Saya kira banyak orang Indonesia tahu pengurasan dan pemborosan uang negara yang dilakukan oleh orang-orang yang telah mereka pilih sebagai wakil mùereka di berbagai Dewan sementara kerja wakil mereka itu tidak kelihatan banyak hasilnya...
'Studi banding' yang sering mereka lakukan jelas artinya "pakansi dengan uang negara" Lalu gaji yang begitu besar, plus uang tunjangan ini itu yang mereka terima tiap bulan... (Berapa juta rupiah gaji seorang profesor di Universitas negeri di Indonesia?) Yang saya lihat - dan saya salahkan - adalah para pemilih yang ternyata telah dikibuli oleh wakil mereka tapi tidak berbuat apa-apa menuntut janji wakil mereka. --- In [EMAIL PROTECTED], "Gsuryana" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Apa hal ini tidak dikarenakan oleh Presiden yang terpilih langsung sedang di > parlemen > tidak mendapat suara memadai ?, sehingga untuk 'membantu' kinerja Presiden > dalam hal ini eksekutif maka parlemen 'harus' dininabobo kan, kemudian > berita di sebar bahwa parlemen tidak peduli dengan kondisi negara yang masih > labil. > (...) Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
