Berarti aher ada kemajuan dibanding waktu debat di Metro. 
Waktu itu dia tergagap-gagap seperti menghafal. Terutama di 
pertanyaan soal program. Kesempatannya dihabiskan untuk 
menyebut seabrek programnya sampai disindir moderator, "banyak 
juga ya pak." 

Cilakanya nggak kedengaran program tentang kelanjutan pembangunan 
gedung kesenian yang di depan seniman Jabar pernah dijanjikan 
bakal termegah di Asia Tenggara. 

Sebetulnya masih jalan nggak itu proyek? 
 

--- "johny_indon" <johny_indon@...> wrote:

> saat ini sedang berlangsung debat terbuka cagub dan cawagub jabar 
> di tv-one.
> harus diakui kalo aher sebagai incumbent paling siap dalam menjawab 
> pertanyaan2 baik dari panelis (rhenald kasali dan satu lagi lupa 
> prof siapa gitu) maupun dari kompetitornya.
> semua pertanyaan terjawab nyaris tanpa jeda antar kalimat.
> beda jauh dgn lex laksamana cagubnya dede yusuf yg kalo ngomong 
> kebanyakan jeda kayak moerdiono.
> 
> oneng lumayan tapi pembisiknya rada oon soalnya salah melulu
> ngutip  angka dan fakta (ini kesalahan tim sukses oneng kayaknya).
> cuman tiap liat si oneng ngomong emang rada susah untuk tidak 
> terkesan oon.
> intonasi dan gesturenya itu loh, bener2 mengingatkan kita sama 
> sinetron bajaj bajuri.
> teten masduki yg mendampinginya juga salah nembak.
> dia ngritik soal pengangkatan direksi bank jabar, katanya tidak 
> fair.
> ternyata direksi itu calon2nya hasil fit and proper test yg 
> dilakukan oleh tim yg salah satu anggotanya adalah rhenald kasali, 
> salah satu panelis di situ.
> jadi kecurigaan teten langsung bisa dimentahkan aher, karena usulan 
> calon direksi bank jabar dilakukan oleh tim independen.
> teten sebagai dedengkot icw mestinya bisa melontarkan pertanyaan 
> yg lebih tajam soal kasus korupsi di jabar (jika ada), dia kan 
> mestinya ngantongin segudang data.
> 
> anyway, dlm debat ini ada 2 hal yg menarik.
> 
> pertama, dede yusuf yg sekarang masih jadi wagub, menyerang 
> atasannya aher yg gubenrnur. padahal setiap kritikannya ke gubernur 
> itu ya otomatis kritikan buat dia sendiri juga soalnya dia sendiri 
> masih ada dalam sistem.
> akibatnya dede yusuf jadi bulan-bulanan deddy mizwar dalam sesi 
> tanya jawab antar kompetitor.
> 
> kedua, ada calon independen (non partai) yaitu dikdik mulyana.
> dikdik ini mantan kapolda sumsel.
> yg bikin kaget, cagub independen ini kekayaannya sampe 30 milyar, 
> paling kaya dari semua cagub lainnya.
> mantan polisi dan sangat kaya, kayaknya ngga banget deh.
> 
> demikiam sekilas pandangan mata.
> 
> --- "arra_s" <arra_s@> wrote:
> 
> > mohon pencerahan kang Sur..
> > 
> > saya ngga ikutin berita cagub2..
> > hanya heran saja kok PDI-P..
> > ngga ngusung yg seperti Jokowi - ahok  buat jabar..
> > apa ngga ada calon lain??
> > apakah kelebihan oneng dan teten??
> > 
> > karena menurut saya..
> > ibu Mega, gagal sewaktu menjadi presiden..
> > maaf..  ini pendapat pribadi..
> > 
> > saya dulu milih Mega..
> > namun menyesal..
> > saat lihat beliau bicara di TV..
> > sewaktu berkunjung ke Aceh..
> > pada saat itu beliau menerima kritikan dari audience..
> > dan beliau tersinggung..
> > dan merespon..
> > saya tamu disini.. 
> > tuan rumah mesti menghormati tamu..
> > 
> > nurut saya itu fatal..
> > karena beliau itu presiden, pemimpin..
> > bukan tamu..
> > 
> > itu terjadi pada saat acara kenegaraan..
> > bukan acara arisan rt..
> > 
> > 
> > --- "suryana" <gsuryana@> wrote:
> >
> > > Pemilihan Gubernur Jabar tinggal menunggu hari.
> > > 
> > > Siapa kah yg harus dipilih ?.
> > > Bila kita asumsikan tokoh populer yg dijadikan pilihan, maka 
> > > ada Promag, Bodrex dan Oneng.
> > > 
> > > Bukan Promag, Bodrex dan Oneng sebagai ikon sinetron dan iklan 
> > > obat yg menjadi perhatian utama, biarpun untuk para pemilih 
> > > maka akan melihat 3 calon tsb yg cukup menonjol.
> > > Karena bila melihat tokoh karena aktif di dunia sinetron dan 
> > > iklan maka harus di telaah lagi siapa dari 3 tokoh tokoh 
> > > tersebut yg paling baik di pilih untuk menjadi Gubernur Jabar.
> > > 
> > > Menurut hemat aku ada beberapa kriteria yg bisa dijadikan acuan 
> > > agar disaat memilih tidak perlu lagi bingung.
> > > 
> > > - Gubernur Jabar biar bagaimanapun harus mampu berhubungan 
> > > dengan Gubernur Jakarta dan Banten, hal ini sangat penting 
> > > karena 3 Propinsi tsb tidak bisa berdiri sendiri sendiri, mulai 
> > > dari lintas infrastruktur, ekonomi sampai dengan lintas alam ( 
> > > perbaikan sungai sungai dlsb yg sejenisnya )
> > > 
> > > - Jakarta sebagai ibukota dan diapit oleh 2 Propinsi plus 1 
> > > kotamadya khusus ( Depok ), sangat berharap bisa bekerja sama 
> > > dengan Jabar dan Banten, karena tanpa dukungan dari Jabar dan 
> > > Banten, maka perubahan Ibukota Jakarta dibawah kepemimpinan 
> > > Jakarta akan sedikit terganggu, karena komunikasi bisa menjadi 
> > > sedikit mengalami hambatan disaat Gubernur Jakarta membuat 
> > > program perbaikan disegala bidang dikota Jakarta.
> > > 
> > > Kotamadya dan Kabupaten di Jabar dan Banten biarpun cukup 
> > > banyak jumlahnya tidak semuanya membutuhkan perhatian khusus 
> > > dari Gubernur Jabar dan Banten, karena para Walikota dan Bupati 
> > > memiliki program masing masing sesuai kebutuhan wilayahnya 
> > > sendiri sendiri, dan dari beberapa kotamadya dan kabupaten 
> > > sudah cukup mapan dibidang masing masing.
> > > 
> > > Dari hal diatas, mau tidak kita fokus kepada Jakarta terlebih 
> > > dahulu, dimana pasangan Jokowi dan Ahok sangat sibuk mengelola 
> > > Jakarta mulai dari banjir, sampah, semrawutnya transportasi dan 
> > > tempat tinggal yg kurang layak, pada akhirnya akan tetap 
> > > membutuhkan dukungan dari gubernur Jabar dan Banten.
> > > 
> > > Banten dibawah kepemimpinan Ibu Atut dan Rano Karno tentunya 
> > > tidak sulit bagi Jokowi melakukan koordinasi lintas propinsi, 
> > > karena Ibu Atut dan Rano Karno memang didukung oleh partai 
> > > PDI-Perjuangan.
> > > 
> > > Bagaimana dengan Jabar ?, dari 3 tokoh popular ( entah dengan 
> > > pasangan lain, yang bisa jadi mendapatkan suara cukup banyak 
> > > pada akhirnya bisa memecah suara dari pemilih. )
> > > 
> > > Maka calon Gubernur dari pasangan Oneng dan Teten termasuk 
> > > pilihan yang patut diperhitungkan untuk jangka panjangnya, 
> > > karena selain sama sama dari partai yg sama dengan Jokowi, juga 
> > > memiliki visi dan misi yg sama pula dengan Jakarta, dimana 
> > > memperbaiki dibanyak aspek sosial politik wilayah Jabar yang 
> > > pada akhirnya harus siap berhubungan dengan wilayah DKI Jakarta 
> > > dan Banten.
> > > 
> > > Bukan berarti calon lain dari Jabar tidak dipilih, melainkan 
> > > harus dilihat sisi dari komunikasi antar wilayah, apakah akan 
> > > saling mendukung, apa akan berusaha menjegal dengan harapan 5 
> > > tahun yang akan datang bisa dijadikan bahan kampanye, biarpun 
> > > masuk ke ranah "black campaign". tujuan gubernur Jakarta akan 
> > > sedikit mengalami hambatan karena berbeda partai.
> > > 
> > > Untuk ini memilih calon dari partai yg sama bukan berarti asal 
> > > pilih melainkan dengan sebab dan alasan yang selain masuk 
> > > diakal juga demi kepentingan masyarakat Jabar dan  DKI Jakarta 
> > > yang juga ibukota negara Indonesia.
> > > 
> > > Tentunya sebagai masyarakat Indonesia melihat DKI Jakarta yang 
> > > dalam situasi perbaikan dan melakukan perubahan perubahan di 
> > > wilayah Jakarta akan sangat terbantu bila saja gubernur 
> > > terpilih dari partai yang sama, dan dalam hal ini bukan lagi 
> > > dalam hal negatif melainkan pilihan positif.
> > > 
> > > Pilihan berada di tangan pemilih, semoga sedikit tulisan ini 
> > > bisa dijadikan bahan pemikiran didalam memilih Gubernur di 
> > > wilayah Jabar.
> > > 
> > > Dan bagi yang karena pusing dan memutuskan untuk golput bukan 
> > > berarti pilihan tersebut baik dan tidak baik, melainkan jumlah 
> > > suara pemilih golput termasuk sangat memiliki kontribusi 
> > > penting bila saja hak suaranya dipakai dengan baik, karena 
> > > pilihan Golput pada akhirnya akan tetap terjadi pemilu 
> > > Gubernur. dan patut disayangkan bila hak suara tidak dipakai 
> > > dengan baik.
> > > 
> > > 
> > > Suryana ( non partisan )
> > >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke