kawan2 pemerhati indonesia, 
   
  bacalah berita di bawah ini. 
   
  kawan2 kita di indonesia sedang aktif menuntut keadilan. dukunglah kawan2 
kita di indonesia. lupakan sejenak soal hondje-nya van mook, ada persoalan yg 
lebih urgent, di indonesia jutaan orang tertindas, miskin dan sengsara.
   
  terima kasih atas perhatiannya.
   
  salam, heri latief
  amsterdam
   
  --- In [EMAIL PROTECTED], "HKSIS" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
   
  KOMPAS - Jumat, 07 September 2007

Peringatan 3 Tahun
Munir tentang Manusia dan Kemanusiaan


B Josie Susilo Hardianto

Apakah manusia sehingga ia diperhatikan? Sejauh mana manusia begitu
penting di hadapan Allah, penciptanya?

Jumat, 7 September 2007, tepat tiga tahun Munir meninggal. Ia tewas di
dalam pesawat Garuda yang membawanya menuju Belanda untuk studi lanjut.
Laporan forensik menyebutkan, ia meninggal karena racun. Penyidikan terus
dilakukan dan proses pengadilan atas kasus itu tengah berjalan meskipun
dibayang-bayangi ketidakjelasan apakah semua yang bertanggung jawab atas
kematiannya akan dihukum.

Aktivis hak asasi manusia, Panda Nababan, dalam jumpa pers di Kantor
Kontras, Rabu (5/9), mengatakan, kita selayaknya bersyukur Allah
menghadirkan Munir yang sebagian hidupnya diabdikan kepada korban
pelanggaran hak asasi manusia. Posisi yang dipilih dan kehadirannya
mengingatkan semua tentang Allah yang berpihak kepada yang lemah dan
disisihkan, teraniaya dan tidak dipedulikan, yang papa dan sengsara karena
ketidakadilan.

Kerelaan dan kesetiaannya bersekawan pada korban menjadi gugatan atas
struktur kekuasaan yang sering melalaikan manusia dan kemanusiaan. Pada sisi
lain, Munir hadir sebagai bentuk nyata dari wujud kepedulian dan
keberpihakan kepada warga yang seharusnya merupakan bagian dari tanggung
jawab moral dan etis dari tindakan politik negara.

Manusia didudukkan pada posisi mulia, dihormati sebagaimana setiap
manusia menghormati diri mereka sendiri. Sikap yang dipilihnya itu, bagi
para aktivis hak asasi manusia di Indonesia, dinilai sebagai jawaban kunci
Munir dalam menentang kekerasan yang adalah bentuk antikemanusiaan.

Pada titik itu, Munir direfleksikan tengah membangun transendensi diri
dalam melihat manusia dan kemanusiaan. Spiritualitas yang digulati Munir,
menurut rekan sejawatnya, Usman Hamid, dilaluinya dalam pergulatan yang tak
sederhana.

Munir pernah mengalami fase "militan" dalam beragama. Namun, dalam
masa berikutnya, sikapnya itu berkembang. "Menolong orang bukan semata-mata
karena itu ajaran agama, tetapi menolong adalah menolong karena mereka
adalah sesama," kata Usman menirukan Munir.

Sikapnya melampaui sekat formalitas agama. Ia menyentuh orang langsung
dalam semua bentuk aslinya. Bagi Usman, Munir mampu mengaktualisasikan
imannya dalam konteks hidup sehari-hari dan dalam setiap pilihannya. Munir
mampu membawakan Islam sebagai rahmat bagi semua.

Sikap dan pemikiran Munir itulah yang juga merasuki rekan- rekannya
saat ini sehingga dalam peringatan tiga tahun Munir mereka menggelar Munir
Memorial Lecture bertajuk "Teologi Kemanusiaan Menuju Keadilan Universal" di
Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta.

Dalam kuliah yang digelar Kamis (6/9) malam itu, Prof Dr Komaruddin
Hidayat mengatakan, Indonesia adalah bangsa yang tengah menjadi. Kasus Munir
merupakan batu uji dari pembentukan bangsa itu. Gagal tidaknya Indonesia
menyelesaikan kasus itu dan merefleksikannya demi masa depan merupakan batu
uji dari pembentukan bangsa itu.

Mengapa? Karena pembunuhan Munir, ungkap Komaruddin, bukan persoalan
personal, tetapi pembunuhan itu merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Hadir juga dalam kuliah itu Prof Dr Soetandyo Wignyosoebroto dan Budhy
Munawar- Rachman.

Hak hidup

Pembantu Dekan III Fakultas Syariah UIN, Yayan Sophian, mengatakan,
dalam kuliah itu dibahas pandangan Islam tentang hak asasi manusia. Menurut
dia, Islam tidak menentang hak asasi manusia. Refleksi bahwa Allah
menghormati dan memuliakan manusia merupakan dasar sikap beriman untuk juga
menghormati manusia.

Sikap Munir dapat dinilai sebagai aktualisasi hidup beriman itu.
Pilihannya merupakan upaya membangun harapan di tengah kenestapaan dan
deraan kekerasan penguasa. Penghormatan terhadap hak hidup seseorang yang
sedemikian dihormati Allah merupakan bagian integral dari ajaran dan sikap
beriman. Di situlah peringatan tiga tahun kematian Munir memperoleh
dimensinya yang lain.



Demo "Munir" Padati Jakarta Hari Ini
Jum'at, 07 September 2007 | 07:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tiga aksi unjuk rasa menyikapi kematian Munir
direncanakan berlangsung hari ini. Selain dua unjuk rasa yang saling
bertentangan menyikapi kematian aktivis hak asasi manusia tersebut, salah
satu komunitas akan menyuguhkan pentas teater.

Informasi tersebut disampaikan oleh pusat pengaturan lalu lintas (Traffic
management Center--TMC) kepolisian daerah metro Jakarta raya. Data dari
Direktorat Lalu Lintas dan Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya menyatakan
beberapa aksi unjuk rasa tersebut digawangi 50 hingga 300 orang.

Namun sebelum aksi "Munir", pada pagi hari jalanan di kawasan Kemayoran
Jakarta Pusat akan terlebih dahulu dipadati lautan massa. Sekitar pukul
08.00 Wib, Serikat Pekerja PT Angkasa Pura akan berunjuk rasa di Kantor
Angkasa Pura Kota Baru Bandar Kemayoran Jakarta Pusat, untuk meminta
Direktur Personalia PT.API Mundur dari jabatannya. Massa diperkirakan
berjumlah 250 Orang.

Barulah pada pukul 13.00 WIB, 300 massa dari KONTRAS akan menggelar aksi di
Kantor Badan Intelijen Negara Jl. Kalibata Jakarta selatan. Selain di kantor
BIN, aksi mereka lanjutkan ke Depan Istana Negara Jl. Merdeka Utara Jakarta
Pusat, dalam rangka meminta penyelesaian kasus meninggalnya Munir .

Aksi yang KONTRAS dikantor BIN rupanya akan disikapi berlawanan oleh Forum
Betawi Rempug (FBR). Pukul 13.00 WIB, FBR akan menyikapi unjuk rasa KONTRAS
di kantor BIN.

Tak cukup dua aksi tersebut, komite solidaritas untuk Munir (KASUM)
menggelar Pementasan Theatre Refleksi 3 tahun kematian munir di Tugu
Proklamasi Jl. Proklamasi Jakarta Pusat. Pentas yang berjalan sekitar pukul
19.30 WIB tersebut diawaki 300 orang massa.

FERY FIRMANSYAH

SUARA PEMBARUAN DAILY
--------------------------------------------------------------------------------

Hubungan Masyarakat dan Komnas HAM Agak Jauh


[JAKARTA] Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ifdhal Kasim
menyatakan akan memperbaiki sistem pelayanan pengaduan guna memulihkan
kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tersebut. Selain itu, akan dilakukan
pembenahan-pembenahan karena selama ini Komnas HAM terkesan jauh dari
masyarakat.

"Selama ini hubungan masyarakat dan Komnas HAM agak jauh. Ini yang perlu
diubah agar kita dipercaya kembali. Ini prioritas kami dua tahun ke depan.
Kita akan lakukan quick respon dan melakukan evaluasi," kata Ifdhal, usai
terpilih sebagai Ketua Komnas HAM di Jakarta, Rabu (5/9).

Dikatakan, pembenahan internal akan dilakukan dengan konsolidasi tingkat
staf dan sekretariat Komnas HAM. Konsolidasi eksternal juga akan dilakukan
seperti pembenahan pengaduan masyarakat atau korban ke pihak Komnas HAM.
Untuk itu, Komnas HAM juga akan menambah kantor perwakilan daerah yang baru
di NTB dan Riau serta melakukan revitalisasi kantor wilayah yang sudah ada
seperti di Aceh, Pontianak, Padang, Papua, Ambon dan Palu. Diharapkan kantor
wilayah itu bisa langsung menerima pengaduan masyarakat sehingga tidak
langsung ke Jakarta.

Saat disinggung apakah berani melakukan pemanggilan terhadap oknum pelanggar
HAM, mantan Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam)
ini mengaku tidak akan tebang pilih. "Saya kira untuk kepentingan semua
pihak siapa saja bisa dipanggil termasuk militer," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ifdhal juga mengomentari kasus Munir dimana seluruh
jajaran Komnas HAM akan lebih mendalami kasus pembunuhan aktivis HAM
tersebut. Komnas HAM berjanji akan terus mengikuti perkembangannya sebab
kini masih dalam persidangan peninjauan kembali (PK). Salah satu upaya
tersebut adalah dengan cara membentuk opini.

"Ini kami akan coba apa yang bisa kami lakukan. Karena berdasarkan UU
39/1999 tentang HAM, Komnas HAM punya semacam power untuk memberi opini
terhadap jalannya kasus yang berdimensi HAM. Jadi peluang ini yang kami
coba," ujarnya.

Seperti diberitakan SP (Rabu, 5/9), sejumlah program mendesak akan ditangani
Komnas HAM seperti kasus Lumpur Lapindo-Sidoarjo, Talangsari-Lampung, Alas
Telogo-Pasuruan dan juga kasus Munir serta menindaklanjuti kasus orang
hilang yang masih terhambat di Kejakasaan Agung.

Ifdal terpilih menjadi Ketua Komnas HAM menggantikan Abdul Hakim Garuda
Nusantara. Jabatan tersebut akan dipegangnya selama 2,5 tahun yaitu
September 2007 hingga Maret 2010. Sementara itu untuk Wakil Ketua Internal
Komnas HAM dijabat oleh M Ridha, setelah mengantongi sembilan suara. M Ridha
mengalahkan dua kandidat lain, yakni Hesti Armi Wulan dan HM Kabul yang
masing-masing mendapat satu suara. Untuk Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM
terpilih Hesti Armi Wulan yang mendapatkan delapan suara mengalahkan HM
Kabul dan Abdul Munir Mulkhan. [E-5]



--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 6/9/07





      
[EMAIL PROTECTED]
milisgrup opini alternatif

  
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
penerbit buku sejarah alternatif

  
http://progind.net/
kolektif info coup d'etat 65: kebenaran untuk keadilan

  http://herilatief.wordpress.com/




       
---------------------------------
Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. 

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke