Setuju, rustri makhluk yang terlalu halus untuk 
perpolitikan Indonesia. Tetapi masyarakat di pedesaan 
memang butuh sentuhan-sentuhan halus seperti itu. 
Maksudnya, sentuhan yang bebas dari politiking. Mustinya 
dia nggak perlu malu untuk kembali ke kabupaten. Kecuali 
dia sudah paham trik-trik politik(ing). 

Setuju juga, garin harusnya "berpolitik" lewat jalurnya 
sendiri. Sama seperti pak kumis yang mulai pikir-pikir 
untuk "memprovoke" lewat jalur lain. 

Inilah yang paling aneh dari reformasi dalam konteks 
parpol, kalau tidak bisa dibilang kemunduran. Mereka tidak 
serius melahirkan pemimpin dari kadernya sendiri. Artinya, 
pengkaderan di dalam partai, semua partai, memang terbengkalai. 

Lalu, reformasi justru menyuburkan feodalisme partai. 
Ketika harus mencalonkan RI-1 semua partai pasti 
mencalonkan ketumnya. Malah Partai Golkar yang sejak 
belum jadi partai di masa Orba (masih 'golongan') yang 
tidak pernah mencalonkan ketumnya sampai dengan pilpres 2004. 
Baru untuk 2014 mereka kepingin mencalonkan ketumnya. 

Akibatnya, terjadilah "kecelakaan sejarah" yaitu munculnya 
ketum PDIP sebagai Presiden RI (ini sekalian menanggapi 
kekecewaan arra thd itawagem). Andai saja dia yang saat itu 
sedang berkibar sebagai korban penzaliman Orba (kasus Medan, 
Sukolilo, Kemang, Kudatuli dll) tetap memosisikan diri 
sebagai negarawati, ibu bangsa, tentu pamornya tidak 
seburuk seperti sekarang, seperti yang dikhawatirkan Guntur 
dan PNI mania. 

Siapa yang tidak mendengarkan suara ega saat itu (yang 
masih pendiam), baik sebagai perempuan yang dizalimi maupun 
sebagai anak Soekarno. Nyaris nggak ada yang nggak pasang 
kuping setiapkali dia bicara. Kawan maupun lawan. 

Tapi begitu dia (akhirnya) masuk lingkar kekuasaan dengan 
masih membawa gaya bicara yang terlalu polos, tidak taktis, 
untuk ukuran politik level nasional, habislah segalanya. 
Apalagi, faktanya, di Indonesia ada begitu banyak perempuan 
yang tidak seperti itu caranya menanggapi persoalan. 

Jelas dia masih terlalu demam panggung, seperti diakuinya 
sendiri suatu sore di teras kolam renang rumahnya walau 
cepat-cepat dibungkus handuk: "ya bolehlah.. masak boleh dong.. namanya juga 
manusia." Bisa becanda juga dia sebetulnya. 

Buat arra, waktu pidato di Aceh itu rasanya dia belum presiden, 
tapi memang sudah pejabat negara (wapres). 


--- "suryana" <gsuryana@...> wrote:

> Iya Rusti akan maju di Pilgub tanpa bendera PDI-Perjuangan.
> Entah calon dari PDI-Perjuangan siapa, sepertinya Ganjar Pranowo 
> lagi serius akan maju bila mendapat dukungan partai.
> Yg pasti Bibit Waluyo yg maju dengan bendera PDI-Perjuangan pindah 
> gawang ke partai lain dan selama menjabat jadi Gubernur belum 
> kelihatan hasil yg jelas berguna utk masyarakat Jateng.
> Garin bila melihat peta politik Jateng sewajarnya tidak maju dengan 
> Rusti, karena Jateng kandang merah.
> Rusti bila keluar dari partai maka perolehan suara bisa menurun.
> Hanya Rusti terlalu yakin bahwa pilgub lalu hasil kerja Rusti, lupa 
> bahwa peranan kader dibawah sangat menentukan utk wilayah Jateng, 
> berbeda dengan Jakarta yg memang tidak ada wilayah a, b, c, adalah 
> daerah partai tertentu, maklum masyarakatnya sudah tidak mau di 
> setir partai.
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: "ajeg" <ajegilelu@...>
> 
> > Iya sayang tuh.
> >
> > Banyak yang menyangkan, sejak nikah rustri seperti
> > gagap menghadapi dunia, menghadapi politik(ing).
> > Padahal waktu jadi bupati hampir setiap bulan dia
> > bikin berita. Ada saja yang dikerjakannya untuk rakyat
> > pedesaan. Keliatan enjoy sekali di sana.
> >
> > Tapi gebrakannya menolak rekomen DPP untuk kembali
> > jadi Jateng-2, cukup menarik. Kabarnya dia tetap ngotot
> > maju sebagai cagub (Jateng-1) berpasangan dengan garin.
> > Belum kedengaran reaksi dari DPP. Tapi sudah ada partai
> > lain yang siap mengusung pasangan rustri-garin.
> >
> > Inikah tanda-tanda kebangkitan perempuan Kebumen itu?
> >
> > (sori nyelak)
> >
> >
> > --- "suryana" <gsuryana@> wrote:
> >
> > > Sebenarnya ada calon lain, Rustiningsih yg sekarang wagub 
> > > Jateng, sayang dia akhirnya terjerumus dengan nepotisme, 
> > > akibatnya menghilang dari peredaran politik PDI-Perjuangan.
> > >
> > > Mengenai calon lainnya, utk Jabar sebenarnya ada Bupati 
> > > Kuningan, selain memang kader partai juga bukan orang bokek 
> > > smart, cuma nilai jualnya kurang laku, makanya pilihan ke 
> > > Oneng, dan Jokowi pasti sangat mendukung, karena sadar bahwa 
> > > Jakarta butuh kerja sama dengan Gubernur Jabar dan Banten, 
> > > Banten sudah jadi rekanan, sedang Jabar dari PKS ( kampanye nya 
> > > cuma mengurangi pengangguran, gak ngeh korupsi gak disebut 
> > > sebut, da gak mau omong kenapa Dede Yusup sebagai wakil 
> > > Gubernur di singkirkan dan masyarakat pemilih tidak paham itu ).
> > > 
> > > Oneng dan Teten memang kuda hitam dan berasal dari kota yg sama,
> > > hanya track rekor Oneng ketika menjadi anggota DPR termasuk 
> > > baik, sedang Teten memang ketua ICW yg sangat benci dengan 
> > > korupsi, jadi pasangan Oneng dan Teten nantinya akan mirip 
> > > pasangan Jokowi dan Ahok, dimana Oneng yg blusukan, sedang 
> > > Teten yg ngobrak ngabrik koruptor dan pns pemalas.
> > > 
> > > ----- Original Message ----- 
> > > From: "arra_s" <arra_s@>
> > >
> > > > mohon pencerahan kang Sur..
> > > >
> > > > saya ngga ikutin berita cagub2..
> > > > hanya heran saja kok PDI-P..
> > > > ngga ngusung yg seperti Jokowi - ahok  buat jabar..
> > > > apa ngga ada calon lain??
> > > > apakah kelebihan oneng dan teten??
> > > >
> > > > karena menurut saya..
> > > > ibu Mega, gagal sewaktu menjadi presiden..
> > > > maaf..  ini pendapat pribadi..
> > > >
> > > > saya dulu milih Mega..
> > > > namun menyesal..
> > > > saat lihat beliau bicara di TV..
> > > > sewaktu berkunjung ke Aceh..
> > > > pada saat itu beliau menerima kritikan dari audience..
> > > > dan beliau tersinggung..
> > > > dan merespon..
> > > > saya tamu disini..
> > > > tuan rumah mesti menghormati tamu..
> > > >
> > > > nurut saya itu fatal..
> > > > karena beliau itu presiden, pemimpin..
> > > > bukan tamu..
> > > >
> > > > itu terjadi pada saat acara kenegaraan..
> > > > bukan acara arisan rt..
> > > >
> > > >
> > > > --- "suryana" <gsuryana@> wrote:
> > > >
> > > > > Pemilihan Gubernur Jabar tinggal menunggu hari.
> > > > >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke