kamu ngerti maksud link itu gak pig.
dan seberapa keterbatasan hasil dari penelitian itu?


--- On Thu, 5/2/13, ayub <[email protected]> wrote:

> From: ayub <[email protected]>

> 
> debat dimilis ini kayaknya ada peraturan ' Sepakat Untuk
> Tidak Sepakat'
> 
> 
> 
> kalo komennya : baca nih.. lalu ini.... bener2 dah mati
> omongan.. mati opini,
> 
> singkatnya, udah mengakui kalo homosex adalah 'kelainan
> orientasi sex' bukan alamiah
> 
> 
> 
> sodoran2 source link sekedar buat ngeyel doang... sepakat
> untuk tidak sepakat
> 
> bahasa perancisnya  keukeuh..
> 
> 
> 
> mati opini !!
> 
> 
> 
> ________________________________
> 
>  From: Bukan Pedanda <[email protected]>
> 
> 
> 
>   
> 
> 
> 
> Lalu ini..
> 
> 
> 
> http://www.sciencedaily.com/releases/2008/06/080617151845.htm
> 
> 
> 
> --- In [email protected],
> "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@...> wrote:
> 
> >
> 
> > 
> 
> > Baca nih berita yang masih hangat..
> 
> > 
> 
> > http://www.standard.net/stories/2013/03/22/homosexuality-biologically-natural-not-deviant
> 
> > 
> 
> > 
> 
> > --- In [email protected],
> Ballast Yo <yo.balast@> wrote:
> 
> > >
> 
> > > ini ada kabar bagi yg pengin sembuh dari
> hombreng.
> 
> > > semua keputusan ada di tanganmu.
> 
> > > ya, semoga saja yg sdh terlalu tua juga bisa
> sembuh.
> 
> > > 
> 
> > > bukan begitu?
> 
> > > 
> 
> > > 
> 
> > > 
> 
> > > ==
> 
> > > Menurut psikiater Prof Dadang Hawari, para ahli
> membagi homoseksual dalam dua kelompok, yakni Ego-distonik
> dan Ego-sintonik. Yang pertama melakukan hubungan sesama
> jenis untuk menambah gairah hubungan seksnya dengan lawan
> jenis. Namun, kelompok ini merasa hasrat homoseks mereka
> sebagai sesuatu yang tidak diinginkan dan sumber
> penderitaan.
> 
> > > 
> 
> > > “Homoseks Ego-distonik termasuk gangguan
> jiwa, sedangkan Ego-sintonik menganggap dirinya
> “normalâ€, sebab tidak disertai keluhan-keluhan
> kejiwaan,†tulis Prof Dadang dalam bukunya, Pendekatan
> Psikoreligi Pada Homoseksual, terbitan Balai Penerbit FKUI,
> 2009.
> 
> > > 
> 
> > > Prof Dadang menjelaskan, meski sesama jenis, pada
> homoseksual juga terdapat pembagian peran “suamiâ€
> dan “istriâ€. Namun, reaksi cermburu akibat
> perselingkuhan di kalangan homo jauh lebih kuat dibanding
> kalangan heteroseksual atau kalangan normal. “Dalam
> banyak kasus sampai pada pembunuhan,†katanya.
> 
> > > 
> 
> > > Di Indonesia, beberapa kasus pembunuhan berantai
> disertai mutilasi dilakukan oleh pelaku homoseks terhadap
> pasangannya. Seperti kasus Ryan pada tahun 2008.
> 
> > > 
> 
> > > Dalam wawancara dengan Suara Hidayatullah, Prof
> Dadang menjelaskan, homoseks bukan disebabkan faktor gen
> atau keturunan karena manusia diciptakan dalam kondisi
> fitrah. Homoseksual terjadi karena faktor perkembangan
> kepribadian anak.
> 
> > > 
> 
> > > Hal ini juga didukung oleh psikolog Rita Soebagjo,
> peneliti bidang psikologi Institute for the Study of Islamic
> Thought and Civilizations (INSISTS). Katanya, pola asuh yang
> salah adalah faktor terbesar penyebab homoseksual.
> Contohnya, ada orangtua yang mengasuh atau memperlakukan
> anak laki-lakinya seperti anak perempuan karena tidak punya
> anak perempuan.
> 
> > > 
> 
> > > Contoh pola asuh lainnya, kata Rita, anak tidak
> mendapatkan gambaran sosok orangtua yang ideal. Misalnya,
> ayah terlalu lemah sedangkan ibu lebih dominan. Jika
> demikian, anak akan mencari identitasnya sendiri. Perempuan
> menjadi tomboy karena dominasi ibu, yang laki-laki jadi
> kemayu (genit).
> 
> > > 
> 
> > > “Kalau sudah seperti ini, yang diterapi
> adalah orangtuanya,†kata Rita.
> 
> > > 
> 
> > > Menurut Rita, gejala homoseks bisa dideteksi sejak
> usia dini, yakni usia 2 tahun. Pada usia itu anak akan
> memilih bermain dengan teman sejenisnya. Sedangkan pada
> kasus kelainan identitas gender (gender identity
> disorder/GID) anak lebih suka bermain dengan lawan
> jenisnya.
> 
> > >
> 



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke