"heri latief" bicara tentang "perjuangan menegakkan keadilan".

Yang kita lihat disini dia rajin menyebar fitnah dan unjuk kedunguan...

Kebusukan dan kenistaan fikiran.

Ribut-ribut tentang orang yang mau memukul saya sembari dibumbui
dengan kibulan, dusta dan fitrnah...

Orang yang nota bene mau memukul saya karena saya menolak membatalkan
keputusan rapat yang tidak dihadirinya.

Dan "heri latief" bicara tentang "perjuangan menegakkan keadilan".

Amboi...


--- In [email protected], "heri latief" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> pendapat oom hendrik betul itu, asapnya rokok keretek bisa nyihir 
> orang jadi sejenis hondje juga.
> 
> apa oom hendrik pernah bilang ke orang indonesia di tempatnya oom? 
> musti dibilangin oom, kalok kagak kebablasan ngereteknye, ntar bisa 
> lupa tuh ama perjuangan menegakkan keadilan.
> 
> --- In [email protected], "Sunny" <ambon@> wrote:
> 
> Bagaimana bisa mendukung, kalau lebih senang berpesta ria makan 
> krupuk merekok kretek di KBRI dari pada membawa masalah ke forum 
> internasional?
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: heri latief 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Friday, September 07, 2007 11:59 AM
>   Subject: [proletar] Re: Munir tentang Manusia dan Kemanusiaan - 
> Demo "Munir" Padati Jakarta Hari Ini - Hubungan Masyarakat dan Komnas 
> HAM Agak Jauh
> 
> 
>   kawan2 pemerhati indonesia, 
> 
>   bacalah berita di bawah ini. 
> 
>   kawan2 kita di indonesia sedang aktif menuntut keadilan. dukunglah 
> kawan2 kita di indonesia. lupakan sejenak soal hondje-nya van mook, 
> ada persoalan yg lebih urgent, di indonesia jutaan orang tertindas, 
> miskin dan sengsara.
> 
>   terima kasih atas perhatiannya.
> 
>   salam, heri latief
>   amsterdam
> 
>   --- In [EMAIL PROTECTED], "HKSIS" <SADAR@> wrote:
> 
>   KOMPAS - Jumat, 07 September 2007
> 
>   Peringatan 3 Tahun
>   Munir tentang Manusia dan Kemanusiaan
> 
>   B Josie Susilo Hardianto
> 
>   Apakah manusia sehingga ia diperhatikan? Sejauh mana manusia begitu
>   penting di hadapan Allah, penciptanya?
> 
>   Jumat, 7 September 2007, tepat tiga tahun Munir meninggal. Ia tewas 
> di
>   dalam pesawat Garuda yang membawanya menuju Belanda untuk studi 
> lanjut.
>   Laporan forensik menyebutkan, ia meninggal karena racun. Penyidikan 
> terus
>   dilakukan dan proses pengadilan atas kasus itu tengah berjalan 
> meskipun
>   dibayang-bayangi ketidakjelasan apakah semua yang bertanggung jawab 
> atas
>   kematiannya akan dihukum.
> 
>   Aktivis hak asasi manusia, Panda Nababan, dalam jumpa pers di Kantor
>   Kontras, Rabu (5/9), mengatakan, kita selayaknya bersyukur Allah
>   menghadirkan Munir yang sebagian hidupnya diabdikan kepada korban
>   pelanggaran hak asasi manusia. Posisi yang dipilih dan kehadirannya
>   mengingatkan semua tentang Allah yang berpihak kepada yang lemah dan
>   disisihkan, teraniaya dan tidak dipedulikan, yang papa dan sengsara 
> karena
>   ketidakadilan.
> 
>   Kerelaan dan kesetiaannya bersekawan pada korban menjadi gugatan 
> atas
>   struktur kekuasaan yang sering melalaikan manusia dan kemanusiaan. 
> Pada sisi
>   lain, Munir hadir sebagai bentuk nyata dari wujud kepedulian dan
>   keberpihakan kepada warga yang seharusnya merupakan bagian dari 
> tanggung
>   jawab moral dan etis dari tindakan politik negara.
> 
>   Manusia didudukkan pada posisi mulia, dihormati sebagaimana setiap
>   manusia menghormati diri mereka sendiri. Sikap yang dipilihnya itu, 
> bagi
>   para aktivis hak asasi manusia di Indonesia, dinilai sebagai 
> jawaban kunci
>   Munir dalam menentang kekerasan yang adalah bentuk antikemanusiaan.
> 
>   Pada titik itu, Munir direfleksikan tengah membangun transendensi 
> diri
>   dalam melihat manusia dan kemanusiaan. Spiritualitas yang digulati 
> Munir,
>   menurut rekan sejawatnya, Usman Hamid, dilaluinya dalam pergulatan 
> yang tak
>   sederhana.
> 
>   Munir pernah mengalami fase "militan" dalam beragama. Namun, dalam
>   masa berikutnya, sikapnya itu berkembang. "Menolong orang bukan 
> semata-mata
>   karena itu ajaran agama, tetapi menolong adalah menolong karena 
> mereka
>   adalah sesama," kata Usman menirukan Munir.
> 
>   Sikapnya melampaui sekat formalitas agama. Ia menyentuh orang 
> langsung
>   dalam semua bentuk aslinya. Bagi Usman, Munir mampu 
> mengaktualisasikan
>   imannya dalam konteks hidup sehari-hari dan dalam setiap 
> pilihannya. Munir
>   mampu membawakan Islam sebagai rahmat bagi semua.
> 
>   Sikap dan pemikiran Munir itulah yang juga merasuki rekan- rekannya
>   saat ini sehingga dalam peringatan tiga tahun Munir mereka 
> menggelar Munir
>   Memorial Lecture bertajuk "Teologi Kemanusiaan Menuju Keadilan 
> Universal" di
>   Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta.
> 
>   Dalam kuliah yang digelar Kamis (6/9) malam itu, Prof Dr Komaruddin
>   Hidayat mengatakan, Indonesia adalah bangsa yang tengah menjadi. 
> Kasus Munir
>   merupakan batu uji dari pembentukan bangsa itu. Gagal tidaknya 
> Indonesia
>   menyelesaikan kasus itu dan merefleksikannya demi masa depan 
> merupakan batu
>   uji dari pembentukan bangsa itu.
> 
>   Mengapa? Karena pembunuhan Munir, ungkap Komaruddin, bukan persoalan
>   personal, tetapi pembunuhan itu merupakan kejahatan terhadap 
> kemanusiaan.
>   Hadir juga dalam kuliah itu Prof Dr Soetandyo Wignyosoebroto dan 
> Budhy
>   Munawar- Rachman.
> 
>   Hak hidup
> 
>   Pembantu Dekan III Fakultas Syariah UIN, Yayan Sophian, mengatakan,
>   dalam kuliah itu dibahas pandangan Islam tentang hak asasi manusia. 
> Menurut
>   dia, Islam tidak menentang hak asasi manusia. Refleksi bahwa Allah
>   menghormati dan memuliakan manusia merupakan dasar sikap beriman 
> untuk juga
>   menghormati manusia.
> 
>   Sikap Munir dapat dinilai sebagai aktualisasi hidup beriman itu.
>   Pilihannya merupakan upaya membangun harapan di tengah kenestapaan 
> dan
>   deraan kekerasan penguasa. Penghormatan terhadap hak hidup 
> seseorang yang
>   sedemikian dihormati Allah merupakan bagian integral dari ajaran 
> dan sikap
>   beriman. Di situlah peringatan tiga tahun kematian Munir memperoleh
>   dimensinya yang lain.
> 
>   Demo "Munir" Padati Jakarta Hari Ini
>   Jum'at, 07 September 2007 | 07:17 WIB
> 
>   TEMPO Interaktif, Jakarta:Tiga aksi unjuk rasa menyikapi kematian 
> Munir
>   direncanakan berlangsung hari ini. Selain dua unjuk rasa yang saling
>   bertentangan menyikapi kematian aktivis hak asasi manusia tersebut, 
> salah
>   satu komunitas akan menyuguhkan pentas teater.
> 
>   Informasi tersebut disampaikan oleh pusat pengaturan lalu lintas 
> (Traffic
>   management Center--TMC) kepolisian daerah metro Jakarta raya. Data 
> dari
>   Direktorat Lalu Lintas dan Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya 
> menyatakan
>   beberapa aksi unjuk rasa tersebut digawangi 50 hingga 300 orang.
> 
>   Namun sebelum aksi "Munir", pada pagi hari jalanan di kawasan 
> Kemayoran
>   Jakarta Pusat akan terlebih dahulu dipadati lautan massa. Sekitar 
> pukul
>   08.00 Wib, Serikat Pekerja PT Angkasa Pura akan berunjuk rasa di 
> Kantor
>   Angkasa Pura Kota Baru Bandar Kemayoran Jakarta Pusat, untuk meminta
>   Direktur Personalia PT.API Mundur dari jabatannya. Massa 
> diperkirakan
>   berjumlah 250 Orang.
> 
>   Barulah pada pukul 13.00 WIB, 300 massa dari KONTRAS akan menggelar 
> aksi di
>   Kantor Badan Intelijen Negara Jl. Kalibata Jakarta selatan. Selain 
> di kantor
>   BIN, aksi mereka lanjutkan ke Depan Istana Negara Jl. Merdeka Utara 
> Jakarta
>   Pusat, dalam rangka meminta penyelesaian kasus meninggalnya Munir .
> 
>   Aksi yang KONTRAS dikantor BIN rupanya akan disikapi berlawanan 
> oleh Forum
>   Betawi Rempug (FBR). Pukul 13.00 WIB, FBR akan menyikapi unjuk rasa 
> KONTRAS
>   di kantor BIN.
> 
>   Tak cukup dua aksi tersebut, komite solidaritas untuk Munir (KASUM)
>   menggelar Pementasan Theatre Refleksi 3 tahun kematian munir di Tugu
>   Proklamasi Jl. Proklamasi Jakarta Pusat. Pentas yang berjalan 
> sekitar pukul
>   19.30 WIB tersebut diawaki 300 orang massa.
> 
>   FERY FIRMANSYAH
> 
>   SUARA PEMBARUAN DAILY
>   ----------------------------------------------------------
> 
>   Hubungan Masyarakat dan Komnas HAM Agak Jauh
> 
>   [JAKARTA] Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) 
> Ifdhal Kasim
>   menyatakan akan memperbaiki sistem pelayanan pengaduan guna 
> memulihkan
>   kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tersebut. Selain itu, akan 
> dilakukan
>   pembenahan-pembenahan karena selama ini Komnas HAM terkesan jauh 
> dari
>   masyarakat.
> 
>   "Selama ini hubungan masyarakat dan Komnas HAM agak jauh. Ini yang 
> perlu
>   diubah agar kita dipercaya kembali. Ini prioritas kami dua tahun ke 
> depan.
>   Kita akan lakukan quick respon dan melakukan evaluasi," kata 
> Ifdhal, usai
>   terpilih sebagai Ketua Komnas HAM di Jakarta, Rabu (5/9).
> 
>   Dikatakan, pembenahan internal akan dilakukan dengan konsolidasi 
> tingkat
>   staf dan sekretariat Komnas HAM. Konsolidasi eksternal juga akan 
> dilakukan
>   seperti pembenahan pengaduan masyarakat atau korban ke pihak Komnas 
> HAM.
>   Untuk itu, Komnas HAM juga akan menambah kantor perwakilan daerah 
> yang baru
>   di NTB dan Riau serta melakukan revitalisasi kantor wilayah yang 
> sudah ada
>   seperti di Aceh, Pontianak, Padang, Papua, Ambon dan Palu. 
> Diharapkan kantor
>   wilayah itu bisa langsung menerima pengaduan masyarakat sehingga 
> tidak
>   langsung ke Jakarta.
> 
>   Saat disinggung apakah berani melakukan pemanggilan terhadap oknum 
> pelanggar
>   HAM, mantan Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi 
> Masyarakat (Elsam)
>   ini mengaku tidak akan tebang pilih. "Saya kira untuk kepentingan 
> semua
>   pihak siapa saja bisa dipanggil termasuk militer," ujarnya.
> 
>   Dalam kesempatan itu, Ifdhal juga mengomentari kasus Munir dimana 
> seluruh
>   jajaran Komnas HAM akan lebih mendalami kasus pembunuhan aktivis HAM
>   tersebut. Komnas HAM berjanji akan terus mengikuti perkembangannya 
> sebab
>   kini masih dalam persidangan peninjauan kembali (PK). Salah satu 
> upaya
>   tersebut adalah dengan cara membentuk opini.
> 
>   "Ini kami akan coba apa yang bisa kami lakukan. Karena berdasarkan 
> UU
>   39/1999 tentang HAM, Komnas HAM punya semacam power untuk memberi 
> opini
>   terhadap jalannya kasus yang berdimensi HAM. Jadi peluang ini yang 
> kami
>   coba," ujarnya.
> 
>   Seperti diberitakan SP (Rabu, 5/9), sejumlah program mendesak akan 
> ditangani
>   Komnas HAM seperti kasus Lumpur Lapindo-Sidoarjo, Talangsari-
> Lampung, Alas
>   Telogo-Pasuruan dan juga kasus Munir serta menindaklanjuti kasus 
> orang
>   hilang yang masih terhambat di Kejakasaan Agung.
> 
>   Ifdal terpilih menjadi Ketua Komnas HAM menggantikan Abdul Hakim 
> Garuda
>   Nusantara. Jabatan tersebut akan dipegangnya selama 2,5 tahun yaitu
>   September 2007 hingga Maret 2010. Sementara itu untuk Wakil Ketua 
> Internal
>   Komnas HAM dijabat oleh M Ridha, setelah mengantongi sembilan 
> suara. M Ridha
>   mengalahkan dua kandidat lain, yakni Hesti Armi Wulan dan HM Kabul 
> yang
>   masing-masing mendapat satu suara. Untuk Wakil Ketua Eksternal 
> Komnas HAM
>   terpilih Hesti Armi Wulan yang mendapatkan delapan suara 
> mengalahkan HM
>   Kabul dan Abdul Munir Mulkhan. [E-5]
> 
>   ----------------------------------------------------------
>   Last modified: 6/9/07
> 
>   
>   http://progind.net/
>   kolektif info coup d'etat 65: kebenaran untuk keadilan
> 
>   http://herilatief.wordpress.com/
>




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke