- Antara tahun 1949 dan 1965, di bawah rezim komunis Mao, ummat Muslim 
yang tinggal di Barat laut Cina sejumlah kurang lebih 26 juta Muslim 
dibunuh oleh tentara Cina atau mati kelaparan karena ulah dari rezim.

- Tahun 1964, peraturan Cina menggunakan orang-orang Muslim di propinsi 
Xiang untuk percobaan nuklir sebagai akibatnya, orang-orang di daerah 
tersebut ditemukan meninggal karena penyakit dan lebih dari 20.000 
anak-anak dilahirkan cacat. 210.000 orang-orang Muslim kehilangan hidup 
mereka sebagai akibat dari percobaan nuklir tersebut dan ribuan lainnya 
mengidap kanker atau lumpuh.

- Sejak tahun 1966, 10.000 orang Muslim ditahan, ditawan di camp-camp 
selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun mendekam sebagai 
tahanan di penjara Cina, disiksa dengan kejam hanya kerena mereka ingin 
hidup dengan hukum agama mereka yaitu Islam.

- Antara tahun 1995-1997 lebih dari 500.000 orang muslim ditahan tanpa 
alasan oleh penguasa Cina. Selama periode yang sama lebih dari 5.000 
orang meninggal akibat dari siksaan oleh rezim Cina atau dinyatakan 
hilang. 119 pemuda Muslim dieksekusi secara terbuka dan 5000 muslim 
ditelanjangi dan diletakkan dihadapan publik untuk dipertontonkan kepada
 50 grup/kelompok.

- Kebijakan rasisme dan pembunuhan masal terus berlangsung sampai abad ke 21:

o Wanita Muslim yang hamil tua, diambil dari rumah-rumah mereka dan 
dipaksa untuk disterilkan/dimandulkan dibawah kondisi yang tidak 
higienis (tidak bersih) dan anak-anak yang dilahirkan di luar kuota 
pemerintah dibunuh.

o Disekolah-sekolah pemerintah guru-guru wanita Muslim dilarang memakai 
kerudung dan guru laki-laki Muslim harus memotong jenggot mereka.

o Masjid-masjid dihancurkan secara bertahap.

o Murid-murid Muslim dengan sengaja disediakan makan siang selama bulan 
Ramadan sebagai bujukan untuk membatalkan puasa di siang hari.

o Penduduk Muslim diminta untuk tinggal di rumah-rumah mereka pada 
jam-jam sholat dan dilarang membawa Al-Qur’an pada waktu kerja.

o Siaran radio yang berisi ceramah-ceramah Islam di Masjd dilarang.

o Hampir setiap Masjid di Cina dipasang tanda peringatan larangan untuk 
sholat rutin berjamaah bagi mereka yang berumur kurang dari 18 tahun.

o Petani-petani Muslim menjual hasil panen mereka kepada agen-agen 
pemerintah di bawah harga standar karena mereka dilarang menjual ke 
pasar secara bebas, adapun penduduk Han (penduduk asli Cina) 
diperbolehkan berdagang tanpa campur tangan pemerintah.

Di bulan Agustus 2006, polisi masuk secara paksa ke rumah wanita Muslim 
Aminan Momixi ketika dia mengajar Al-Qur’an kepada 37 muridnya, dia 
ditahan dan murid-muridnya yang terdiri dari anak-anak yang berusia 
sangat muda sekitar 7 tahunan juga ikut ditahan. Beberapa anak tidak 
dibebaskan hingga orang tua mereka membayar denda yang berkisar 
7000-10.000 yuan (renmibi), padahal gaji rata-rata setiap tahun untuk 
seorang Muslim berkisar antara 2400 yuan.

Pada minggu terakhir terjadi serangan yang mematikan di sebuah pos 
polisi disebabkan banyaknya problem atas pelayanan keamanan Cina 
khususnya berkaitan atas tindakan rezim terhadap Muslim minoritas. 
Kelompok Mujahidin (yang berada di Turkistan Timur) berada di belakang 
operasi tersebut melontarkan kasus-kasus Muslim agar menjadi pusat 
perhatian dunia dan berusaha mengungkap kejahatan rezim Cina, juga 
menuntut tegaknya negara Islam di Cina atau kekhilafahan di Cina.

Bukan hal yang mengherankan lagi jika seruan serupapun timbul untuk 
tegaknya sistem kekhilafahan secara internasional oleh ummat Muslim yang
 ada di Burma, Kasymir, Kazakhstan, Kyrgyztan, Mongolia, Nepal dan 
Tibet, semua negara tersebut berbatasan dengan Cina atau mereka dapat 
dikatakan bertetangga. Sistem kekhilafahan ini bukan isapan jempol 
belaka dari sebuah imajinasi atau hayalan akan tetapi sistem ini telah 
tegak selama 1302 tahun dimana orang-orang (Muslim maupun non muslim) 
hidup di bawah hukum-hukum Allah (SWT) dengan damai, keamanan mereka 
terjaga dan semua kebutuhan dasarnya tersedia dengan harga yang umum.

Seorang muslim di Cina mengatakan, “Jika kamu mengatakan atau bercerita 
sedikit tentang rezim Cina maka mereka akan memotong lenganmu dan jika 
kamu bercerita banyak maka mereka akan membunuhmu.”, Muslim yang lain 
mengatakan, “Jika kamu mengatakan kebenaran tentang mereka (rezim Cina) 
maka mereka akan memotong keluar lidah saya.” Semua penyiksaan ini yang 
terjadi di Cina atas orang-orang Muslim (laki-laki, wanita dan 
anak-anak) maka itu adalah tanggung jawab dan kewajiban orang-orang 
Muslim seluruhnya secara global untuk membantu satu sama lain dalam 
rangka membebaskan diri kita sendiri dari belenggu hukum dan kekuasaan 
manusia.


________________________________
 From: muskitawati <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Thursday, July 18, 2013 6:43 PM
Subject: [proletar] Siaga 1 Cegah Ramadhan Berdarah Diseluruh Dunia !!!
 


  
Bulan Ramadhan sudah bukan rahasia lagi bagi badan keamanan negara2 seluruh 
dunia sebagai bulan siaga penuh, karena bulan suci ini para muslimin berlomba 
mengejar pahala dengan membantai dan dibantai membanjiri bulan suci ini dengan 
darah.

Cina menempatkan pasukan khususnya dalam siaga 1 di propinsi Xinjiang yang 
berbatasan dengan Turki karena propinsi ini mayoritasnya adalah muslimin.  
Setiap tahun dibulan Ramadhan sejak ribuan tahun yang lalu selalu terjadi 
pembantaian penduduk yang bukan muslim oleh muslimin setempat.  Bahkan 
pemberontakan2 di Xinjiang juga menggelora di bulan Ramadhan sehingga 
pemerintah Cina sejak dizaman kerajaan2 dizaman dulu mengirimpak pasukan 
tempurnya untuk memadamkan pemberontakan2 dan pembantaian sipil oleh mujahidin2 
yang sangat rakus pahala dan sorga.

http://www.tempo.co/read/news/2012/08/02/118420830/Cina-Larang-Puasa-bagi-Pejabat-dan-Siswa-Uighur

Seperti yang diberitakan tempo diatas, pemerintah Cina mengambil langkah2 
pengamanan yang drastis tidak mau ambil resiko sekecil apapun adanya.  Semua 
muslimin dilarang berpuasa, kalo ada pejabat negara yang ditemukan berpuasa 
langsung dipecat, sedangkan kalo ada siswa yang berpuasa akan dikeluarkan dari 
sekolah.  Ini betul2 langkah drastis yang tidak kenal ampun persis seperti juga 
jihad Islam yang tidak mengenal ampun dalam membantai siapapun yang bukan 
muslim.

Memang, ada banyak ulama yang menyangkal bahwa Ramadhan sebagai bulan bencana, 
karena dianggapnya bulan suci untuk mengejar pahala yang nilainya berpuluh kali 
lipat dari bulan2 biasanya.  Para ulama2 ini mengesampingkan bahwa bulan suci 
yang membawa rahmat, pahala berlimpah ini hanya berlaku bagi muslimin tetapi 
merupakan bencana bagi mereka yang bukan muslimin.

Setiap negara besar memiliki statistiknya sendiri2 dalam menilai kobaran 
kebencian dibulan Ramadhan ini, selain Cina yang sudah mencatat selama ribuan 
tahun maka Israel juga merupakan yang paling terpercaya catatan2nya mengenai 
banjir darah Ramadhan sebagai keharusan.  Hal ini pun terbukti jatuhnya korban 
pembantaian besar2an di Syria meningkat sampai 10x lipat dari sebelum Ramadhan.

Amerika Serikat adalah satu2nya negara didunia yang memiliki data2 study semua 
agama kepercayaan yang ada didunia ini.  Terkait agama Islam dan Ramadhan 
merupakan pengalaman tak terlupakan kejadian di Somalia, gara2 menerima tawaran 
pemberontak2 muslimin disana melakukan gencatan senjata selama dibulan 
Ramadhan.   Seluruh pasukan Amerika akhirnya mundur akibat serangan gencar 
ber-tubi2 yang berpuluh kali lipat dari serangan di-bulan2 lainnya.  Penarikan 
mundur dilakukan atas pertimbangan agar pertumpahan darah bisa dikurangi, kalo 
saja militer Amerika tetap bertahan di Somalia, maka korban dipihak Amerika 
akan banyak sekali meskipun korban dipihak lawannya juga bisa ratusan kali 
lebih banyak dan hal ini dianggap tidak perlu.

Demikianlah, perang Amerika melawan Taliban di Afghanistant mengulangi 
peristiwa lama dimana pihak Taliban mengusulkan gencatan senjata selama bulan 
Ramadhan, tapi istilahnya sekali terperosok jangan dua kali.  Amerika menolak 
gencatan senjata dibulan Ramadhan, perang berkecamuk hebat sekali, ribuan 
Taliban hangus jadi mayat dibulan Ramadhan.  Seorang konsultant ahli agama 
Islam keturunan Pakistant, menjadi pendamping G. Bush selama serangan terhadap 
Afghanistant tsb.  Konsultant ahli agama Islam inilah yang memberi masukan 
kepada Bush agar jangan terperangkap Taliban dibulan Ramadhan.  AlTaqya adalah 
Syariah Islam yang mengajarkan cara2 membohongi musuh sebagai strategi 
memenangkan perang penegakkan Syariah Islam dimuka bumi ini.

Tapi Ramadhan berdarah ini bukan cuma bisa dicegah, tapi para pelakunya pun 
bisa berhasil ditangkap sebelum terjadinya pertumpahan darah, dan hal inilah 
yang dilakukan Israel di Jerusalem Timur dimana semua muslimin dilarang masuk 
ke mesjid AlQud sehingga mengundang protest dan demonstrasi besar2an dibulan 
Ramadhan ini memaksa masuk ke AlQud.  Akibat demo2 inilah mayoritas Yahudi 
disekitarnya marah besar, mereka juga ikut berdemo mengusir Arab Muslim keluar 
dari AlQud sehingga mesjid ini tertutup bagi muslimin selama Ramadhan ini.

Ny. Muslim binti Muskitawati.


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke