--- In [email protected], "teddysrachman" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> BTW, jalan di Bandung jadinya bener-bener macet gara-gara mobil-mobil
> berplat nomor Jakarta pada ngantri sepanjang jalan Cipaganti mau pergi
> kearah Jl. Setiabudi / Lembang. Tapi kemarin tanggal 4 Oktober sudah
> mulai agak lancar. Enak juga santai di Bandung menempati rumah kosong
> milik saudara sementara yang punya rumah sekeluarga memanfaatkan paket
> murah hotel bintang lima di Jakarta. Ada sambungan Internet
> 24jam/hari, TV kabel 68 kanal dan mobil. Cuma sayangnya di Sydney
> kebiasaan pakai mobil Jepang, jadinya jari-jari suka sering salah
> posisi kalau pakai mobil Jerman. 
> 
> Kesimpulannya hidup di Bandung cukup nyaman bagi orang yang punya
> duit. Memang terasa bahwa barang-barang tertentu harganya sudah sama
> dengan harga-harga barang di Sydney, tapi secara umum masih lebih
> murah. Kalau dikatakan kehidupan jadi semakin berat bagi yang
> pendapatannya dalam rupiah, tapi kenapa banyak tempat-tempat makan
> penuh didatangi oleh pengunjung?
> 

bandung-jakarta kini bisa ditempuh dengan nyaman dan cepat.
tapi relatif juga sih, kl mobilnya tokcer bisa dibawa terbang bisa
ditempuh 1.5jam.. tapi kl mobilnya suka batuk2 dibawa ngebut, bisa
2-2.5jam.
jadi gak heran banyak orang jakarta bisa makan siang sambil refreshing
lalu datang ke bandung.
tapi akibatnya kota bandung jadi penuh sesak dgn mobil berplat nomor
b. sedangkan tau sendiri volume jalan di bandung gak bertambah karena
emang dulunya didesain hanya untuk 400rebu orang saja.
gilanya, temperatur di siang hari bisa bervariasi cukup ekstrim, 21
degree sampe 35.

barang2 branded di bandung menurut orang 'luar' memang terbilang
murah. orang malaysia adalah turis dadakan yg paling banyak mampir
cuma untuk belanja.  mereka pada shocked begitu tau harga tas, baju
branded cuma seharga beberapa puluh ringgit saja.  lagian harga hotel
berbintang di bandung relatif sangat murah menurut ukuran mereka.

orang bandung memang doyan jajan.  ribuan warung jajan stalls selalu
diburu walaupun oleh orang bandung sendiri.  boleh jadi inflasi terus
merangkak naik, tapi penghasilan pns termasuk guru juga semakin membaik. 

yang jelas, ketahanan mental orang indonesia sudah teruji terhadap
hantaman krisis.  indonesia tinggal ditata sektor regulasinya supaya
menarik investasi, dan menggenjot wirausaha. gak tau juga dgn walikota
yg kembali terpilih, apakah mau nyadar dgn mempermudah proses
perolehan perijinan usaha atau tetap mempertahankan regulasi
sebelumnya yg sekedar bikin siup saja syarat dan biayanya bikin sesek
nafas para pengusaha kecil.

dan memang bandung masih tetap nyaman.. udara pagi masih terasa segar
walaupun sudah jarang ditemui embum yg biasa menghiasi pagi di tahun
80an.  menikmati serabi hangat atau ketan bakar di pagi hari di
jalanan setiabudhi gak boleh dilewatkan.


------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke