--- In [email protected], "camarmerah" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
(Kalau orang beragama boleh mengatakan bahwa agama mereka masing-masing yang benar, yang lainnya salah blas, maka boleh dong seorang yang tidak beragama dan tidak bertuhan pun mengatakan yang sama.) paraclete: Boleh, camer. Tapi hati-hati, terlena sedikit, kamu kan jadi nge'label dirimu jadi evangelis 'agama' anti-religion? Dan macem kamu pun banyak 'bidah' nya, gnostic, atheis or hanya anti agama. Masing- masing ya punya 'nabi'nya sendiri-sendiri. camer: Jadi untuk singkatnya, menurut gua, kalau memang mereka sudah sampai kepada kebenaran, maka nggak ada tempat lagi untuk tuhan. Apa lagi fungsinya tuhan? paraclete: Sayangnya, justru pada titik yang paling crucial, kamu malah over- simplify. Kebenaran macam apa yang kamu andai-andai? utopia? Justru mendefinisikan 'kebenaran' itulah pertanyaan 1 million $nya. Pertanyaan itulah yang melahirkan semua gagasan, filsafat, agama, rasio sejak sepanjang sejarah manusia berpikir. camer: Karena agama (baca: entitas penguasa kebenaran dunia-sorga-akherat) mempunyai otoritas untuk menentukan apa yang benar dan apa yang salah, artinya agama punya 'kekuasaan'. Dan 'kekuasaan' itu didasarkan pada logika dan dongeng yang sudah berusia ribuan tahun. Dan 'kekuasaan' itu didasarkan dan bertulang-punggung KEPERCAYAAN dari umatnya. paraclete: You're on the right track. Entitas yg mempunyai absolute power tends to corrupt absolutely. Sounds familiar? Dan betul juga bhw simbiosis antara agama sebagai subject menjadi over-proporsional manakala superioritas iman memangsa nalar si believer. Jadi, agama sangat rentan utk overblown seperti itu. Contohnya sudah banyak dalam sejarah. Dan, saatnya jemaat juga harus bersikap kritis thd ajaran agamanya masing-masing, sama spt u juga harus bersikap terbuka thd sesuatu yang kamu anti-kan itu. Artinya, kamu juga harus fair dalam menilai ajaran agama yg posifif layaknya suatu filsafat,dan sadar bhw agama berkontribusi besar dalam menjaga ketertiban umum dan bersosialisasi sbg bentuk indentitas suatu kelompok dalam masyarakat. Pendeknya, suatu peradaban manusia. camer: Dan dalam 'percaya' tidak dibutuhkan setetes-pun logika dan nalar. paraclete: Logika kamu terlalu polos, camer. Kamu mengkotak'an 'percaya' disatu sudut, lalu mengemas kotak 'logika & nalar' di sudut lainnya. Analogi: Monas keliatan samar2 dari blok M. Tertarik, u mulai melangkah kaki lurus, rus..ke arah Monas. Langkah pertama u ayun, des! nabrak busway. Penasaran, logika kamu bilang cari jalan lain. Langkah ke 2, gubrag ! muka kamu nempel di billboard segede hong-ha. Kapok, kamu langsung teriak ke semua orang bhw yg kamu percaya itu ga ada, karena kamu udah membuktikan bhw kamu pernah 'jalani' apa yg kamu percaya, but it doesnt work. Orang berpotensi pintar spt kamu, menurut saya, akan menjadi orang yang lebih dahsyat daripada orang yang sudah 'given' dan tidak dapat menjadi kritis oleh ajaran apapun, apa itu agama, filsafat. Karena kamu MAU mencari sendiri, kebenarannya versi kamu. And it all started with a simple question: WHY? Dan kamu akan dapat jauh lebih banyak ilmu yang luar biasa, if only kamu mau mulai mempertanyakan hal yang kamu tidak mengerti, instead of mengkotak2an informasi ke sudut2 file yg kamu sudah kamu siapkan di otak kamu selama ini. Berhati besar bung, karena semua pemikir cemerlang pernah menjadi seorang camer. ------------------------------------ Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
