Sebuah laporan yang dirilis Human Rights Watch dan Human Rights in China, 
pertengahan April ini, menghenyakkan umat Islam. Dua lembaga HAM 
terkemuka itu menuduh pemerintah Cina tengah melakukan kampanye 
menghancurkan Muslim Uighur dengan dalih memerangi terorisme. Peking, 
menurut laporan setebal 114 halaman itu, sengaja menempuh kebijakan 
penghancuran terhadap Muslim Xinjiang. 
Menurut Direktur Eksekutif Human Rights in China, Sharon Hom, tindak kekerasan 
terhadap kaum Muslim Uighur terjadi di Xinjiang Barat. Ada delapan juta 
warga Muslim yang hidup di bawah penindasan. 
Lembaga swadaya masyarakat (LSM) itu juga menegaskan, temuan mereka tak hanya 
didasarkan pada bukti di lapangan. Tapi juga, seperti dinyatakan Hom, 
pada dokumen rahasia milik pemerintah Cina dan Partai Komunis Cina yang 
menegaskan intimidasi dan perlakuan represif terhadap Muslim Xinjiang. 
Dokumen itu membuktikan berbagai tindakan penahanan, represif dan kekerasan 
yang dilakukan sebagai kebijakan negara. Sebagai contoh, setiap tahun 
aparat keamanan Cina menangkapi ribuan orang etnis Uighur dengan alasan 
yang dibuat-buat. Tindakan represif, kata Hom, juga dilakukan terhadap 
para imam masjid. Sejumlah masjid yang dianggap mencurigakan ikut 
ditutup. 
Jelas saja pemerintah Cina menolak semua tuduhan kedua LSM itu. Seorang 
pejabat Cina memastikan, tak ada tindakan represif apalagi penghancuran, 
kecuali untuk menghentikan gerakan separatis, terorisme dan 
radikalisme.
Namun, Hom menuding, keinginan Muslim Uighur memerdekakan diri tidak bisa 
dijadikan pijakan bagi Negeri Tirai Bambu itu untuk melakukan 
pelanggaran HAM. Dalam penilaiannya, pemerintah Cina memanfaatkan momen 
serangan 11 September terhadap WTC sebagai alasan menempuh langkah 
penghancuran. Berbagai penangkapan dan penyiksaan, bahkan pembunuhan 
dilakukan terhadap tokoh-tokoh Muslim setempat. “Kaum relijius di 
Xinjiang dituduh sebagai teroris,” katanya, Selasa (12/4). 
Alasan perlakuan represif terhadap warga Muslim itu dirinci oleh Muhammadi, 
dalam wawancaranya dengan Islamonline (15/4). Pertama, adanya sumber 
daya alam yang melimpah di wilayah ini, khususnya minyak. Kedua, krisis 
pertambahan penduduk menyebabkan Cina melirik wilayah ini sebagai jalan 
keluar. Selain wilayahnya seluas 1,6 juta km persegi atau sekitar 17 
persen dari luas Cina sekarang, sumber daya alamnya pun melimpah. 
Alasan lain, terang Muhammadi, Cina membutuhkan wilayah ini untuk kepentingan 
uji coba senjata nuklir. Sedikitnya, dua kali Cina melakukan percobaan 
itu di Xinjiang. Terakhir dilakukan lima tahun lalu sehingga menimbulkan petaka 
bagi warga. Khususnya, ketika wabah penyakit tersebar melalui 
tanah pertanian akibat radiasi nuklir. 
Di sisi lain, lanjut Muhammadi, pemerintah Cina melakukan pengawasan dan 
campur tangan ketat terhadap aktivitas agama, sekolah-sekolah, lembaga 
kebudayaan dan pers, bahkan terhadap individu warga. Penindasan juga 
dilakukan melalui undang-undang. Selain itu, tambah Muhammadi, terdapat 
UU tidak tertulis yang menghalangi Muslim Uighur memegang posisi penting di 
pemerintahan. Bahkan posisi nonpemerintahan juga sangat terbatas. 
“Siapa yang melakukan aktivitas agama dan dakwah atau berupaya menyebarkan 
perasaan agama di kalangan Muslim di wilayah itu, dapat dikenai hukuman 
penjara dalam waktu lama. Bahkan kadang berujung hukuman mati,” papar 
Muhammadi. Anehnya, warga non-Muslim tidak menerima perlakuan serupa. 
Berbagai laporan ini dipertegas oleh Pusat Informasi Turkistan. Situs 
lembaga ini menyebut berbagai upaya pemerintah Cina demi menghapus 
identitas Turkistan sebagai wilayah Muslim. Sebagai contoh, kata lembaga itu, 
pemerintah Cina di wilayah Kashgar pada pertengahan tahun lalu 
membakar dan memusnahkan lebih dari 32 ribu buku, di antaranya mushaf 
al-Qur’an. Bahasa Cina juga dipaksakan sebagai ganti bahasa Uighur. 
“Hak asasi warga Turkistan seperti pendidikan, kebebasan menyatakan pendapat 
dan berpindah, dikebiri,” demikian bunyi laporan lembaga itu. Provinsi 
Xinjiang, yang dulunya bernama Turkistan Timur, dihuni sekitar 20 juta 
jiwa dan 47 ras. Yang paling besar adalah etnis Uighur, Han, Kazhak, 
Mongol dan Tartar. Muslim Uighur yang masih keturunan Turki adalah ras 
terbesar di wilayah itu. Jumlahnya sekitar 40 persen dari total 
penduduk. 
Lantas, bagaimana hakikat pergolakan di kawasan itu. Inilah yang diuraikan 
secara panjang lebar oleh Dr Muhammad Sayyid Salim, guru besar ilmu 
politik dari Universitas Kairo. “Muslim Turkistan Timur terpengaruh oleh 
gerakan kebangkitan Islam yang tersebar di dunia Islam sejak dekade 
70-an abad ke-20.” Warga Xinjiang juga terpengaruh oleh gerakan 
kemerdekaan negara-negara Asia Tengah yang bertetangga dengan mereka. 
Pengaruh ini kemudian mengkristal dalam bentuk gerakan-gerakan 
kemerdekaan. Apalagi terdapat ikatan ras dan agama antara Muslim 
Turkistan Timur dan Muslim di negara-negara baru di Asia Tengah. 
Minimnya informasi tentang kondisi Muslim di Provinsi Xinjiang membuktikan satu 
hal. Tentang kesuksesan pemerintah Cina menutup akses umat Islam untuk 
mengetahui nasib saudara-saudaranya di sana. Di sisi lain, jika tak ada 
kepedulian dari dunia Islam, bukan mustahil kejayaan Islam di Turkistan 
Timur betul-betul teronggok dalam kubangan lumpur sejarah. 
Dan kehilangan sejarah, seperti bunyi sebuah ujaran bijak, ibarat anak yang 
kehilangan ayah. Mungkin saja lebih buruk, jika dunia Islam tetap diam 
seribu bahasa.


________________________________
 From: Tawangalun <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Thursday, July 18, 2013 9:58 PM
Subject: [proletar] Re: Siaga 1 Cegah Ramadhan Berdarah Diseluruh Dunia !!!
 


  
Muslim Uighur memang sekarang ini dibantai China bersuku Han,padahal Islam di 
RI gak pernah mbeleh Han.Paling Mei 98 itu karena negaranya Chaos jadi preman2 
pada cikrak2.Jadi dimana Islam minoritas biasane dibantai.Lihat opo ada wong 
sedang Waisak lalu dibantai Islam.
Jadi Islam itu apik.

Paulus Anak WEdus.

--- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@...> wrote:
>
> Bulan Ramadhan sudah bukan rahasia lagi bagi badan keamanan negara2 seluruh 
> dunia sebagai bulan siaga penuh, karena bulan suci ini para muslimin berlomba 
> mengejar pahala dengan membantai dan dibantai membanjiri bulan suci ini 
> dengan darah.
> 
> Cina menempatkan pasukan khususnya dalam siaga 1 di propinsi Xinjiang yang 
> berbatasan dengan Turki karena propinsi ini mayoritasnya adalah muslimin.  
> Setiap tahun dibulan Ramadhan sejak ribuan tahun yang lalu selalu terjadi 
> pembantaian penduduk yang bukan muslim oleh muslimin setempat.  Bahkan 
> pemberontakan2 di Xinjiang juga menggelora di bulan Ramadhan sehingga 
> pemerintah Cina sejak dizaman kerajaan2 dizaman dulu mengirimpak pasukan 
> tempurnya untuk memadamkan pemberontakan2 dan pembantaian sipil oleh 
> mujahidin2 yang sangat rakus pahala dan sorga.
> 
> http://www.tempo.co/read/news/2012/08/02/118420830/Cina-Larang-Puasa-bagi-Pejabat-dan-Siswa-Uighur
> 
> Seperti yang diberitakan tempo diatas, pemerintah Cina mengambil langkah2 
> pengamanan yang drastis tidak mau ambil resiko sekecil apapun adanya.  Semua 
> muslimin dilarang berpuasa, kalo ada pejabat negara yang ditemukan berpuasa 
> langsung dipecat, sedangkan kalo ada siswa yang berpuasa akan dikeluarkan 
> dari sekolah.  Ini betul2 langkah drastis yang tidak kenal ampun persis 
> seperti juga jihad Islam yang tidak mengenal ampun dalam membantai siapapun 
> yang bukan muslim.
> 
> Memang, ada banyak ulama yang menyangkal bahwa Ramadhan sebagai bulan 
> bencana, karena dianggapnya bulan suci untuk mengejar pahala yang nilainya 
> berpuluh kali lipat dari bulan2 biasanya.  Para ulama2 ini mengesampingkan 
> bahwa bulan suci yang membawa rahmat, pahala berlimpah ini hanya berlaku bagi 
> muslimin tetapi merupakan bencana bagi mereka yang bukan muslimin.
> 
> Setiap negara besar memiliki statistiknya sendiri2 dalam menilai kobaran 
> kebencian dibulan Ramadhan ini, selain Cina yang sudah mencatat selama ribuan 
> tahun maka Israel juga merupakan yang paling terpercaya catatan2nya mengenai 
> banjir darah Ramadhan sebagai keharusan.  Hal ini pun terbukti jatuhnya 
> korban pembantaian besar2an di Syria meningkat sampai 10x lipat dari sebelum 
> Ramadhan.
> 
> Amerika Serikat adalah satu2nya negara didunia yang memiliki data2 study 
> semua agama kepercayaan yang ada didunia ini.  Terkait agama Islam dan 
> Ramadhan merupakan pengalaman tak terlupakan kejadian di Somalia, gara2 
> menerima tawaran pemberontak2 muslimin disana melakukan gencatan senjata 
> selama dibulan Ramadhan.   Seluruh pasukan Amerika akhirnya mundur akibat 
> serangan gencar ber-tubi2 yang berpuluh kali lipat dari serangan di-bulan2 
> lainnya.  Penarikan mundur dilakukan atas pertimbangan agar pertumpahan darah 
> bisa dikurangi, kalo saja militer Amerika tetap bertahan di Somalia, maka 
> korban dipihak Amerika akan banyak sekali meskipun korban dipihak lawannya 
> juga bisa ratusan kali lebih banyak dan hal ini dianggap tidak perlu.
> 
> Demikianlah, perang Amerika melawan Taliban di Afghanistant mengulangi 
> peristiwa lama dimana pihak Taliban mengusulkan gencatan senjata selama bulan 
> Ramadhan, tapi istilahnya sekali terperosok jangan dua kali.  Amerika menolak 
> gencatan senjata dibulan Ramadhan, perang berkecamuk hebat sekali, ribuan 
> Taliban hangus jadi mayat dibulan Ramadhan.  Seorang konsultant ahli agama 
> Islam keturunan Pakistant, menjadi pendamping G. Bush selama serangan 
> terhadap Afghanistant tsb.  Konsultant ahli agama Islam inilah yang memberi 
> masukan kepada Bush agar jangan terperangkap Taliban dibulan Ramadhan.  
> AlTaqya adalah Syariah Islam yang mengajarkan cara2 membohongi musuh sebagai 
> strategi memenangkan perang penegakkan Syariah Islam dimuka bumi ini.
> 
> Tapi Ramadhan berdarah ini bukan cuma bisa dicegah, tapi para pelakunya pun 
> bisa berhasil ditangkap sebelum terjadinya pertumpahan darah, dan hal inilah 
> yang dilakukan Israel di Jerusalem Timur dimana semua muslimin dilarang masuk 
> ke mesjid AlQud sehingga mengundang protest dan demonstrasi besar2an dibulan 
> Ramadhan ini memaksa masuk ke AlQud.  Akibat demo2 inilah mayoritas Yahudi 
> disekitarnya marah besar, mereka juga ikut berdemo mengusir Arab Muslim 
> keluar dari AlQud sehingga mesjid ini tertutup bagi muslimin selama Ramadhan 
> ini.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke