Lalu ini..

http://www.sciencedaily.com/releases/2008/06/080617151845.htm


--- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@...> wrote:
>
> 
> Baca nih berita yang masih hangat..
> 
> http://www.standard.net/stories/2013/03/22/homosexuality-biologically-natural-not-deviant
> 
> 
> --- In [email protected], Ballast Yo <yo.balast@> wrote:
> >
> > ini ada kabar bagi yg pengin sembuh dari hombreng.
> > semua keputusan ada di tanganmu.
> > ya, semoga saja yg sdh terlalu tua juga bisa sembuh.
> > 
> > bukan begitu?
> > 
> > 
> > 
> > ==
> > Menurut psikiater Prof Dadang Hawari, para ahli membagi homoseksual dalam 
> > dua kelompok, yakni Ego-distonik dan Ego-sintonik. Yang pertama melakukan 
> > hubungan sesama jenis untuk menambah gairah hubungan seksnya dengan lawan 
> > jenis. Namun, kelompok ini merasa hasrat homoseks mereka sebagai sesuatu 
> > yang tidak diinginkan dan sumber penderitaan.
> > 
> > “Homoseks Ego-distonik termasuk gangguan jiwa, sedangkan Ego-sintonik 
> > menganggap dirinya “normal”, sebab tidak disertai keluhan-keluhan 
> > kejiwaan,” tulis Prof Dadang dalam bukunya, Pendekatan Psikoreligi Pada 
> > Homoseksual, terbitan Balai Penerbit FKUI, 2009.
> > 
> > Prof Dadang menjelaskan, meski sesama jenis, pada homoseksual juga terdapat 
> > pembagian peran “suami” dan “istri”. Namun, reaksi cermburu akibat 
> > perselingkuhan di kalangan homo jauh lebih kuat dibanding kalangan 
> > heteroseksual atau kalangan normal. “Dalam banyak kasus sampai pada 
> > pembunuhan,” katanya.
> > 
> > Di Indonesia, beberapa kasus pembunuhan berantai disertai mutilasi 
> > dilakukan oleh pelaku homoseks terhadap pasangannya. Seperti kasus Ryan 
> > pada tahun 2008.
> > 
> > Dalam wawancara dengan Suara Hidayatullah, Prof Dadang menjelaskan, 
> > homoseks bukan disebabkan faktor gen atau keturunan karena manusia 
> > diciptakan dalam kondisi fitrah. Homoseksual terjadi karena faktor 
> > perkembangan kepribadian anak.
> > 
> > Hal ini juga didukung oleh psikolog Rita Soebagjo, peneliti bidang 
> > psikologi Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations 
> > (INSISTS). Katanya, pola asuh yang salah adalah faktor terbesar penyebab 
> > homoseksual. Contohnya, ada orangtua yang mengasuh atau memperlakukan anak 
> > laki-lakinya seperti anak perempuan karena tidak punya anak perempuan.
> > 
> > Contoh pola asuh lainnya, kata Rita, anak tidak mendapatkan gambaran sosok 
> > orangtua yang ideal. Misalnya, ayah terlalu lemah sedangkan ibu lebih 
> > dominan. Jika demikian, anak akan mencari identitasnya sendiri. Perempuan 
> > menjadi tomboy karena dominasi ibu, yang laki-laki jadi kemayu (genit).
> > 
> > “Kalau sudah seperti ini, yang diterapi adalah orangtuanya,” kata Rita.
> > 
> > Menurut Rita, gejala homoseks bisa dideteksi sejak usia dini, yakni usia 2 
> > tahun. Pada usia itu anak akan memilih bermain dengan teman sejenisnya. 
> > Sedangkan pada kasus kelainan identitas gender (gender identity 
> > disorder/GID) anak lebih suka bermain dengan lawan jenisnya.
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke