Kasihan pan melihat Suryana tukang nyabo dan yang tidak bisa menghargai istri dan anak perempuannnya itu jadi gila begini.
--- In [email protected], "suryana" <gsuryana@...> wrote: > > Pantesan penyakit binatang purba bersel satu juspig semakin parah dan > melamun bisa makan ini dan itu, padahal didalam kenyataannya hanya kentang 3 > biji, itu juga 1biji sudah di korup oleh marlene gendut yg memang jatah 4 > biji tidak cukup. > Untung juga sih binatang purba ber sel satu amuba juspig badannya krempeng > kayak kena cacing kremi, jadi dijatah 3 biji kentang sudah benar benar puas, > dan pantas saja bila nanti modar mayatnya rela dipotong potong, daripada di > kubur selain tidak ada yg melayat juga buang uang petimati segala macem.. > > Kasihannn cuhhhhhh > ----- Original Message ----- > From: "ajeg" <ajegilelu@...> > > > > > > > Jadi, seperti juga saya bilang selama ini, memang > > nggak ada bukti orang Belanda itu hidup senang. > > Kalau terhadap rakyat sendiri saja pemerintah kerajaan itu > > tega, apalagi mereka yang berstatus pendatang. Lebih-lebih > > lagi pengungsi berpaspor Prancis. > > > > So, gembar-gembor uplik tentang negeri aduhai makmur itu > > ya tong kosong untuk menipu dirinya belaka. > > > > Dan ngamuknya setiap saat, di setiap kesempatan itu, > > adalah ekspresi kekecewaan yang amat parah. > > Frustasi berat akibat tertipu oleh dirinya sendiri. > > > > Menipu dirinya sendiri dan... kena! > > > > > > --- "ASAHAN" <a.alham1938@> wrote: > > > >> ASAHAN: > >> > >> > >> PEKERJA KERAS YANG TERTIPU > >> > >> Rakyat Belanda terkenal sebagai pekerja keras dan bangsa yang > >> hemat. Pada umumnya orang Belanda sudah mulai bekerja sejak usia > >> yang sangat muda. Umpamanya chef afdeling saya sudah bekerja sejak > >> dia berusia 14 tahun dan baru ketika usianya mencapai 63 dia > >> terpaksa diberhentikan karna perusahaan di mana kami bekerja > >> mengalami kurugian besar sebagai akibat krisis moneter dunia, dia > >> dipensiun muda sebelum mencapai umur pensiun (65 tahun). Tapi dia > >> setidaknya sudah bekerja selama 49 tahun. Orang Belanda rata-rata > >> bekerja selama 40 tahun dan itu adalah waktu yang normal bagi orang > >> Belanda.Tidak sedikit yang bekerja selama 50 tahun dan bahkan ada > >> yang hingga 60 tahun barulah menikmati hari tuanya dengan uang > >> pensiun yang sangat lumayan dan bahkan lebih dari cukup. Chef saya > >> yang tua bekerja sejak umur 13 tahun dan terus bekerja hingga > >> ajalnya pada usia 88 tahun yang berarti dia bekerja terus menerus > >> selama 75 tahun. Boleh dibilang bangsa Belanda adalah bangsa > >> pekerja yang hanya bisa dibandingkan dengan orang Jepang. > >> Tapi setelah terjadi krisis moneter Internasional, semuanya jadi > >> berubah, dulu usia pensiun adalah yang diimpikan dengan jaminan > >> hari tua yang sangat lumayan dan bahkan pernah yang terbaik di > >> seluruh Eropah dan bahkan juga salah satu yang terbaik di > >> dunia.Sekarang semua itu cumalah nostalgia pahit untuk dikenang. > >> Politik penghematan Pemerintah Belanda yang sudah berlangsung tanpa > >> henti selama puluhan tahun semakin memiskinkan golongaan kaum > >> pensiunan atau pada umumnya para orang tua jompo. Apa yang pernah > >> mereka nikmati sebagai hasil jerih payah kerja keras selama puluhan > >> tahun bekerja berat telah semakin dipreteli oleh Pemerintah: > >> layanan kesehatan semakin dikurangi atau hingga tiada, uang pensiun > >> dipotong, ongkos hidup di rumah jompo sudah hampir tak mungkin > >> terbayar dan sebagian besar terpaksa(dipaksa) di pulangkan ke > >> keluarganya masing-masing, alat-alat penopang ketuaan seperti > >> kereta (rolator) atau scooter roda tiga harus beli sendiri bahkan > >> hingga tongkatpun harus sewa atau beli sendiri, obat-obatan yang > >> dibayar oleh asuransi dikurangi dan sebagian harus dibyar sendiri, > >> uang "tanggung risiko sendiri" dinaikkan hingga 350 euro per tahun > >> (dulu 250 euro), semua obat-obatan diganti dengan kwalitas murahan > >> yang cukup sering menimbulkan korban hingga kematian karna tidak > >> cocok atau kwalitas yang sangat rendah. Belum lagi korban akibat > >> salah hitung dari bank pensiun atau dinas pajak (belasting) yang > >> dengan alasan: dibayar terlalu banyak" dan sipenerima(pensiunan) > >> harus mengembalikan uang "kelebihan" yang pernah diterimanya hingga > >> ribuan euro kepada Pemerintah. Kecelakaan ini bisa menimpa setiap > >> orang yang dalam sekejap bisa kalang kabut dan bahkan jatuh miskin > >> karna hutang dan bahkan hingga penjara. Zonder pardon, para korban > >> "penerima yang tertuduh bukan haknya"ini mutlak harus > >> mengembalikan uang "kelebihan"itu pada Pemerintah dan tidak > >> seorangpun yang bisa mengerti mengapa hal itu bisa terjadi > >> > >> Puluhan tahun bekerja keras atau bahkan seumur hidup, begitu sistim > >> kapitalisme Neoliberal runtuh, korban utama yang paling dramatis > >> adalah kaum pensiunan atau para jompo.Orang boleh mengeluh, protes, > >> bahkan hingga memaki-maki karena mereka hidup dalam satu negeri > >> yang demokratis. Mengutarakan pendapat tidak bisa dihukum termasuk > >> berdemonstrasi. Tapi apakah persis demikian hukumnya? Jawabanya > >> kadang-kadang mudah, kadang-kadang sulit. Mudah karena memang > >> begitulah yang ada dalam Undang-Undang mereka. Sulit karena tidak > >> selalu persis demikian atau lain dengan kenyataan. Orang Italia, > >> Spanyol, Portugal dan Griekenland menyambut politik penghematan > >> Pemerintah dengan demonstrasi hampir setiap hari dan tampaknya akan > >> semakin merambat ke seluruh Eropah. Orang Belanda masih tenang- > >> tenang saja. Mungkin mereka sudah bosan demonstrasi karna tahu > >> betul tidak akan ada hasilnya atau sia-sia belaka. Menjelang Pemilu > >> Partai-Partai politik mengumbar janji-janji yang menggiurkam tapi > >> setelah menang Pemilu semua janji-janji yang menyenangkan itu > >> dicampakkan begitu saja. Apakah ini bukan penipuan namanya? Yang > >> jelas di dunia ini bukan hanya rakyat-rakyat di dunia ke 3 saja > >> yang selalu ditipu oleh Pemerintah penguasa mereka tapi juga > >> rakyat-rakyat di dunia kapitalis yang "termaju"sekalipun penipuan > >> itu tidak kurang hebatnya. Dan setiap korban penipuan merasakan > >> penderitaan yang sama. > >> ASAHAN ( boleh bebas disebarkan ke mana saja termasuk Facebook > >> tanpa perlu izin penulis). > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
