Pasti...

Demi kebebasan untuk memahami al-Mushaf....


--- In [email protected], "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Utusan Allah ada di Leiden, kalau ada di Minangk bisa bantu Alqiyadah.
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: utusan.allah 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Sunday, October 14, 2007 8:55 PM
>   Subject: [proletar] Re: Penggerebekan Ormas
> 
> 
> 
>   Persis seperti yang saya katakan...
> 
>   http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/202473
> 
>   Islam itu, saya katakan dan saya ulang: adalah agama fascist...
> 
>   --- In [email protected], "Sunny" <ambon@> wrote:
>   >
>   > http://www.gatra.com/artikel.php?id=108505
>   > 
>   > 
>   > Penggerebekan Ormas
>   > Geger Nabi Gunung Bunder
>   > 
>   > 
>   > Penghuni ruko tiga lantai di Jalan Dr. Sutomo Nomor 12, Padang, itu
>   Selasa pekan lalu tampak gelagapan. Tiba-tiba saja sekitar pukul
>   08.00, ratusan massa dari berbagai organisasi pemuda Islam dan
>   Minangkabau mengepung kediaman mereka.
>   > 
>   > Massa bukan mau menutup Sanggar Senam Alifia Gymnastic dan Warung
>   Internet JZ Net di situ. Melainkan menuntut ajaran Alqiyadah
>   Al-Islamiyah dibubarkan dan markasnya di ruko kawasan Simpang Aru,
>   Padang Timur, itu ditutup. Mereka mendesak polisi agar pimpinan
>   Alqiyadah, Dedi Priyadi, 44 tahun, dan pengikutnya ditangkap.
>   > 
>   > Alqiyadah dituding menyebarkan ajaran sesat dan menghina Nabi
>   Muhammad SAW. "Jika polisi tak menangkapnya, kami akan bertindak
>   sendiri," teriak M. Siddiq, pemimpin massa, yang kemudian bergerak ke
>   kantor PT Usba di Jalan Veteran. Perusahaan ini dicurigai berada di
>   belakang Alqiyadah Padang.
>   > 
>   > Kepala Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Padang, Komisaris Besar Tri
>   Agus Heru Prasetyo, cepat bergerak. Agus mengerahkan sejumlah
>   anggotanya merangsek masuk dan menggiring Dedi Pryadi serta 12
>   anggotanya ke markas poltabes. Pekarangan ruko itu pun dipasangi
>   police line.
>   > 
>   > Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat memang memantau
>   gerak-gerik pengikut Alqiyadah sejak dibawa seorang pemuda bernama
>   Herry Mulyadi ke Ranah Minang pada 2004. MUI bahkan mendapatkan
>   sejumlah buku dan tulisan seputar ajaran Alqiyadah, termasuk daftar
>   anggotanya yang berjumlah sekitar 400 orang.
>   > 
>   > Buku pegangan Alqiyadah adalah tafsir Al-Quran bernama Tafsir Wa
>   Takwil, yang diterjemahkan sesuai dengan selera penganjurnya. Kemudian
>   buku putih Alqiyadah terbitan 20 Februari 2007, bertajuk Ruh Kudus
>   yang Turun Kepada Almasih Mau'ud, yang dipercaya sebagai nabi mereka.
>   Buku itu diberi pengantar oleh Micheil Muchaddas, yang diduga sebagai
>   Almasih Mau'ud.
>   > 
>   > Berdasarkan observasi dan kajian atas buku-buku tersebut, akhirnya,
>   24 September lalu, MUI Sumatera Barat menerbitkan fatwa tentang
>   sembilan butir kesesatan Alqiyadah. Antara lain, menolak sunatullah
>   atau hadis Nabi dan kenabian Muhammad SAW.
>   > 
>   > Mereka menolak kenabian Muhammad SAW karena, katanya, kenabiannya
>   sudah berakhir sejak ia meninggal. Hadisnya pun tidak dipercaya karena
>   dirawikan setelah 320 tahun kemudian. Lalu mereka mengangkat nabi
>   sendiri bernama Almasih Mau'ud, yang dideklarasikan pada 23 Juli 2006
>   di Gunung Bunder, Bogor, Jawa Barat.
>   > 
>   > Syahadat mereka pun diganti menjadi "asyhadu alla ilaha illallah wa
>   asyahadu anna Masihal Mau'udar Rasulullah". Pengikutnya dilarang
>   menunaikan salat lima waktu. Mereka cuma melakukan salat satu kali di
>   malam hari yang disebut qiyamullail. Umat Islam selain pengikut
>   Alqiyadah dianggap musyrik dan najis yang wajib diperangi.
>   > 
>   > Menurut Buya H. Gusrizal Gazahar, dari beberapa penyimpangan
>   penafsiran Al-Quran dan buku Ruh Kudus itu terbukti, Alqiyadah
>   mencampuradukkan ajaran Islam dengan ajaran Yesus Kristus sebagaimana
>   dipercaya pengikut Injil. Ketua Komisi Fatwa MUI Sumatera Barat itu
>   juga mengingatkan bahwa ajaran Alqiyadah menyebarkan gerakan yang
>   berpotensi memecah belah umat dan bangsa.
>   > 
>   > Gusrizal mensinyalir, gerakan mereka di Sumatera Barat masih dalam
>   tahap rahasia, merayu mahasiswa dan kalangan muda melalui pengajian
>   Al-Quran. Selain di Padang, pengikutnya diduga sudah menyebar di
>   Kabupaten Padang Pariaman dan Pesisir Selatan.
>   > 
>   > "Kami minta kepolisian mengusut penganjur ajaran ini. Cukup bukti
>   mereka telah melakukan penodaan terhadap agama, terutama Islam," ujar
>   Buya Gusrizal kepada Gatra. Dedi Priyadi mengaku kepada polisi bahwa
>   jamaahnya tak mengakui kenabian Muhammad SAW dan tidak percaya
>   hadis-hadis Muhammad. "Hadis itu tak dapat dipercaya karena baru
>   dirawikan 320 tahun setelah Muhammad meninggal," katanya.
>   > 
>   > Namun polisi hati-hati. Setelah diperiksa hingga sore, Dedi Priyadi
>   dan pengikutnya dikenai wajib lapor. Sambil terus melakukan
>   pemeriksaan dan mengumpulkan bukti, polisi menunggu hasil rapat Tim
>   Pengendali Ajaran Agama dan Aliran Kepercayaan Masyarakat, yang akan
>   bersidang Jumat pekan lalu.
>   > 
>   > Menurut Kapoltabes Padang, Komisaris Besar Drs. Tri Agus Heru
>   Prasetyo, aktivitas pengikut Alqiyadah kini dalam pengawasan polisi.
>   Markasnya disegel. "Semua pihak supaya sabar menunggu hasil pengusutan
>   polisi," ujar Heru.
>   > 
>   > Fachrul Rasyid HF (Padang)
>   > [Hukum, Gatra Edisi Khusus Beredar Kamis, 11 Oktober 2007] 
>   > 
>   > 
>   > 
>   > [Non-text portions of this message have been removed]
>   >
> 
> 
> 
>    
> 
> 
>
------------------------------------------------------------------------------
> 
> 
>   No virus found in this incoming message.
>   Checked by AVG Free Edition. 
>   Version: 7.5.488 / Virus Database: 269.14.9/1069 - Release Date:
10/13/2007 7:26 PM
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke