Baca nih berita yang masih hangat.. http://www.standard.net/stories/2013/03/22/homosexuality-biologically-natural-not-deviant
--- In [email protected], Ballast Yo <yo.balast@...> wrote: > > ini ada kabar bagi yg pengin sembuh dari hombreng. > semua keputusan ada di tanganmu. > ya, semoga saja yg sdh terlalu tua juga bisa sembuh. > > bukan begitu? > > > > == > Menurut psikiater Prof Dadang Hawari, para ahli membagi homoseksual dalam dua > kelompok, yakni Ego-distonik dan Ego-sintonik. Yang pertama melakukan > hubungan sesama jenis untuk menambah gairah hubungan seksnya dengan lawan > jenis. Namun, kelompok ini merasa hasrat homoseks mereka sebagai sesuatu yang > tidak diinginkan dan sumber penderitaan. > > âHomoseks Ego-distonik termasuk gangguan jiwa, sedangkan Ego-sintonik > menganggap dirinya ânormalâ, sebab tidak disertai keluhan-keluhan > kejiwaan,â tulis Prof Dadang dalam bukunya, Pendekatan Psikoreligi Pada > Homoseksual, terbitan Balai Penerbit FKUI, 2009. > > Prof Dadang menjelaskan, meski sesama jenis, pada homoseksual juga terdapat > pembagian peran âsuamiâ dan âistriâ. Namun, reaksi cermburu akibat > perselingkuhan di kalangan homo jauh lebih kuat dibanding kalangan > heteroseksual atau kalangan normal. âDalam banyak kasus sampai pada > pembunuhan,â katanya. > > Di Indonesia, beberapa kasus pembunuhan berantai disertai mutilasi dilakukan > oleh pelaku homoseks terhadap pasangannya. Seperti kasus Ryan pada tahun 2008. > > Dalam wawancara dengan Suara Hidayatullah, Prof Dadang menjelaskan, homoseks > bukan disebabkan faktor gen atau keturunan karena manusia diciptakan dalam > kondisi fitrah. Homoseksual terjadi karena faktor perkembangan kepribadian > anak. > > Hal ini juga didukung oleh psikolog Rita Soebagjo, peneliti bidang psikologi > Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS). > Katanya, pola asuh yang salah adalah faktor terbesar penyebab homoseksual. > Contohnya, ada orangtua yang mengasuh atau memperlakukan anak laki-lakinya > seperti anak perempuan karena tidak punya anak perempuan. > > Contoh pola asuh lainnya, kata Rita, anak tidak mendapatkan gambaran sosok > orangtua yang ideal. Misalnya, ayah terlalu lemah sedangkan ibu lebih > dominan. Jika demikian, anak akan mencari identitasnya sendiri. Perempuan > menjadi tomboy karena dominasi ibu, yang laki-laki jadi kemayu (genit). > > âKalau sudah seperti ini, yang diterapi adalah orangtuanya,â kata Rita. > > Menurut Rita, gejala homoseks bisa dideteksi sejak usia dini, yakni usia 2 > tahun. Pada usia itu anak akan memilih bermain dengan teman sejenisnya. > Sedangkan pada kasus kelainan identitas gender (gender identity disorder/GID) > anak lebih suka bermain dengan lawan jenisnya. > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
