attachment(s) from Acheh Watch 
2 of 2 File(s)  
 Lembaga Wali Nanggroe.doc
 Lembaga Wali Nanggroe.doc




_


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke