busyet, berita begituan dijadikan panduan. di berita link itu lagi-lagi yg dijadikan parameter adalah binatang.
heran gw, perilaku binatang dijadikan panduan... ckckck... ini mau ngomongin perilaku hewan apa manusia? --- On Thu, 5/2/13, Bukan Pedanda <[email protected]> wrote: > From: Bukan Pedanda <[email protected]> > > Baca nih berita yang masih hangat.. > > > > http://www.standard.net/stories/2013/03/22/homosexuality-biologically-natural-not-deviant > > > > --- In [email protected], > Ballast Yo <yo.balast@...> wrote: > > > > > > ini ada kabar bagi yg pengin sembuh dari hombreng. > > > semua keputusan ada di tanganmu. > > > ya, semoga saja yg sdh terlalu tua juga bisa sembuh. > > > > > > bukan begitu? > > > > > > > > > > > > == > > > Menurut psikiater Prof Dadang Hawari, para ahli membagi > homoseksual dalam dua kelompok, yakni Ego-distonik dan > Ego-sintonik. Yang pertama melakukan hubungan sesama jenis > untuk menambah gairah hubungan seksnya dengan lawan jenis. > Namun, kelompok ini merasa hasrat homoseks mereka sebagai > sesuatu yang tidak diinginkan dan sumber penderitaan. > > > > > > “Homoseks Ego-distonik termasuk gangguan jiwa, > sedangkan Ego-sintonik menganggap dirinya “normal”, > sebab tidak disertai keluhan-keluhan kejiwaan,” tulis Prof > Dadang dalam bukunya, Pendekatan Psikoreligi Pada > Homoseksual, terbitan Balai Penerbit FKUI, 2009. > > > > > > Prof Dadang menjelaskan, meski sesama jenis, pada > homoseksual juga terdapat pembagian peran “suami” dan > “istri”. Namun, reaksi cermburu akibat perselingkuhan di > kalangan homo jauh lebih kuat dibanding kalangan > heteroseksual atau kalangan normal. “Dalam banyak kasus > sampai pada pembunuhan,” katanya. > > > > > > Di Indonesia, beberapa kasus pembunuhan berantai > disertai mutilasi dilakukan oleh pelaku homoseks terhadap > pasangannya. Seperti kasus Ryan pada tahun 2008. > > > > > > Dalam wawancara dengan Suara Hidayatullah, Prof Dadang > menjelaskan, homoseks bukan disebabkan faktor gen atau > keturunan karena manusia diciptakan dalam kondisi fitrah. > Homoseksual terjadi karena faktor perkembangan kepribadian > anak. > > > > > > Hal ini juga didukung oleh psikolog Rita Soebagjo, > peneliti bidang psikologi Institute for the Study of Islamic > Thought and Civilizations (INSISTS). Katanya, pola asuh yang > salah adalah faktor terbesar penyebab homoseksual. > Contohnya, ada orangtua yang mengasuh atau memperlakukan > anak laki-lakinya seperti anak perempuan karena tidak punya > anak perempuan. > > > > > > Contoh pola asuh lainnya, kata Rita, anak tidak > mendapatkan gambaran sosok orangtua yang ideal. Misalnya, > ayah terlalu lemah sedangkan ibu lebih dominan. Jika > demikian, anak akan mencari identitasnya sendiri. Perempuan > menjadi tomboy karena dominasi ibu, yang laki-laki jadi > kemayu (genit). > > > > > > “Kalau sudah seperti ini, yang diterapi adalah > orangtuanya,” kata Rita. > > > > > > Menurut Rita, gejala homoseks bisa dideteksi sejak usia > dini, yakni usia 2 tahun. Pada usia itu anak akan memilih > bermain dengan teman sejenisnya. Sedangkan pada kasus > kelainan identitas gender (gender identity disorder/GID) > anak lebih suka bermain dengan lawan jenisnya. > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
