So what? Ini tidak mengubah kenyataan bahwa hadits itu cuma isapan jempol orang Parsia yang ditulis sekitar dua abad setelah kejadian yang diriwayatkan sedangkan khurafah najis al-Mushaf itu cuma terdiri dari (1) contekan teks salah satu sekte Nassrani unitarian (2) dongeng-dongeng yang beredar di Timur Tengah ketika orang Arab primitif menyusun khurafah taik anjing itu dan (3) catata adat orang arab mprimitif seperti adat nyambit setan di padang pasir dan adat muter-muter kayak orang gila disekitar Kaabah...
--- In [email protected], "Tawangalun" <tawangalun@...> wrote: > > Teolog Kristen Swedia: Tak Ada Bukti Yesus Mati Disalib > > GOTHENBURG (voa-islam.com) - Gunnar Samuelsson, seorang Kristen fanatik dan > pakar teologi Swedia menyimpulkan bahwa Yesus tidak mungkin mati disalib > karena > tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa orang-orang Romawi menyalib tahanannya > pada 2000 tahun yang lalu. > > Dalam tesis berjudul "Crucifixion in Antiquity: An Inquiry into the Background > of the New Testament Terminology of Crucifixion" (Penyaliban pada Jaman > Dahulu: > Sebuah Penyelidikan terhadap Latar Belakang Terminologi Penyaliban dalam > Perjanjian Baru), Samuelsson menyebut kisah penyaliban Yesus hanya didasarkan > pada tradisi gereja Kristen dan ilustrasi artistik, bukan pada teks-teks kuno. > > Tesis Samuelsson setebal 400 halaman itu adalah hasil studi penelitian yang > saksama terhadap teks asli. > > Teolog dari Universitas Gothenburg Swedia ini menyebut Alkitab telah > disalahartikan, karena tidak ada referensi atau pernyataan yang secara > eksplisit menyebut penggunaan paku atau untuk penyaliban. Menurutnya, dalam > Alkitab hanya tercantum bahwa Yesus membawa "staurus" menuju Kalvari, tapi ini > bukan berarti salib tetapi bisa juga berarti `tiang' > > "Masalahnya adalah deskripsi dari penyaliban tidak ada dalam literatur kuno," > kata Samuelsson dalam sebuah wawancara dengan Daily Telegraph, Sabtu > (3/7/2010). > > "Sumber-sumber yang Anda harapkan untuk menemukan pemahaman yang sesungguhnya > tentang peristiwa itu benar-benar tidak mengatakan pernyataan apapun," > tegasnya. > > ...deskripsi dari penyaliban tidak ada dalam literatur kuno... > > Dalam literatur Yunani Kuno, Latin maupun naskah Ibrani dari Homer ke abad > pertama menggambarkan sejumlah hukuman gantung, tapi tidak menyebutkan "salib" > atau "penyaliban." > > "Jika Anda mencari teks yang menggambarkan tindakan seseorang yang dipaku pada > salib, maka Anda tidak dapat menemukan di manapun kecuali pada Injil. Banyak > literatur kontemporer yang memberikan terminologi samar, termasuk literatur > Latin," lanjutnya. > > "Konsekuensinya, pemahaman kontemporer tentang penyaliban sebagai hukuman, > sangat diragukan," ujar Samuelsson kepada koran Inggris tersebut. > > "Dan yang lebih diragukan lagi, apakah hal yang sama bisa disimpulkan atas > peristiwa penyaliban Yesus. Perjanjian Baru tidak mengatakan sebanyak apa yang > ingin kita percayai," tandas Samuelsson. > > Hanya ada sedikit bukti yang menunjukkan bahwa Yesus dibiarkan mati setelah > dipaku di atas tiang salib, baik dalam literatur kuno pra-Kristen dan > ekstra-Alkitab kuno maupun Alkitab. > > ...Konsekuensinya, pemahaman kontemporer tentang penyaliban sebagai hukuman, > sangat diragukan... > > Samuelsson mengakui bahwa umat kristiani lebih mudah untuk bereaksi secara > emosional, bukan logis untuk penelitian yang sangat seksama ke jantung > imannya. > Dia menambahkan, teks-teks yang berbicara tentang eksekusi, tidak menjelaskan > bagaimana Yesus dilekatkan pada alat eksekusinya. > > "Ini adalah inti masalahnya. Teks tentang kisah-kisah sengsara yang dialami > oleh > Yesus adalah tidak tepat dan informasinya ditambah-tambahi, sebagaimana yang > diinginkan oleh kita orang Kristen," jelas Samuelsson. > > "Jika anda mencari teks yang menggambarkan kisah pemakuan orang di atas tiang > salib, anda tidak akan menemukan apapun kecuali dalam Bibel," tambahnya. > > ...Jika anda mencari teks yang menggambarkan kisah pemakuan orang di atas > tiang salib, anda tidak akan menemukan apapun kecuali dalam Bibel... > > Semua literatur kontemporer menggunakan terminologi yang samar-samar, termasuk > yang ditulis dalam bahasa Latin. Sementara itu, kata Latin "crux" tidak selalu > berarti salib, dan kata "patibulum" tidak selalu berarti palang salib. Kedua > kata tersebut digunakan dalam arti yang lebih luas daripada itu. > > Meski hasil penelitiannya menegaskan bahwa tidak ada bukti Yesus disalib, > Samuelsson mengatakan ia masih percaya bahwa Yesus anak tuhan. Ia hanya > meminta > agar umat Kristen memperbaiki pemahamannya terhadap Bibel. > > "Saya percaya bahwa orang yang disebutkan (Yesus) adalah anak Allah. Saran > saya > orang Kristen harus harus membaca teks itu, tidak seperti yang ingin kita > pikirkan. Kita harus membaca di tiap kalimat, bukan yang tersirat. Teks > Alkitab > cukup dibaca tanpa perlu menambahkan apa-apa," pungkas dosen Gothenburg > University itu. [aa] > > Paulus Anak Wedus. > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
