--- In [email protected], "para_clete" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Pertama-tama, saya mau acungkan jempol buat essaynya Habe. Tulisannya 
> mewakili, if not, membuat saya yang Muslim bertanya-tanya dan mencari 
> tahu. Lepas dari akurasi sejarah yang dijadikan referensi, atau 
> praduganya, tulisan tsb menurut saya, cukup jujur berasal dari 
> seorang Cecep (awam).
> 


yap. 

salut lah untuk habe yang mau meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya
untuk menulis esai itu.  cuman, referensinya aja agak kurang.

sebenernya, agama itu adalah tentang pemenang politik, atau
sosio-politik-sejarah, kata anda.

menurut muhammad, penyerangan kalifah pedagang quraisy dalam
perjalanan perdagangan ke syam adalah dalam situasi perang islam
dengan quraisy kelanjutan di mekkah.  dalam situasi perang, hal itu
dimungkinkan dan dibolehkan, sehingga hasil perampasan pedagang
quraisy itu disebutnya pampasan perang.  seperti sudah diketahui,
dalam seluruh peperangan muhammad hanya mempertahankan diri dan tidak
pernah menyerang musuhnya.

back to medina, saat itu di medina, kaum yahudi yang menguasai medina
dan kaum arab sebagai pecundang.  lalu, ketika 'muhammad and his gang'
datang ke medina, tentu saja keadaan peta politik di medina menjadi
berubah total.  arab di medina bergabung dengan muhammad dan bukan
lagi sebagai pecundang.

kedudukan yahudi mulai terancam dengan kedatangan muhammad, so mereka
mulai mendesak muhammad untuk segera pergi meninggalkan medina ke
jerusalem.  yahudi mendesak bahwa, medina hanyalah tempat transit dan
jika muhammad benar sebagai nabi dan utusan allah, tentunya harus
segera pergi ke jerusalem, seperti utusan tuhan lainnya. 

muhammad lalu membuat suatu keputusan politik besar yaitu dengan
mengubah arah kiblat dari jerusalem ke mekkah.  back to the root of
monotheism, ibrahim.  sehingga muhammad tidak perlu meninggalkan
medina untuk pergi ke jerusalem dan membuat suatu keputusan radikal
bahwa jerusalem bukan lagi sebagai kiblat umat islam.

banyak keputusan besar politik muhammad lainnya, seperti membuat
ikatan persaudaraan dengan mengawini anak abu bakar, usman,
mengawinkan anaknya kepada ali, semuanya itu adalah keputusan politik
muhammad untuk dapat memperkuat dan mempersatukan kedudukan muhammad
sebagai pemimpin besar.

sebagai orang islam, tentunya, saya percaya bahwa semua keputusan
politik muhammad mendapatkan petunjuk berupa wahyu dari sang creator.
 bagaimana mungkin, seorang tribal miskin dan buta huruf dapat membuat
keputusan besar dan mengembangkan ajaran yang membuat tatanan hidup
baru bagi peradaban umat manusia dan terus berkembang selama ribuan tahun.





> Now tentang 'pembantaian' Yahudi di Yathrib, Madina. Memang yang 
> ditulis reza dibawah benar berasal dari hadist yang mengatkan bhw 
> kaum Yahudi berkali kali melanggar kesepakatan yg sudah mereka buat 
> sebelumnya dgn Muhammad.
> 
> Saya akan coba masuk dari analisis sosio-politik sejarah.
> 
> Perlu diketahui, sebelum Muhammad cs masuk ke Madina, disana sudah 
> ada 2 suku Arab yg saling curiga dan terus-menerus berseteru. Dengan 
> memeluk Islam, perselisishan kedua suku ini dapat diredam karena 
> Islam merupakan ajaran baru bagi keduanya. Selain itu, ada 3 suku 
> Yahudi yang tinggal di Yahtrib, tetangga Madina. Ke 2 suku tsb 
> bertani, Madina sebagai oase di gurun merupakan tanah subur yang 
> menjadi penghasil kurma, sedikit gandum dan zaitun, digarap oleh 
> kedua suku Yahudi ini. Suku Yahudi ke3 membuat perhisan, dan.. yep.. 
> senjata.
> 
> Pada awal Muhammad cs datang ke Madina, mereka disambut dgn tangan 
> terbuka. Umat Islam di Madina yg rata2 memiliki taraf hidup lbh baik 
> memberi mereka makan dan tempat tinggal layaknya saudara. 
> 
> Seiring dengan berjalannya waktu (sejarah mencatat setelah 5-8 bulan 
> berada di Madina)keadaan mulai berubah. Yach, anda bayangin aja 
> sendiri kalo kedatangan tamu dari kampung yang ga pulang-pulang, lama-
> lama sesek juga. 
> 
> Mi casa es tu casa mulai terasa basi. Bahan makanan menipis, walaupun 
> Madina merupakan daerah swasembada, tapi mereka hanya menyimpan 
> secukupnya, dan surplus diperdagangkan. Kedatangan tamu dgn jumlah 
> yang banyak dan mendadak membuat defisit pangan. Selain itu, masalah 
> sosial lainnya menuntut perhatian. Asimilasi & pengangguran mengancam 
> (Sebagian besar pengikut Muhammad dari Mekah adlah kaum muda dan 
> miskin-budak, pekerja kasar proletar, dan yang berharta pun harus 
> merelakan asetnya tersita di Mekah).
> 
> Muhammad berharap dapat meredakan masalah itu dengan mengajak bangsa 
> Yahudi di Madina memeluk Islam, berharap kaum Yahudi dapat ikut 
> berpartisipasi nanggung beban dan sharing lah.. Namanya juga Yahudi, 
> ya ngeyel. Muhammad jengkel, hingga dia mengubah hari Sabat dari 
> Sabtu menjadi Jumat, dan mengubah arah kiblat dari Yerusalem ke 
> Mekah, evenmore so, hal ini divalidasi dengan turunnya ayat Quran 
> yang memerintahkan pindah kiblat. 
> 
> Muhammad harus melakukan sesuatu, dan segera. Jika tidak, mereka 
> semua akan mati kelaparan dan social chaos mengintai.Dia akhirnya 
> meminta suku Yahudi ahli senjata utk menyiapkan seluruh alat perang 
> bagi kaum Muslim-ngutang dulu,tentunya.Siapa yang dia serang?
> 
> Pada 624, umat Muslim menyerang kaum Quraisy walaupun hanya sebatas 
> rute perdagangan para kafilah pimpinan Abu Sofyan, sepupu-paman 
> Muhammad yang bengis dan lalim. Muhammad tidak pernah membayangkan 
> bahwa serbuan pertamanya karena alsan survival melawan penindasnya 
> dari Mekah akan menjadi awal kebangkitan penaklukan umat Islam atas 
> daerah yang sangat luas.
> 
> Saat itu diluar Arab, bangsa Persia dan Romwai berada diambang perang 
> dunia. Tahun 602, Persia menyerang Yaman, daerah kekuasaan Romawi. 
> Before u know it, peperangan-peperangan makin sering, dan makin 
> mendekati Konstantinopel. Heraclius, kaisar Romawi memerintahkan 
> semua Yahudi yg tinggal diwilayahnya (termasuk Yerusalem) utk pindah 
> masuk Kristen. Seperti biasa, Yahudi ngeyel. Hasilnya? Tahun 608, 
> ribuan orang Yahudi di Antiokhia, Suriah, dibantai. 
> 
> Situasi politik dunia saat itu jelas. Persia merangsek terus ke arah 
> Yerusalem utk merebutnya. Muhammad menyiarkan wahyunya, dan 
> mengajarkan utk berkiblat ke arah Yerusalem, yang juga berarti 
> menunjukan keberpihakannya di kubu Romawi Kristen, melawan Persia & 
> Jew Crewnya. 
> 
> Jadi, sebetulnya Muhammad punya 1001 alasan untuk membantai Yahudi 
> Yahtrib. Melakukan itu sangat mudah, terlalu mudah. Lebih mudah 
> daripada nepuk lalet. Tapi, apa Muhammad melakukan itu? Not quite. 
> Bagi Muhammad yang baru tercerahkan, dan menjadi sang harapan baru 
> bagi tertindas, melakukan hal tersebut berarti membuang ke sampah 
> semua yang dia khotbahkan. Dia memilih utk menyerang penindasnya kaum 
> Quraisy, yg juga sukunya sendiri dari Mekah.
> 
> Lagipula, irasional membantai sapi hanya utk dagingnya semata, 
> sementara susu dan tenaganya membajak lahan jauh lebih bermanfaat.
> 
> Bagaimanapun Yahudi Yathrib tetap menolak Islam, pasti mereka juga 
> berharap Muhammad kalah melawan Mekah. Upaya-upaya Yahudi utk 
> menggembosi Muhammad seringkali ke 'gep (ketauan) abis2an oleh 
> Muhammad. Spt salah satu contohnya, penyergapan dari belakang pada 
> saat umat Islam menghadapi tentara Mekkah. Kedua, info inteligent ke 
> Abu Sofyan yang memberi informasi jumlah secara tepat formasi dan 
> jumlah tentara Muhammad pada perang Uhud.
> 
> Bagi bangsa Yahudi, penaklukan umat Islam atas mereka adl pure 
> konswekensi dari politik yang mereka jalankan. Mereka melakukan pakta 
> ke kedua belah pihak yang bertikai, dan jagoan mereka kalah.
> 
> For the record, dari ke 3 suku Yahudi di Yahtrib:
> 
> Bani Qainuqa-Pandai besi yang memberikan 'loan' senjata ke Muhammad, 
> diampuni setelah perdebatan bhw mereka seharusnya dihukum mati. 
> Mereka diperbolehkan meninggalkan kota.
> 
> Kedua suku Yahudi yang menguasai pertanian Madina terbagi menjadi dua 
> sikap:
> 
> Bani Al Nadhir - Sebelum perang terakhir melawan Quraisy Mekkah, 
> Muhammad menggali parit mengelilingi Madinah. Suku ini bersedia 
> membantu Muhammad dari logistik setelah mereka melihat Mekkah akan 
> gagal menaklukan Muhammad. What a good bet, mereka diperbolehkan 
> meninggalkan kota pula.
> 
> Bani Quraizah- Suku Yahudi terakhir yang dari awal hardship 
> pengungsian Muhammad masuk ke Madinah, samasekali tidak pernah 
> memberikan bantuan apapun sepeserpun. Mereka yang member informasi 
> lengkap ke musuh-musuh umat Islam pada saat perang. 700 laki-laki 
> suku ini dihukum mati, sementara kaum perempuan dan anak-anak mereka 
> diperbudak.
> 
> *Sources:
> 1. Arab Historians of the Crusades - trans. Gebrieli Berkley Press
> 2. The Life & Times of Muhammad - Glubb, Sir John Scarborough House
> 2. The Life of Muhammad - Ibnu Ishaq Karachi, Pakistan trans. 
> Guillaume, A.
> 3. Muhammad at Medina - Watt, Montgomery Oxford Press
> 
> 
> --- In [email protected], "rezameutia" <rezameutia@> wrote:
> >
> > masalah yahudi di yathrib. 
> > 
> > pertama, dimana lu baca bahwa muhammad yang memberi perintah untuk
> > membantai suku yahudi itu?
> > 
> > muhammad menunjuk saad bin mu'adh, atas persetujuan bani qurayza,
> > untuk menjadi hakim dalam menentukan hukuman atas pengkhianatan bani
> > quraisah dan saad yang mengambil keputusan pembantaian tersebut.
> > 
> > kedua, di yathrib ada 7 (tujuh) suku yahudi yang sudah sepakat dalam
> > suatu perjanjian untuk bersatu padu mempertahankan yathrib atas
> > serangan quraisy.  lalu, suku yahudi (qurayza) itu berkhianat.
> > 
> > coba lu kasih pencerahan, apa sebaiknya yang dilakukan ketika
> > menghadapi sekelompok pengkhianat seperti itu?  
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > --- In [email protected], Proletar2@ wrote:
> > >
> > > ( WARNING! : bagi anda yang over-religious, over-romantis terhadap
> > Allah,



------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke