Dari dulu kerjaan pelarian politik PKI dan pendukung Orde Demoraksi
Terpimpin itu memang begitu...

Hanya beberapa orang seperti Umar Said dan Basuki Resobowo yang dengan
gigih berbuat...

Atau Carmel Budiardjo, tentu saja.

Apa ada yang membawa masaalahnya ke Jenawa?

Pernah Hersi sekali saya bawa, sudah itu nggk ada.

Yang lain saya ajak pada takut.

Dan saya bisa memberikankesaksian berikut:

saya pernah mengusulkan agar orang PKI mendirikan PKI di tempat suaka
(PKI in balingshap..)...

Usul itu ditolak dengan alasan: PKI hanya bisa didirikan oleh orang
komunis di Indonesia.

(Saat mereak masih dalam penjara...)

Lalu, tanya saya, Partai Komunis Sepanyol ketika Sepanyol dibawah
fascis Franco..??

Mereka diam, tapi tetap saja mereka menolak mendirikan PKI di tempat
suaka.

Pernah pula, sembari menghargai kehadiran Siauw Giok Tjahn, saya
usulkan agar ada usana bersama pelarian politik pendukung Orde Lama.

Setelah beberapa kali rapat, masih pada minta "denk tijd".

Ya saya tinggalkan.

Tapi kalau ada ceramah, atau keramaian maka ruang biasanya penuh
dengan ratusan pelaraian politik pendukung Orde demokrasi Terpimpin.


--- In [email protected], "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Bagaimana bisa mendukung, kalau lebih senang berpesta ria makan
krupuk merekok kretek di KBRI dari pada membawa masalah ke forum
internasional?
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: heri latief 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Friday, September 07, 2007 11:59 AM
>   Subject: [proletar] Re: Munir tentang Manusia dan Kemanusiaan -
Demo "Munir" Padati Jakarta Hari Ini - Hubungan Masyarakat dan Komnas
HAM Agak Jauh
> 
> 
>   kawan2 pemerhati indonesia, 
> 
>   bacalah berita di bawah ini. 
> 
>   kawan2 kita di indonesia sedang aktif menuntut keadilan. dukunglah
kawan2 kita di indonesia. lupakan sejenak soal hondje-nya van mook,
ada persoalan yg lebih urgent, di indonesia jutaan orang tertindas,
miskin dan sengsara.
> 
>   terima kasih atas perhatiannya.
> 
>   salam, heri latief
>   amsterdam
> 
>   --- In [EMAIL PROTECTED], "HKSIS" <SADAR@> wrote:
> 
>   KOMPAS - Jumat, 07 September 2007
> 
>   Peringatan 3 Tahun
>   Munir tentang Manusia dan Kemanusiaan
> 
>   B Josie Susilo Hardianto
> 
>   Apakah manusia sehingga ia diperhatikan? Sejauh mana manusia begitu
>   penting di hadapan Allah, penciptanya?
> 
>   Jumat, 7 September 2007, tepat tiga tahun Munir meninggal. Ia tewas di
>   dalam pesawat Garuda yang membawanya menuju Belanda untuk studi
lanjut.
>   Laporan forensik menyebutkan, ia meninggal karena racun.
Penyidikan terus
>   dilakukan dan proses pengadilan atas kasus itu tengah berjalan
meskipun
>   dibayang-bayangi ketidakjelasan apakah semua yang bertanggung
jawab atas
>   kematiannya akan dihukum.
> 
>   Aktivis hak asasi manusia, Panda Nababan, dalam jumpa pers di Kantor
>   Kontras, Rabu (5/9), mengatakan, kita selayaknya bersyukur Allah
>   menghadirkan Munir yang sebagian hidupnya diabdikan kepada korban
>   pelanggaran hak asasi manusia. Posisi yang dipilih dan kehadirannya
>   mengingatkan semua tentang Allah yang berpihak kepada yang lemah dan
>   disisihkan, teraniaya dan tidak dipedulikan, yang papa dan
sengsara karena
>   ketidakadilan.
> 
>   Kerelaan dan kesetiaannya bersekawan pada korban menjadi gugatan atas
>   struktur kekuasaan yang sering melalaikan manusia dan kemanusiaan.
Pada sisi
>   lain, Munir hadir sebagai bentuk nyata dari wujud kepedulian dan
>   keberpihakan kepada warga yang seharusnya merupakan bagian dari
tanggung
>   jawab moral dan etis dari tindakan politik negara.
> 
>   Manusia didudukkan pada posisi mulia, dihormati sebagaimana setiap
>   manusia menghormati diri mereka sendiri. Sikap yang dipilihnya
itu, bagi
>   para aktivis hak asasi manusia di Indonesia, dinilai sebagai
jawaban kunci
>   Munir dalam menentang kekerasan yang adalah bentuk antikemanusiaan.
> 
>   Pada titik itu, Munir direfleksikan tengah membangun transendensi diri
>   dalam melihat manusia dan kemanusiaan. Spiritualitas yang digulati
Munir,
>   menurut rekan sejawatnya, Usman Hamid, dilaluinya dalam pergulatan
yang tak
>   sederhana.
> 
>   Munir pernah mengalami fase "militan" dalam beragama. Namun, dalam
>   masa berikutnya, sikapnya itu berkembang. "Menolong orang bukan
semata-mata
>   karena itu ajaran agama, tetapi menolong adalah menolong karena mereka
>   adalah sesama," kata Usman menirukan Munir.
> 
>   Sikapnya melampaui sekat formalitas agama. Ia menyentuh orang langsung
>   dalam semua bentuk aslinya. Bagi Usman, Munir mampu mengaktualisasikan
>   imannya dalam konteks hidup sehari-hari dan dalam setiap
pilihannya. Munir
>   mampu membawakan Islam sebagai rahmat bagi semua.
> 
>   Sikap dan pemikiran Munir itulah yang juga merasuki rekan- rekannya
>   saat ini sehingga dalam peringatan tiga tahun Munir mereka
menggelar Munir
>   Memorial Lecture bertajuk "Teologi Kemanusiaan Menuju Keadilan
Universal" di
>   Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta.
> 
>   Dalam kuliah yang digelar Kamis (6/9) malam itu, Prof Dr Komaruddin
>   Hidayat mengatakan, Indonesia adalah bangsa yang tengah menjadi.
Kasus Munir
>   merupakan batu uji dari pembentukan bangsa itu. Gagal tidaknya
Indonesia
>   menyelesaikan kasus itu dan merefleksikannya demi masa depan
merupakan batu
>   uji dari pembentukan bangsa itu.
> 
>   Mengapa? Karena pembunuhan Munir, ungkap Komaruddin, bukan persoalan
>   personal, tetapi pembunuhan itu merupakan kejahatan terhadap
kemanusiaan.
>   Hadir juga dalam kuliah itu Prof Dr Soetandyo Wignyosoebroto dan Budhy
>   Munawar- Rachman.
> 
>   Hak hidup
> 
>   Pembantu Dekan III Fakultas Syariah UIN, Yayan Sophian, mengatakan,
>   dalam kuliah itu dibahas pandangan Islam tentang hak asasi
manusia. Menurut
>   dia, Islam tidak menentang hak asasi manusia. Refleksi bahwa Allah
>   menghormati dan memuliakan manusia merupakan dasar sikap beriman
untuk juga
>   menghormati manusia.
> 
>   Sikap Munir dapat dinilai sebagai aktualisasi hidup beriman itu.
>   Pilihannya merupakan upaya membangun harapan di tengah kenestapaan dan
>   deraan kekerasan penguasa. Penghormatan terhadap hak hidup
seseorang yang
>   sedemikian dihormati Allah merupakan bagian integral dari ajaran
dan sikap
>   beriman. Di situlah peringatan tiga tahun kematian Munir memperoleh
>   dimensinya yang lain.
> 
>   Demo "Munir" Padati Jakarta Hari Ini
>   Jum'at, 07 September 2007 | 07:17 WIB
> 
>   TEMPO Interaktif, Jakarta:Tiga aksi unjuk rasa menyikapi kematian
Munir
>   direncanakan berlangsung hari ini. Selain dua unjuk rasa yang saling
>   bertentangan menyikapi kematian aktivis hak asasi manusia
tersebut, salah
>   satu komunitas akan menyuguhkan pentas teater.
> 
>   Informasi tersebut disampaikan oleh pusat pengaturan lalu lintas
(Traffic
>   management Center--TMC) kepolisian daerah metro Jakarta raya. Data
dari
>   Direktorat Lalu Lintas dan Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya
menyatakan
>   beberapa aksi unjuk rasa tersebut digawangi 50 hingga 300 orang.
> 
>   Namun sebelum aksi "Munir", pada pagi hari jalanan di kawasan
Kemayoran
>   Jakarta Pusat akan terlebih dahulu dipadati lautan massa. Sekitar
pukul
>   08.00 Wib, Serikat Pekerja PT Angkasa Pura akan berunjuk rasa di
Kantor
>   Angkasa Pura Kota Baru Bandar Kemayoran Jakarta Pusat, untuk meminta
>   Direktur Personalia PT.API Mundur dari jabatannya. Massa diperkirakan
>   berjumlah 250 Orang.
> 
>   Barulah pada pukul 13.00 WIB, 300 massa dari KONTRAS akan
menggelar aksi di
>   Kantor Badan Intelijen Negara Jl. Kalibata Jakarta selatan. Selain
di kantor
>   BIN, aksi mereka lanjutkan ke Depan Istana Negara Jl. Merdeka
Utara Jakarta
>   Pusat, dalam rangka meminta penyelesaian kasus meninggalnya Munir .
> 
>   Aksi yang KONTRAS dikantor BIN rupanya akan disikapi berlawanan
oleh Forum
>   Betawi Rempug (FBR). Pukul 13.00 WIB, FBR akan menyikapi unjuk
rasa KONTRAS
>   di kantor BIN.
> 
>   Tak cukup dua aksi tersebut, komite solidaritas untuk Munir (KASUM)
>   menggelar Pementasan Theatre Refleksi 3 tahun kematian munir di Tugu
>   Proklamasi Jl. Proklamasi Jakarta Pusat. Pentas yang berjalan
sekitar pukul
>   19.30 WIB tersebut diawaki 300 orang massa.
> 
>   FERY FIRMANSYAH
> 
>   SUARA PEMBARUAN DAILY
>   ----------------------------------------------------------
> 
>   Hubungan Masyarakat dan Komnas HAM Agak Jauh
> 
>   [JAKARTA] Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM)
Ifdhal Kasim
>   menyatakan akan memperbaiki sistem pelayanan pengaduan guna memulihkan
>   kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tersebut. Selain itu, akan
dilakukan
>   pembenahan-pembenahan karena selama ini Komnas HAM terkesan jauh dari
>   masyarakat.
> 
>   "Selama ini hubungan masyarakat dan Komnas HAM agak jauh. Ini yang
perlu
>   diubah agar kita dipercaya kembali. Ini prioritas kami dua tahun
ke depan.
>   Kita akan lakukan quick respon dan melakukan evaluasi," kata
Ifdhal, usai
>   terpilih sebagai Ketua Komnas HAM di Jakarta, Rabu (5/9).
> 
>   Dikatakan, pembenahan internal akan dilakukan dengan konsolidasi
tingkat
>   staf dan sekretariat Komnas HAM. Konsolidasi eksternal juga akan
dilakukan
>   seperti pembenahan pengaduan masyarakat atau korban ke pihak
Komnas HAM.
>   Untuk itu, Komnas HAM juga akan menambah kantor perwakilan daerah
yang baru
>   di NTB dan Riau serta melakukan revitalisasi kantor wilayah yang
sudah ada
>   seperti di Aceh, Pontianak, Padang, Papua, Ambon dan Palu.
Diharapkan kantor
>   wilayah itu bisa langsung menerima pengaduan masyarakat sehingga tidak
>   langsung ke Jakarta.
> 
>   Saat disinggung apakah berani melakukan pemanggilan terhadap oknum
pelanggar
>   HAM, mantan Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi
Masyarakat (Elsam)
>   ini mengaku tidak akan tebang pilih. "Saya kira untuk kepentingan
semua
>   pihak siapa saja bisa dipanggil termasuk militer," ujarnya.
> 
>   Dalam kesempatan itu, Ifdhal juga mengomentari kasus Munir dimana
seluruh
>   jajaran Komnas HAM akan lebih mendalami kasus pembunuhan aktivis HAM
>   tersebut. Komnas HAM berjanji akan terus mengikuti perkembangannya
sebab
>   kini masih dalam persidangan peninjauan kembali (PK). Salah satu upaya
>   tersebut adalah dengan cara membentuk opini.
> 
>   "Ini kami akan coba apa yang bisa kami lakukan. Karena berdasarkan UU
>   39/1999 tentang HAM, Komnas HAM punya semacam power untuk memberi
opini
>   terhadap jalannya kasus yang berdimensi HAM. Jadi peluang ini yang
kami
>   coba," ujarnya.
> 
>   Seperti diberitakan SP (Rabu, 5/9), sejumlah program mendesak akan
ditangani
>   Komnas HAM seperti kasus Lumpur Lapindo-Sidoarjo,
Talangsari-Lampung, Alas
>   Telogo-Pasuruan dan juga kasus Munir serta menindaklanjuti kasus orang
>   hilang yang masih terhambat di Kejakasaan Agung.
> 
>   Ifdal terpilih menjadi Ketua Komnas HAM menggantikan Abdul Hakim
Garuda
>   Nusantara. Jabatan tersebut akan dipegangnya selama 2,5 tahun yaitu
>   September 2007 hingga Maret 2010. Sementara itu untuk Wakil Ketua
Internal
>   Komnas HAM dijabat oleh M Ridha, setelah mengantongi sembilan
suara. M Ridha
>   mengalahkan dua kandidat lain, yakni Hesti Armi Wulan dan HM Kabul
yang
>   masing-masing mendapat satu suara. Untuk Wakil Ketua Eksternal
Komnas HAM
>   terpilih Hesti Armi Wulan yang mendapatkan delapan suara
mengalahkan HM
>   Kabul dan Abdul Munir Mulkhan. [E-5]
> 
>   ----------------------------------------------------------
>   Last modified: 6/9/07
> 
>   [EMAIL PROTECTED]
>   milisgrup opini alternatif
> 
>   http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
>   penerbit buku sejarah alternatif
> 
>   http://progind.net/
>   kolektif info coup d'etat 65: kebenaran untuk keadilan
> 
>   http://herilatief.wordpress.com/
> 
>   ---------------------------------
>   Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. 
> 
>   [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
>    
> 
> 
>
------------------------------------------------------------------------------
> 
> 
>   No virus found in this incoming message.
>   Checked by AVG Free Edition. 
>   Version: 7.5.485 / Virus Database: 269.13.8/993 - Release Date:
9/6/2007 3:18 PM
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke