--- In [email protected], "rezameutia" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> --- In [email protected], "teddysrachman" <teddyr@> wrote:
> >
> > Kesimpulannya hidup di Bandung cukup nyaman bagi orang yang punya
> > duit. Memang terasa bahwa barang-barang tertentu harganya sudah sama
> > dengan harga-harga barang di Sydney, tapi secara umum masih lebih
> > murah. Kalau dikatakan kehidupan jadi semakin berat bagi yang
> > pendapatannya dalam rupiah, tapi kenapa banyak tempat-tempat makan
> > penuh didatangi oleh pengunjung?
> > 
> > 
> 
> 
> 
> udah makan di resto 'the view'?  
> 
> tempatnya di dago atas, musti kesana tuh dan sebaiknya bikin
> reservation dulu, karena selalu penuh.  

Saudara saya bilang tempat ini sesuai dengan namanya cuma bagus
pemandangannya doang. Makanannya katanya enggak enak.


ada lagi resto di jalan
> lengkong besar, namanya lupa (seperti nama bali).  steak beef
> wagyu-nya uenak tenan.  harganya juga terjangkau tuh.

Saudara saya jadi bingung dan menurut mereka di Lengkong Besar cuma
ada "Atmosphere" yang dalamnya banyak air mirip suasana di Bali.
Mereka bilang steak-nya di sana 'not the real steak' dan ada yang
lebih enak dengan harga relatif terjangkau di tempat lain. Tempat ini
konon chef-nya lulusan Enhaii dan pernah sebelumnya kerja di Sydney.
Kalau mau makan steak enak menurut mereka harus pergi ke tempatnya si
Felix (Wind Chime) yang bakalan ngabisin 1 juta rupiah per porsi.

Kemarin dibawa ngejajal "fashion pasta" di Dago atas punyanya orang
Itali. Cuma makan dua pizza + dua pasta + pesto + dua lemon tea +
mousse coklat habis sekitar Rp. 240.000,- dalam keadaan jauh dari
kenyang. Berhubung selama ini tinggal gratis, pakai Internet dan mobil
seenaknya maka giliran saya yang bayar pakai kartu kredit. Tinggal
dihitung dalam hati, yah sekitar A$ 30. 

Padahal sebelumnya saya dan ibu saya hampir tiap hari makan lotek di
kantin Bu Siti di jalan Cihapit yang rasanya menyaingi lotek Kalipah
Apo dimana 2 lotek + 2 es jeruk harganya cuma Rp. 32.000,-. Babat
goreng di kantin tersebut juga enak rasanya dan harganya sangat
bersahabat. "Cibiuk" beberapa tahun yang lalu relatif harganya masih
wajar, kemarin saat dicoba lagi sudah ada penurunan kualitas dan
harganya jadi mahal.

> 
> last but not least..., jangan lupa cuci mata liat neng geulis.
> 

Di Bandung mah neng geulis pabalatak
Jadi sadar setelah demikian lama sudah meninggalkan Bandung. Memang
kadang orang tidak bisa menghargai apa-apa yang ada dekat disekitar
dan baru sadar setelah pergi jauh.


> "eta saha anu acuk beureum
> kulit bodas, pipi koneng irung mancung
> geulis teuing"
> 
> 
> 
> ====
>



------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke