Sebenarnya ada calon lain, Rustiningsih yg sekarang wagub Jateng, sayang dia akhirnya terjerumus dengan nepotisme, akibatnya menghilang dari peredaran politik PDI-Perjuangan.
Mengenai calon lainnya, utk Jabar sebenarnya ada Bupati Kuningan, selain memang kader partai juga bukan orang bokek smart, cuma nilai jualnya kurang laku, makanya pilihan ke Oneng, dan Jokowi pasti sangat mendukung, karena sadar bahwa Jakarta butuh kerja sama dengan Gubernur Jabar dan Banten, Banten sudah jadi rekanan, sedang Jabar dari PKS ( kampanye nya cuma mengurangi pengangguran, gak ngeh korupsi gak disebut sebut, da gak mau omong kenapa Dede Yusup sebagai wakil Gubernur di singkirkan dan masyarakat pemilih tidak paham itu ). Oneng dan Teten memang kuda hitam dan berasal dari kota yg sama, hanya track rekor Oneng ketika menjadi anggota DPR termasuk baik, sedang Teten memang ketua ICW yg sangat benci dengan korupsi, jadi pasangan Oneng dan Teten nantinya akan mirip pasangan Jokowi dan Ahok, dimana Oneng yg blusukan, sedang Teten yg ngobrak ngabrik koruptor dan pns pemalas. ----- Original Message ----- From: "arra_s" <[email protected]> > > mohon pencerahan kang Sur.. > > saya ngga ikutin berita cagub2.. > hanya heran saja kok PDI-P.. > ngga ngusung yg seperti Jokowi - ahok buat jabar.. > apa ngga ada calon lain?? > apakah kelebihan oneng dan teten?? > > karena menurut saya.. > ibu Mega, gagal sewaktu menjadi presiden.. > maaf.. ini pendapat pribadi.. > > saya dulu milih Mega.. > namun menyesal.. > saat lihat beliau bicara di TV.. > sewaktu berkunjung ke Aceh.. > pada saat itu beliau menerima kritikan dari audience.. > dan beliau tersinggung.. > dan merespon.. > saya tamu disini.. > tuan rumah mesti menghormati tamu.. > > nurut saya itu fatal.. > karena beliau itu presiden, pemimpin.. > bukan tamu.. > > itu terjadi pada saat acara kenegaraan.. > bukan acara arisan rt.. > > > --- In [email protected], "suryana" <gsuryana@...> wrote: >> >> Pemilihan Gubernur Jabar tinggal menunggu hari. >> >> Siapa kah yg harus dipilih ?. >> Bila kita asumsikan tokoh populer yg dijadikan pilihan, maka ada Promag, >> Bodrex dan Oneng. >> >> Bukan Promag, Bodrex dan Oneng sebagai ikon sinetron dan iklan obat yg >> menjadi perhatian utama, biarpun untuk para pemilih maka akan melihat 3 >> calon tsb yg cukup menonjol. >> Karena bila melihat tokoh karena aktif di dunia sinetron dan iklan maka >> harus di telaah lagi siapa dari 3 tokoh tokoh tersebut yg paling baik di >> pilih untuk menjadi Gubernur Jabar. >> >> Menurut hemat aku ada beberapa kriteria yg bisa dijadikan acuan agar >> disaat >> memilih tidak perlu lagi bingung. >> >> - Gubernur Jabar biar bagaimanapun harus mampu berhubungan dengan >> Gubernur >> Jakarta dan Banten, hal ini sangat penting karena 3 Propinsi tsb tidak >> bisa >> berdiri sendiri sendiri, mulai dari lintas infrastruktur, ekonomi sampai >> dengan lintas alam ( perbaikan sungai sungai dlsb yg sejenisnya ) >> >> - Jakarta sebagai ibukota dan diapit oleh 2 Propinsi plus 1 kotamadya >> khusus >> ( Depok ), sangat berharap bisa bekerja sama dengan Jabar dan Banten, >> karena >> tanpa dukungan dari Jabar dan Banten, maka perubahan Ibukota Jakarta >> dibawah >> kepemimpinan Jakarta akan sedikit terganggu, karena komunikasi bisa >> menjadi >> sedikit mengalami hambatan disaat Gubernur Jakarta membuat program >> perbaikan >> disegala bidang dikota Jakarta. >> >> Kotamadya dan Kabupaten di Jabar dan Banten biarpun cukup banyak >> jumlahnya >> tidak semuanya membutuhkan perhatian khusus dari Gubernur Jabar dan >> Banten, >> karena para Walikota dan Bupati memiliki program masing masing sesuai >> kebutuhan wilayahnya sendiri sendiri, dan dari beberapa kotamadya dan >> kabupaten sudah cukup mapan dibidang masing masing. >> >> Dari hal diatas, mau tidak kita fokus kepada Jakarta terlebih dahulu, >> dimana >> pasangan Jokowi dan Ahok sangat sibuk mengelola Jakarta mulai dari >> banjir, >> sampah, semrawutnya transportasi dan tempat tinggal yg kurang layak, pada >> akhirnya akan tetap membutuhkan dukungan dari gubernur Jabar dan Banten. >> >> Banten dibawah kepemimpinan Ibu Atut dan Rano Karno tentunya tidak sulit >> bagi Jokowi melakukan koordinasi lintas propinsi, karena Ibu Atut dan >> Rano >> Karno memang didukung oleh partai PDI-Perjuangan. >> >> Bagaimana dengan Jabar ?, dari 3 tokoh popular ( entah dengan pasangan >> lain, >> yang bisa jadi mendapatkan suara cukup banyak pada akhirnya bisa memecah >> suara dari pemilih. ) >> >> Maka calon Gubernur dari pasangan Oneng dan Teten termasuk pilihan yang >> patut diperhitungkan untuk jangka panjangnya, karena selain sama sama >> dari >> partai yg sama dengan Jokowi, juga memiliki visi dan misi yg sama pula >> dengan Jakarta, dimana memperbaiki dibanyak aspek sosial politik wilayah >> Jabar yang pada akhirnya harus siap berhubungan dengan wilayah DKI >> Jakarta >> dan Banten. >> >> Bukan berarti calon lain dari Jabar tidak dipilih, melainkan harus >> dilihat >> sisi dari komunikasi antar wilayah, apakah akan saling mendukung, apa >> akan >> berusaha menjegal dengan harapan 5 tahun yang akan datang bisa dijadikan >> bahan kampanye, biarpun masuk ke ranah "black campaign". tujuan gubernur >> Jakarta akan sedikit mengalami hambatan karena berbeda partai. >> >> Untuk ini memilih calon dari partai yg sama bukan berarti asal pilih >> melainkan dengan sebab dan alasan yang selain masuk diakal juga demi >> kepentingan masyarakat Jabar dan DKI Jakarta yang juga ibukota negara >> Indonesia. >> >> Tentunya sebagai masyarakat Indonesia melihat DKI Jakarta yang dalam >> situasi >> perbaikan dan melakukan perubahan perubahan di wilayah Jakarta akan >> sangat >> terbantu bila saja gubernur terpilih dari partai yang sama, dan dalam hal >> ini bukan lagi dalam hal negatif melainkan pilihan positif. >> >> Pilihan berada di tangan pemilih, semoga sedikit tulisan ini bisa >> dijadikan >> bahan pemikiran didalam memilih Gubernur di wilayah Jabar. >> >> Dan bagi yang karena pusing dan memutuskan untuk golput bukan berarti >> pilihan tersebut baik dan tidak baik, melainkan jumlah suara pemilih >> golput >> termasuk sangat memiliki kontribusi penting bila saja hak suaranya >> dipakai >> dengan baik, karena pilihan Golput pada akhirnya akan tetap terjadi >> pemilu >> Gubernur. dan patut disayangkan bila hak suara tidak dipakai dengan baik. >> >> >> Suryana ( non partisan ) ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
