Berikut adalah komentar dari seorang pengamat senior asal Indonesia
yang sudah bermukim lama di Australia.

-----------
Berhasilnya revisi bail out jadi undang undang juga bisa berarti
angin segar bagi  calon presiden McCain, khan  kredit untuk  bisnis
kecil  udah dimasukkan dalam revisi bail out, ini  sebetulnya
senjatanya Obama yang  dalam kampanye selalu membantu pihak `miskin"
jadi kalau udah jadi law maka khan tidak perlu diperjuangkan lagi jadi
senjatanya Obama jadi kadaluwarsa!! he  he  he..


Ekonomi Indonesia dan negara2 sejenis/ sekelas  juga bakal lebih berat
dan akan lebih lama pulihnya. LIBOR juga sangat berpengaruh terhadap
mati hidupnya bank bank di Indonesia. Bila LIBOR 5% , artinya bank
bank raksasa akan pasang interest minimal 6%, bakn kecilan 7% dan
subprim bank min 8%. Lha kalo di Amerika mana mungkin orang kuat ambil
mortgage dgn bunga 8% ?

Sedang di Indo, biasanya LIBOR minimal DUA kalinya = 16% untuk kredit
rumah. sebab deposito aja  udah 12%, kalau  kurang dari itu deposito
pada lari ke dollar Amerika dan mata uang asing lainnya!

 16 %, masih ada orang yang bisa ambil mortgage tapi sangat rawan/ non
secure gampang default
-----------

BTW, jalan di Bandung jadinya bener-bener macet gara-gara mobil-mobil
berplat nomor Jakarta pada ngantri sepanjang jalan Cipaganti mau pergi
kearah Jl. Setiabudi / Lembang. Tapi kemarin tanggal 4 Oktober sudah
mulai agak lancar. Enak juga santai di Bandung menempati rumah kosong
milik saudara sementara yang punya rumah sekeluarga memanfaatkan paket
murah hotel bintang lima di Jakarta. Ada sambungan Internet
24jam/hari, TV kabel 68 kanal dan mobil. Cuma sayangnya di Sydney
kebiasaan pakai mobil Jepang, jadinya jari-jari suka sering salah
posisi kalau pakai mobil Jerman. 

Kesimpulannya hidup di Bandung cukup nyaman bagi orang yang punya
duit. Memang terasa bahwa barang-barang tertentu harganya sudah sama
dengan harga-harga barang di Sydney, tapi secara umum masih lebih
murah. Kalau dikatakan kehidupan jadi semakin berat bagi yang
pendapatannya dalam rupiah, tapi kenapa banyak tempat-tempat makan
penuh didatangi oleh pengunjung?




--- In [email protected], "gsuryana" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Semoga tidak terjadi inflasi gila gila an di luar Amerika deh.
> 
> Memang sih Amerika sebagai market konsumtif terbesar dunia, sangat
berdampak 
> ke negara lain, terutama untuk negara negara eksportir ke Amerika,
semodel 
> Jepang, Korea, Taiwan, Vietnam dan terutama RRT, tentunya akan terkena 
> imbasnya.
> 
> Dimana semua ini menurutku karena persaingan dagang antar sistim
Kapitalis 
> dengan sistim dagang sosialis yang berpenduduk banyak.
> 
> Semisal untuk membuat sebuah mainan plastik, maka bila di Amerika
menjadi 
> berharga modal 10 US$, maka di RRT palingan berkisar 6 US$, dimana
semua 
> dikarenakan sekali produksi di RRT bisa jadi quantitynya 3 kali
lipat di 
> Amerika. Sehingga harga modal menjadi murah ( maklum selain labor
cost juga 
> tehnoklogi masih bisa diimbangi RRT ).
> 
> Amerika yang memang paling suka main goreng ( sebenarnya bisa
dilihat ketika 
> Kodak Film di serbu Fuji Film, Mobil jepun dlsbnya ), tentunya sudah
bisa 
> terbaca bahwa pada satu saat Amerika akan kelimpungan dengan tenaga
kerja 
> pengangguran yang terus meningkat.
> 
> Untuk Indonesia............syukur saja kondisi Ekonomi nya masih
pacieweuh, 
> jadi krisis di Amerika tidak terasa banyak, belum lagi Indonesia
sendiri 
> lagi kelimpungan dengan masuk nya produk RRT yang bisa dibilang
menambah 
> jumlah pengangguran di Indonesia.
> 
> Yang aku khawatirkan hanya satu..........
> 
> Apakah Inflasi akan ikut merembet kemana mana dan termasuk ke
Indonesia ?
> 
> sur.
> http://indolobby.blogspot.com
> ----- Original Message ----- 
> From: "teddysrachman" <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> 
> > Diperkirakan ada sekitar US$ 2.000 milyar kredit macet yang terkait
> > dengan 'sub-prime mortgage market' di mana bank-bank AS dan
> > institusi-institusi yang memegangnya bisa melakukan dua hal, yaitu
> > menjualnya atau memberi nilai buku dalam laporan keuangan mereka.
> >
> > Pilihan pertama yaitu menjual tidak bisa dilakukan karena tak ada
> > pembeli walaupun mereka punya cukup dana yang disebabkan semuanya
> > takut merugi. Jadi tinggal pilihan kedua yaitu memberi nilai buku di
> > mana hal ini juga tidak bisa dilakukan karena bagaimana mau memberi
> > nilai buku kalau tidak ada pasarnya? Jika para pemegang mau
> > menghapuskan nilai ini dalam laporan keuangan mereka, maka itu artinya
> > menghapuskan uang senilai US$ 2.000 milyar. Hal mana akan
> > membangkrutkan modal dasar banyak bank, perusahaan-perusahaan
> > asuransi, hedge funds dan para investor kelas kakap. Banyak orang akan
> > bangkrut dan tiap orang yang bangkrut akan menyeret orang lain pada
> > siapa mereka berhutang. Jadinya ini bak permainan domino yang menyeret
> > banyak fihak.
> >
> > Pemerintah AS berniat menjadi pembeli kredit macet dalam bentuk CDOs
> > ini jika Kongres meyetujui peminjaman sebesar US$ 700 milyar dari kas
> > negara melalui sebuah perusahaan yang akan didirikan. Dengan
> > sendirinya pasar tercipta hingga para investor bisa menjual CDOs dalam
> > keadaan nilainya sudah merosot dari nilai semula atau tetap
> > memegangnya. Saat pasar mulai normal Pemerintah AS bisa mengembalikan
> > uang para pembayar pajak yang telah dipakai dengan jalan menjual
> > kembali CDOs tersebut kepada para investor.
> >
> > Jadi jika Kongres meloloskan rancangan penyelamatan sebesar US$ 700
> > milyar tersebut maka kejatuhan harga CDOs bisa dihentikan dan sistem
> > diharapkan berjalan kembali hingga bencana bisa dihindari, walaupun
> > ini tidak menjamin lepasnya AS dari resesi.
> >
> > Jika tidak? Kita akan menjadi saksi adanya American Roulette. Jika
> > Russian Roulette dimainkan dengan sebuah pistol dan satu peluru, maka
> > American Roullete adalah seperti suatu reaksi nuklir berupa pemecahan
> > inti dua tingkat. Tingkat pertama terjadi saat Kongres menolak
> > rancangan di mana akan dilepaskan inti kepanikan pada para investor
> > mengenai hutang sebesar US$ 2.000 milyar. Berikutnya tingkat kedua,
> > hutang ini akan menghsilkan reaksi berantai nuklir yang akan meledakan
> > dana sebesar US$ 50.000 milyar dalam bentuk surat-surat berharga dalam
> > sektor finansial. Sistem peminjaman dan kredit AS akan hancur dan
> > kehancuran ini akan mengeringkan aliran dana bagi banyak bisnis dan
> > konsumer. Jika ini terjadi menurut New York Times yang mengutip
> > kata-kata Ben Bernanke, kepala Bank Sentral AS: "If we don't do this,
> > we may not have an economy on Monday."
> >
> > Roda roullete akan mulai diputar besok hari tanggal 4 Oktober waktu
> > Indonesia, jadi harap pasang taruhan masing-masing di meja roullete.
> >
> >
http://www.smh.com.au/news/opinion/peter-hartcher/a-game-of-american-roulette/2008/10/02/1222651266185.html?page=fullpage#contentSwap1
>



------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke