Pemerintah Cina jelas bersalah dalam banyak kasus pelanggaran HAM termasuk di 
Xinjiang.

Tapi kita juga tidak bisa menutup mata, muslimin dan Uighur yang dikendalikan 
oleh kepercayaan agamanya juga melakukan tindakan2 yang melanggar HAM.  Bahkan 
melawan pemerintah untuk mendirikan negara syariah Islam sendiri terpisah dari 
Cina.

Jadi kesalahan muslimin di Xinjiang sama dengan kesalahan muslim Arab 
Palestina, sama dengan kesalahan muslimin Rohingya di Myanmar, sama dengan 
kesalahan muslimin di Indonesia, dimana mereka semua bukan berjuang untuk 
perdamaian melalui kompromi.

Kejahatan dan pelanggaran HAM dalam ajaran Islam akhirnya juga dimanfaatkan 
pemerintah Cina sebagai alasan untuk melakukan hal yang sama.

Dan ini bukan cuma terjadi di Cina, juga di Syria membantai sesama Islam, juga 
di Mesir, di Pakistant, di Afghanistant dan diseluruh dunia.

Jangan menyalahkan orang lain yang memanfaatkan kesalahan yang kita perbuat.

Ny. Muslim binti Muskitawati.











--- In [email protected], Omar moyo moyo <omarmoyo@...> wrote:
>
> - Antara tahun 1949 dan 1965, di bawah rezim komunis Mao, ummat Muslim 
> yang tinggal di Barat laut Cina sejumlah kurang lebih 26 juta Muslim 
> dibunuh oleh tentara Cina atau mati kelaparan karena ulah dari rezim.
> 
> - Tahun 1964, peraturan Cina menggunakan orang-orang Muslim di propinsi 
> Xiang untuk percobaan nuklir sebagai akibatnya, orang-orang di daerah 
> tersebut ditemukan meninggal karena penyakit dan lebih dari 20.000 
> anak-anak dilahirkan cacat. 210.000 orang-orang Muslim kehilangan hidup 
> mereka sebagai akibat dari percobaan nuklir tersebut dan ribuan lainnya 
> mengidap kanker atau lumpuh.
> 
> - Sejak tahun 1966, 10.000 orang Muslim ditahan, ditawan di camp-camp 
> selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun mendekam sebagai 
> tahanan di penjara Cina, disiksa dengan kejam hanya kerena mereka ingin 
> hidup dengan hukum agama mereka yaitu Islam.
> 
> - Antara tahun 1995-1997 lebih dari 500.000 orang muslim ditahan tanpa 
> alasan oleh penguasa Cina. Selama periode yang sama lebih dari 5.000 
> orang meninggal akibat dari siksaan oleh rezim Cina atau dinyatakan 
> hilang. 119 pemuda Muslim dieksekusi secara terbuka dan 5000 muslim 
> ditelanjangi dan diletakkan dihadapan publik untuk dipertontonkan kepada
>  50 grup/kelompok.
> 
> - Kebijakan rasisme dan pembunuhan masal terus berlangsung sampai abad ke 21:
> 
> o Wanita Muslim yang hamil tua, diambil dari rumah-rumah mereka dan 
> dipaksa untuk disterilkan/dimandulkan dibawah kondisi yang tidak 
> higienis (tidak bersih) dan anak-anak yang dilahirkan di luar kuota 
> pemerintah dibunuh.
> 
> o Disekolah-sekolah pemerintah guru-guru wanita Muslim dilarang memakai 
> kerudung dan guru laki-laki Muslim harus memotong jenggot mereka.
> 
> o Masjid-masjid dihancurkan secara bertahap.
> 
> o Murid-murid Muslim dengan sengaja disediakan makan siang selama bulan 
> Ramadan sebagai bujukan untuk membatalkan puasa di siang hari.
> 
> o Penduduk Muslim diminta untuk tinggal di rumah-rumah mereka pada 
> jam-jam sholat dan dilarang membawa Al-Qur’an pada waktu kerja.
> 
> o Siaran radio yang berisi ceramah-ceramah Islam di Masjd dilarang.
> 
> o Hampir setiap Masjid di Cina dipasang tanda peringatan larangan untuk 
> sholat rutin berjamaah bagi mereka yang berumur kurang dari 18 tahun.
> 
> o Petani-petani Muslim menjual hasil panen mereka kepada agen-agen 
> pemerintah di bawah harga standar karena mereka dilarang menjual ke 
> pasar secara bebas, adapun penduduk Han (penduduk asli Cina) 
> diperbolehkan berdagang tanpa campur tangan pemerintah.
> 
> Di bulan Agustus 2006, polisi masuk secara paksa ke rumah wanita Muslim 
> Aminan Momixi ketika dia mengajar Al-Qur’an kepada 37 muridnya, dia 
> ditahan dan murid-muridnya yang terdiri dari anak-anak yang berusia 
> sangat muda sekitar 7 tahunan juga ikut ditahan. Beberapa anak tidak 
> dibebaskan hingga orang tua mereka membayar denda yang berkisar 
> 7000-10.000 yuan (renmibi), padahal gaji rata-rata setiap tahun untuk 
> seorang Muslim berkisar antara 2400 yuan.
> 
> Pada minggu terakhir terjadi serangan yang mematikan di sebuah pos 
> polisi disebabkan banyaknya problem atas pelayanan keamanan Cina 
> khususnya berkaitan atas tindakan rezim terhadap Muslim minoritas. 
> Kelompok Mujahidin (yang berada di Turkistan Timur) berada di belakang 
> operasi tersebut melontarkan kasus-kasus Muslim agar menjadi pusat 
> perhatian dunia dan berusaha mengungkap kejahatan rezim Cina, juga 
> menuntut tegaknya negara Islam di Cina atau kekhilafahan di Cina.
> 
> Bukan hal yang mengherankan lagi jika seruan serupapun timbul untuk 
> tegaknya sistem kekhilafahan secara internasional oleh ummat Muslim yang
>  ada di Burma, Kasymir, Kazakhstan, Kyrgyztan, Mongolia, Nepal dan 
> Tibet, semua negara tersebut berbatasan dengan Cina atau mereka dapat 
> dikatakan bertetangga. Sistem kekhilafahan ini bukan isapan jempol 
> belaka dari sebuah imajinasi atau hayalan akan tetapi sistem ini telah 
> tegak selama 1302 tahun dimana orang-orang (Muslim maupun non muslim) 
> hidup di bawah hukum-hukum Allah (SWT) dengan damai, keamanan mereka 
> terjaga dan semua kebutuhan dasarnya tersedia dengan harga yang umum.
> 
> Seorang muslim di Cina mengatakan, “Jika kamu mengatakan atau bercerita 
> sedikit tentang rezim Cina maka mereka akan memotong lenganmu dan jika 
> kamu bercerita banyak maka mereka akan membunuhmu.”, Muslim yang lain 
> mengatakan, “Jika kamu mengatakan kebenaran tentang mereka (rezim Cina) 
> maka mereka akan memotong keluar lidah saya.” Semua penyiksaan ini yang 
> terjadi di Cina atas orang-orang Muslim (laki-laki, wanita dan 
> anak-anak) maka itu adalah tanggung jawab dan kewajiban orang-orang 
> Muslim seluruhnya secara global untuk membantu satu sama lain dalam 
> rangka membebaskan diri kita sendiri dari belenggu hukum dan kekuasaan 
> manusia.
> 
> 
> ________________________________
>  From: muskitawati <muskitawati@...>
> To: [email protected] 
> Sent: Thursday, July 18, 2013 6:43 PM
> Subject: [proletar] Siaga 1 Cegah Ramadhan Berdarah Diseluruh Dunia !!!
>  
> 
> 
>   
> Bulan Ramadhan sudah bukan rahasia lagi bagi badan keamanan negara2 seluruh 
> dunia sebagai bulan siaga penuh, karena bulan suci ini para muslimin berlomba 
> mengejar pahala dengan membantai dan dibantai membanjiri bulan suci ini 
> dengan darah.
> 
> Cina menempatkan pasukan khususnya dalam siaga 1 di propinsi Xinjiang yang 
> berbatasan dengan Turki karena propinsi ini mayoritasnya adalah muslimin.  
> Setiap tahun dibulan Ramadhan sejak ribuan tahun yang lalu selalu terjadi 
> pembantaian penduduk yang bukan muslim oleh muslimin setempat.  Bahkan 
> pemberontakan2 di Xinjiang juga menggelora di bulan Ramadhan sehingga 
> pemerintah Cina sejak dizaman kerajaan2 dizaman dulu mengirimpak pasukan 
> tempurnya untuk memadamkan pemberontakan2 dan pembantaian sipil oleh 
> mujahidin2 yang sangat rakus pahala dan sorga.
> 
> http://www.tempo.co/read/news/2012/08/02/118420830/Cina-Larang-Puasa-bagi-Pejabat-dan-Siswa-Uighur
> 
> Seperti yang diberitakan tempo diatas, pemerintah Cina mengambil langkah2 
> pengamanan yang drastis tidak mau ambil resiko sekecil apapun adanya.  Semua 
> muslimin dilarang berpuasa, kalo ada pejabat negara yang ditemukan berpuasa 
> langsung dipecat, sedangkan kalo ada siswa yang berpuasa akan dikeluarkan 
> dari sekolah.  Ini betul2 langkah drastis yang tidak kenal ampun persis 
> seperti juga jihad Islam yang tidak mengenal ampun dalam membantai siapapun 
> yang bukan muslim.
> 
> Memang, ada banyak ulama yang menyangkal bahwa Ramadhan sebagai bulan 
> bencana, karena dianggapnya bulan suci untuk mengejar pahala yang nilainya 
> berpuluh kali lipat dari bulan2 biasanya.  Para ulama2 ini mengesampingkan 
> bahwa bulan suci yang membawa rahmat, pahala berlimpah ini hanya berlaku bagi 
> muslimin tetapi merupakan bencana bagi mereka yang bukan muslimin.
> 
> Setiap negara besar memiliki statistiknya sendiri2 dalam menilai kobaran 
> kebencian dibulan Ramadhan ini, selain Cina yang sudah mencatat selama ribuan 
> tahun maka Israel juga merupakan yang paling terpercaya catatan2nya mengenai 
> banjir darah Ramadhan sebagai keharusan.  Hal ini pun terbukti jatuhnya 
> korban pembantaian besar2an di Syria meningkat sampai 10x lipat dari sebelum 
> Ramadhan.
> 
> Amerika Serikat adalah satu2nya negara didunia yang memiliki data2 study 
> semua agama kepercayaan yang ada didunia ini.  Terkait agama Islam dan 
> Ramadhan merupakan pengalaman tak terlupakan kejadian di Somalia, gara2 
> menerima tawaran pemberontak2 muslimin disana melakukan gencatan senjata 
> selama dibulan Ramadhan.   Seluruh pasukan Amerika akhirnya mundur akibat 
> serangan gencar ber-tubi2 yang berpuluh kali lipat dari serangan di-bulan2 
> lainnya.  Penarikan mundur dilakukan atas pertimbangan agar pertumpahan darah 
> bisa dikurangi, kalo saja militer Amerika tetap bertahan di Somalia, maka 
> korban dipihak Amerika akan banyak sekali meskipun korban dipihak lawannya 
> juga bisa ratusan kali lebih banyak dan hal ini dianggap tidak perlu.
> 
> Demikianlah, perang Amerika melawan Taliban di Afghanistant mengulangi 
> peristiwa lama dimana pihak Taliban mengusulkan gencatan senjata selama bulan 
> Ramadhan, tapi istilahnya sekali terperosok jangan dua kali.  Amerika menolak 
> gencatan senjata dibulan Ramadhan, perang berkecamuk hebat sekali, ribuan 
> Taliban hangus jadi mayat dibulan Ramadhan.  Seorang konsultant ahli agama 
> Islam keturunan Pakistant, menjadi pendamping G. Bush selama serangan 
> terhadap Afghanistant tsb.  Konsultant ahli agama Islam inilah yang memberi 
> masukan kepada Bush agar jangan terperangkap Taliban dibulan Ramadhan.  
> AlTaqya adalah Syariah Islam yang mengajarkan cara2 membohongi musuh sebagai 
> strategi memenangkan perang penegakkan Syariah Islam dimuka bumi ini.
> 
> Tapi Ramadhan berdarah ini bukan cuma bisa dicegah, tapi para pelakunya pun 
> bisa berhasil ditangkap sebelum terjadinya pertumpahan darah, dan hal inilah 
> yang dilakukan Israel di Jerusalem Timur dimana semua muslimin dilarang masuk 
> ke mesjid AlQud sehingga mengundang protest dan demonstrasi besar2an dibulan 
> Ramadhan ini memaksa masuk ke AlQud.  Akibat demo2 inilah mayoritas Yahudi 
> disekitarnya marah besar, mereka juga ikut berdemo mengusir Arab Muslim 
> keluar dari AlQud sehingga mesjid ini tertutup bagi muslimin selama Ramadhan 
> ini.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
> 
> 
>  
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke