Orang Islam itu sungguh rajin benar membetul-betulkan ayat al-Mushaf yang jelas-jelas ngaco isinya...
Kali ini "Usman Kris Joko Suharjo" menicari-cari alasan bahwa: "Saat itu, ummat Islam was underseiged (atau lagi berperang dengan sebagian ummat Nasrani dan Yahudi). Ambil konteks waktu itu, pada kondisi seperti itu, perintah Allah SWT untuk tidak mengambil ummat Nasrani dan Yahudi sebagai pemimpin sounded logical, din't you think? Lhaz al-Mushaf itu juga bilang bahwa suruhan dan larangannnya berlaku untuk selama-lamanya... Tapi saya ulang untuk kesekian kalinya masaalah yang sesungguhnya dengan ajaran Islam itu adalah: - hadits dan sirah nabi itu MUSTAHIL ada yang sahih isinya, artinya nabi Muhammad yang digambarkan dungu, sundel, buas, kejam, keji, ganas, zalim lagi biadab itu hanyalah tokoh fiktif. - al-Mushaf itu TIDAK berbukti berisi wahyu Allah. - al-Mushaf itu TIDAK berbukti berisi wahyu Allah. --- In [EMAIL PROTECTED], "Usman Kris Joko Suharjo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Tidak kontrakdiksi kok. Mari kita lihat. Risalah nabi-nabi itu berawal dari Adam-berakhir pada Muhammad. Sumber ajarannya sama. Tuhan. Kita menyebutnya dengan cara masing-masing. Intisari ajaran itu untuk berbuat baik kepada sesama-kepada alam semesta-dan menyembah Tuhan. Itu intisari ajarannya. Cara mengamalkan ajaran itu mengikuti risalah tiap Nabi. Pada jaman Musa, ya ikut ritual dan cara nabi Musa. Pada jaman Nabi Isa, mengikut cara nabi Isa. Pada jaman Nabi Muhammad, mengikut cara nabi Muhammad. Tuhannya sama. Sumber ajarannya sama. Perbedaan persepsi manusia tentang ketuhanan lah yang menyebabkan adanya perbedaan (meski harus saya tambahkan, pada konsep ketuhanan Islam dan Yahudi tidak ada masalah). Ayat di al Qur'an yang sampeyan rujuk itu, harus dilihat pada konteks waktu itu, ketika ayat itu turun. Saat itu, ummat Islam was underseiged (atau lagi berperang dengan sebagian ummat Nasrani dan Yahudi). Ambil konteks waktu itu, pada kondisi seperti itu, perintah Allah SWT untuk tidak mengambil ummat Nasrani dan Yahudi sebagai pemimpin sounded logical, din't you think? Kutipan mas Goband tentang ayat itu, lagi-lagi harus dilihat kondisi saat itu, adalah jawaban Allah SWT kepada nabi Muhammad yg prihatin sekali mengapa sulit banget ngajak ummat Yahudi dan Nasrani untuk mengikuti risalah beliau...boro-boro mengikuti, eee...malah mencari- cari cara untuk menghentikan dakwah nabi Muhammad, to some extent mengancam jiwa nabi Muhammad. Memang sebagian ummat Kristen dan Yahudi pada waktu itu (shg kerekam di al Qur'an) bertindak spt itu. Ayat itu ada gandengannya...kurang lebih begini "tugasmu (Muhammad) hanya menyampaikan dan mengajak mereka...". Ini bisa difahami, kalau mereka tak mau masuk Islam so what gitu lho, jangan sedih (bahasa gaulnya sekarang) Kalau ayat itu dilihat pada konteks ke-kini-an, ya tinggal dilihat apakah ada situasi yang digambarkan seperti ayat di atas? Misal, apa benar orang-orang Yahudi dan Nasrasi saat ini tidak akah happy until orang Islam mengikuti cara mereka? Kalau sampeyan ummat Nasrani yang taat, mungkin bukan termasuk yang dimaksud ayat di atas. Who knows. Sebab, ada juga ayat di Qur'an yang menyatakan...orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Majusi...yang beramal sholeh...akan masuk syurga. Aku ndak tahu, apakah ini hanya berlaku untuk ummat Nasrasi pada jaman Nabi Muhammad atau juga termasuk jaman kita ini... Nurut saya sih...gak usah terlalu memikirkan isi kitab agama lain. Krn gak akan faham. Lah wong sesama muslim saja, bisa beda pemahaman thd ayat-ayat al Qur'an. Dan, beda spt itu (supposedly) gak apa-apa. Krn Allah SWT sendirilah lah yang paling faham isi kitabNya. Manusia memahami sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya. =Joko Tingkir Jr= --- In [EMAIL PROTECTED], "Pemerhati Bangsa" <dayungsampan@> wrote: > > > mas Usman Maine wrote: > > Tidak heran jika sebagian ajaran yang pernah turun > > kepada nabi-nabi pendahulu, juga ada di ajaran Islam. Tidak heran > > juga kalau orang berpendapat, al Qur'an memuat sebagian teks > > Nasrani. Itulah sebabnya orang Islam wajib percaya kepada kitab- > > kitab yang turun sebelum al Qur'an. > > > > > > PB: Pardon my curiosity mas, tetapi lantas kenafa juga di Quran ada ayat2 kontadiksi dgn tulisan anda yg menyatakan bhw jangan pernah sama percaya ama orang yahudi dan nasrani....jangan ada pemimpin yahudi atau nasrani dsb dsb. > > Ini kutipan si goband muslim taat di Apakabar yg rajin menyebarkan pesan di bawah ini: > > > > Maha benar Allah dengna segal firmanNya yang menyatakan bwaha orang > > kristen akan tidak akan berhenti hingga muslim mengikuti millah > > mereka. Jika seorang muslim masih tidak bisa melihat adanya fakta > > dendam kesumat dan rasa benci orang kristen dan Yahudi kepda islam > > dan tidak melihat adanya peringatan Allah demikian jelasnya, maka ia > > adalah pengecut yang lari dibalik rasionalisasi. > > > > > > Jika anda ndak sepakat, kesimpulannya.... anda dan muslims2 lain juga pengecut yg lari di balik rasionalisasi? > > Atau gimana seh 'kebenaran' kitab pendahulu islam di mata anda sebenernya? > > PB > > > > > -------------------- m2f -------------------- > dikirim lewat http://forums.apakabar.ws - tanpa moderasi > http://forums.apakabar.ws/viewtopic.php?p=97618#97618 > -------------------- m2f -------------------- > --- End forwarded message --- Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
