pan dah gw bilang copas.. copy paste
tapi gw baca... gw pahamin dgn basic pluralis
gimana bas ?... bagian mana yang elo kagak berkenan ?

--- On Fri, 8/20/10, Abbas <[email protected]> wrote:









 



  


    
      
      
      Yub, ini ente tulis dengan pemahaman sendiri/pribadi bukan ?



--- In [email protected], ayub yahya <ayubya...@...> wrote:

>

> ( COPAS dari milis sebelah... )

> 

> 

> I.S.L.A.M.   

> 

> Identik dengan suatu nama agama yang lahir dari tanah arab dengan Nabi-nya 
> Muhammad. Sehingga semua pengikut/umat yang mengikuti Nabi tersebut di

> namakan Islam.

> Islam dalam tata bahasa arab yang dapat di artikan ke dalam bahasa Indonesia

> yang tepat berarti “Berserah diri”.

> 

> Islam bisa juga diartikan menjadi “Selamat”, “Sesuai”, “Pada 
> Tempatnya”...Sehingga

> agar lebih jelasnya semua pengikutnya yang dalam keseharian hidupnya 
> menyerahkan dirinya dengan ikhlas mengharapkan ridho dari TUHAN-nya termasuk 
> dalam

> kategori orang tersebut telah ISLAM.

> 

> Sesungguhnya Islam bukanlah nama “AGAMA” tetapi berlaku untuk semua umat

> manusia yang dalam kehidupan sehari-hari selalu menggantungkan dirinya kepada 
> TUHAN. 

> 

> Adapun sampai hari ini telah menjadi suatu nama “AGAMA” sekedar untuk

> membedakan mana umat/pengikut dari tiap-tiap utusan Allah dari tiap zaman

> dan kaumnya. Kalau hanya sekedar pengkotakkan/pengelompokan untuk identifikasi

> saja tidak apa -apa yang akan menjadi masalah besar di mana tiap-tiap umat 

> meng-klaim yang paling benar. Sejarah telah mencatat dengan jelas kenapa 
> banyak

> terjadi turunnya dlm tanda kutip “AGAMA”.

> 

> Semua dilandasi telah rusaknya pola pikir, kepatutan dan tatanan

> dalam berkehidupan suatu kaum, sehingga saking sayangnya

> diutuslah dari jenisnya sendiri (manusia) utusan-utusan Tuhan.

> 

> Intisari pengajaran/konsep agama hampir sama antara agama

> yang satu dengan yang lain. Mengajarkan kebaikan, kasih

> sayang, cinta, menjadi manusia bermanfaat untuk manusia lain,

> menjaga kelestarian alam, dan dapat disarikan menjadi “mendidik

> manusia yang berbudi pekerti yang baik sesuai dengan rancangan

> yg telah dibuat dan menempatkan segalanya sesuai porsinya”.

> 

> Hanya sedikit perbedaan dari tiap² agama tentang konsep

>  “KETUHANAN”...Sehingga saat kita berbicara konsep/prinsip/cara

> berfikir/ber-keimanan tentang TUHAN inilah yang sering tidak tercapai

> titik temu...Sehingga tidak salah jika TUHAN sendiri memberikan

> sinyal tentang dirinya …“Aku menurut prasangka hamba-KU”. 

> 

> Tuhan tidak marah mana kala ada manusia yang berfikir serta beriman

> bahwa TUHAN itu tidak ada.

> Tuhan tidak protes mana kala dibicarakan bahwa Tuhan dilahirkan dari

> seorang manusia.

> Dan Tuhan juga tidak mengeluh digambarkan dengan dibentuk sedemi-

> kian rupa sehingga mempunyai 1000 tangan, 1000 muka, atau dalam

> ujud yang benar-benar diluar dari itu....Tuhan hanya sedikit menginfo-

> rmasikan tentang siapa sesungguhnya “ TUHAN”

> 

> -  Berbeda dari seluruh makhluk yang ada di semesta alam

> -  Tidak melahirkan dan dilahirkan

> -  Tidak makan dan tidak tidur

> -  Mengetahui segala sesuatu baik dihati, digunung, laut dsb..

> -  Seluruhnya berisi tentang sesuatu yang diluar dari koridor

> 

> “Cara berfikir manusia”.

> 

> Sejarah manusia telah menunjukkan bahwa manusia memiliki naluri untuk

> berusaha mencari dan mengenal Dzat Ketuhanan.

> Namun kenyataan selalu menunjukkan, upaya itu seringkali tersesat.

> Bukan bertemu Tuhan ALLAH, melainkan ketemu dengan tuhan²-an.

> 

> Kenapa demikian?

> 

> Sebab Dzat Tuhan yang sesungguhnya itu memang jauh di luar perkira-

> an akal manusia.

> Meskipun bukan berarti tidak bisa didekati dengan akal manusia.

> Karena kenyataan itulah, ALLAH lantas memperkenalkan DIRINYA

> kepada manusia.

> Dia sengaja memperkenalkan diri, agar manusia mengenalNYA bukan

> kenal lewat sekedar dugaan-dugaan saja. Karena dugaan alias persang-

> kaan memang tidak bakal mengantarkan kita kepada kebenaran hakiki.

> 

> Prasangka itu telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk

> orang-orang yang merugi

> Apakah memang Allah memberikan banyak informasi tentang Diri-NYA

> didalam Al-Qur'an?  Ya begitulah...........

> 

> Kata-kata yang paling banyak diulang didalam AL-Qur'an adalah

> kata "ALLAH", tidak kurang dari 3.326 kali.

> Itu artinya DIA memang sedang memperkenalkan DIRI kepada kita seluas-

> luasnya. Sehingga kalau kita mau mencermati dan memahami ayat-ayat itu,

> sebenarnya kita sedang dibimbing oleh-NYA untuk kenal DZAT yang Maha

> Agung itu.

> Tapi sekali lagi harus diuraikan dgn menggunakan Bahasa, Akal dan Sains

> Sebab bukti-bukti keberadaannya bukan hanya berada didalam Al-Qur'an

> melainkan lebih banyak berada di alam sekitar kita.

> 

> Al-Qur'an bersifat menggiring perhatian kita dengan informasi-infomasi pokok,

> sedangkan penjabarannya ada dalam realitas kehidupan kita.

> Jika kita ingin kenal ALLAH kita harus banyak-banyak merefleksikan ayat-

> ayat Qur'an itu dalam kehidupan, jika tidak maka yang kita dapatkan

> hanyalah teorinya saja bukan makna yang sesungguhnya.

> 

> Justru inilah permasalahannya, sehingga banyak timbul konsep-konsep

> bagaimana mengenal ‘TUHAN” dengan baik.

> Yang satu merasa benar dan yang lain salah, atau mungkin semuanya

> salah….atau benar semua ….terserah anda toh.

> 

> Manakala pikiran manusia tidak sampai untuk mengolah atau mencoba

> mencari tahu siapa “TUHAN”, pada saat itulah kemampuan berfikir manusia

> sudah tidak bisa digunakan. Untuk bisa mencari, mengolah dan mempaham-

> kan siapa “TUHAN” manusia dapat menggunakan alat lain yaitu “HATI“.

> 

> Saat kita membicarakan waktu sesungguhnya tidak akan ada waktu tanpa

> adanya ruang, ruang tidak akan ada tanpa adanya energi, energi tidak akan

> ada tanpa adanya materi yang membentuk suatu energi, materi tidak akan

> ada tanpa adanya ruang, waktu dan energi.

> 

> Sehingga saat kita bicara energi di saat yang sama kita berbicara ruang,

> waktu dan materi. Tanpa itu semua tiadalah kehidupan ini.

> Sehingga wajar saat kita berbicara tentang “HUKUM ALAM “ kita harus

> sudah bisa mengetahui keseluruhan.

> 

> Sedangkan kemampuan otak manusia itu hanya sedikit saja, sehingga

> tidak akan mampu untuk menerangkan hal itu semua.

> 

> Karena kenyataan itulah, TUHAN lantas memperkenalkan DIRINYA kepada

> manusia. Dia sengaja memperkenalkan diri, agar manusia mengenal-NYA

> bukan kenal lewat sekedar dugaan-dugaan saja.

> 

> Karena dugaan alias persangkaan memang tidak bakal mengantarkan kita

> kepada kebenaran hakiki

> Sehingga jangan heran kalau Allah mengatakan bahwa kita ini sebenarnya

> tidak begitu mengenal Allah, bahwa Allah adalah Dzat yang benar-benar

> Maha Kuat lagi Maha Perkasa

> 

> “Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan

> semua yang ada di bumi.

> Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah

> mengikuti (suatu keyakinan)... Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka

> belaka, dan mereka hanya menduga-duga”

> 

> Saat orang berbicara “saya sudah beriman kepada TUHAN semesta alam”

> haruslah dengan proses melihat, mendengar, berjalan, berfikir didalam

> kehidupan sehari-hari yang penuh dengan ujian dan benturan  untuk

> menjadikan yang terbaik bagi diri dan sekitarnya

> Karena “HATI” tempat bersemayamnya “TUHAN”

> 

> Kenapa hati..??

> 

> Karena untuk bisa mengerti dan dapat menerima tanpa adanya penolakan

> ya memang tempatnya di HATI.

> Saat kita memulai bisa sedikit-demi sedikit merasa dan memahami tentang

> “TUHAN” tiadalah ucapan yang diucapkan dari bibir ini dapat menggambar-

> kan/melukiskannya.

> 

> Cukuplah untuk diri sendiri saja bagaimana rasa/essensi yang melakukannya.

> Adapun manusia lain tergerak untuk mengikuti karena tercermin dari refleksi

> kehidupan sehari-hari yang banyak memberikan manfaat kepada sesama

> maupun alam semesta.

> 

> Selalu ada dorongan yang kuat untuk mendekat kepada orang tersebut tanpa

> orang yang didekati itu berbicara panjang lebar.

> Saat itulah orang yang mencapai ukuran tertinggi dalam pencapain kerohanian

> akan menarik orang lain yang sudah mulai mempunyai tingkat kerohanian dari

> tidur tetapi telah terbangun.

> 

> Terserah orang yang terbangun itu, mau tidur lagi ya monggo, mau jalan kesa-

> na kemari atau mau lari pelan, cepat secepat pelari kelas dunia ya silahkan.

> Yang menjadi permasalahan adalah saat manusia baru mulai menggapai ke ting-

> kat kerohanian mengajak-ngajak dan menjelek-jelekkan itu baru masalah

> 

> Tiadalah makhluk lain yang sempurna seperti manusia, tak salahlah jika di 
> kata-

> kan manusia adalah makhluk yang paling sempurna di dunia ini.

> Ini berkat adanya di dalam diri manusia otak/pikiran, naluri serta Hati.

> Hewan menjalankan kehidupan sehari-hari lebih banyak menggunakan naluri

> dan sedikit menggunakan otak-nya.

> 

> Pencapaian terbesar manusia adalah di saat naluri bergerak, disaat yang sama

> otak bekerja untuk merespon apakah ini baik/buruk dan hati bertindak untuk

> menetapkan apakah sesuai dengan kadar/porsinya. 

> Namun itulah belum cukup tanpa ada RUH.

> 

> Maka komplitlah manusia yang terdiri jasad, otak, hati dan ruh

> Berbicara RUH, essensi yang tidak terpecahkan dari sisi ilmu pengetahuan. 

> Sama halnya saat kita berbicara… siapa TUHAN… Terbuat dari apa Tuhan itu.

> RUH percikan/pantulan/refleksi, bagian dari Tuhan, tak salah jika Tuhan 
> pengin-

> formasikan kepada kita “ Saat telah terjadinya pembentukan dari jasad manusia

> seperti tangan, kaki, kepala, tulang, bentuk muka dan takdir dari tiap diri 
> Aku

> tiup RUH sebagian dari diri-KU”

> 

> Sehingga manusia “Ketularan” sifat-sifat ketuhanan tapi dalam skala makhluk

> Itulah fitrah manusia adalah “sebagian kecil” dari fitrah “Ketuhanan” atau 
> dalam

> bahasa lain Manusia adalah “DERIVATIVE” alias “TURUNAN” dari Dzat Ketuhanan.

> 

> Karena itu manusia lah yang dipilih sebagai Khalifah dimuka bumi, manusia

> menyandang skala sifat-sifat ketuhanan dalam skala terbatas.

> Teristimewa ia memiliki “kehendak bebas” untuk menentukan dirinya, sifat ini 

> diturunkan dari sifat Allah AL-IRADAT ( Yang Maha Berkehendak)

> 

> Didalam sejarah-sejarah yang di tulis oleh para pengikut/turunan dari para 
> sahabat

> Muhammad, dalam perjalanannya menginformasikan/menyampaikan ajaran

> ketuhanan, lebih kurang 13 tahun nabi mengajarkan tentang apa itu BERIMAN.

> 

> Karena IMAN termasuk dalam kategori yang sangat-sangat susah untuk

> diarahkan/dibentuk/dipola/ditanamkan.

> 

> Karena TUHAN dalam konteks yang sangat di luar dari koridor berpikir manusia.

> 

> Karena IMAN sudah masuk dalam koridor HATI, yang di dalam memahamkannya

> sedikit sekali kapasitas otak untuk mencerna.

> 

> Mengatakan TUHAN itu ada, sedangkan TUHAN sendiri tak dapat dilihat, didengar,

> dan disentuh. 

> Karena informasi yang dapat diterima oleh otak terlalu sering mengolah dari 
> semua

> indra yang dipunyai yaitu tangan, kaki, penciuman, penglihatan, serta 
> pendengaran.

> 

> Tanpa semua input dari indra yang dipunyai oleh manusia, otak masih sedikit 
> dapat

> menerima/mengolah informasi tersebut.

> Selama masih belum dapat diterima 100% data yang akurat untuk diolah, selama

> itu belum dapat diyakinkan oleh diri ini adalah akurat/valid/benar/baik.

> 

> Saat TUHAN tidak terlihat, tercium, terdengar atau tersentuh maka untuk 
> menyatakan

> TUHAN itu ada, merupakan hal yang sangat sulit untuk diterima oleh manusia.

> 

> Disinilah tugas yang sangat sulit yang harus di informasikan/diberikan kepada

> manusia, sehingga perlu waktu untuk menerima dan memahami informasi itu benar.

> 

> Dan yang lebih parahnya, untuk menyatakan sesuatu tentang TUHAN, tuhan 
> haruslah

> divisualisasikan seperti mempunyai tangan, kaki, berbicara, melihat serta 
> mendengar 

> agar manusia dapat memahami apa itu TUHAN dan hal-hal apa saja yang TUHAN

> dapat lakukan.

> 

> "Makna adalah makna"

> 

> Bahasa adalah sekedar media untuk menyampaikan makna. Karena itu ungkapan-

> ungkapan yang ada didalamnya tidaklah bersifat mutlak. Juga tidak bisa 
> mewadahi

> makna yang sesungguhnya.

> 

> Termasuk ketika Allah memperkenalkan DIRINYA dengan bahasa manusia, sebenar-

> nya ungkapan itu tidak pernah bisa mewakili subtansinya 

> Dan inilah yang menjebak pemahaman kita 

> 

> Jangankan untuk memahami TUHAN, saat kita berinteraksi dengan orang bisu saja 
> kita

> sudah kesulitan untuk memahami apa yang dikatakan.

> Sehingga ada orang-orang yang paham dengan apa yang dimaksud oleh si bisu di

> karenakan orang itu selalu berinterkasi dengan si bisu.

> 

> Begitu pula untuk memahami tentang TUHAN, kita harus sering berinteraksi 
> dengan

> TUHAN sehingga sedikit demi sedikit kita dapat memahami.

> Tak salah memang jika utusan tuhan dlm menginformasikan/memberikan pengetahuan

> tentang sesuatu menyangkut yang GOIB/tersembunyi/samar-samar memasukkannya

> kedalam klasifikasi IMAN.

> 

> Surga, Neraka, Kiamat/hari akhir, hari perhitungan, rezeki, hidup, mati, 
> malaikat, setan

> serta TUHAN perkara yang sangat luar biasa sulit untuk dijelaskan.

> Surga identik dengan kesenangan hidup, kenikmatan hidup, ketentraman hidup, 
> kenya-

> manan hidup baik itu jasmani ataupun rohani dll.

> Informasi tentang Surga juga tedapat dlm ajaran/agama yang terdahulu yang 
> didalamnya

> seperti yang telah dijelaskan diatas.

> 

> Surga berupa imbalan baik itu nanti setelah hari kiamat atau juga pada saat 
> kehidupan di

> dunia ini berlangsung.

> Penggambaran surga yang diinformasikan berupa makan, minum, tempat tinggal 
> yang 

> penuh dengan buah-buahan, sungai-sungai yang mengalir, dan sebagainya.

> 

> Semua berisi kesenangan dan apapun yang tergambar tentang kesenangan hidup

> manusia didunia yang tercukupi.

> Tetapi bisa jadi bentuk surga bisa berbeda dari apa yang digambarkan oleh 
> manusia

> bahkan lebih dari yang digambarkan tersebut.

> 

> Pada saat seluruh umat manusia telah bisa menjadi manusia yang amanah, saling

> tolong menolong, terjamin kebutuhan hidup baik makan, minum, tempat tinggal,

> keamanan dan kenyaman bukankah itu sudah tercipta yang namanya surga atau

> gambaran tentang surga.

> 

> Apakah perlu lagi imbalan nanti pada saat akhir kehidupan…?,

> 

> Kalau Tuhan menetapkan itu adalah hak Tuhan sepenuhnya, kalaupun tidak itu 
> juga

> sepenuhnya hak Tuhan.

> 

> Tapi yang perlu disikapi adalah jika Tuhan untuk yang percaya adanya Tuhan 
> pastilah

> berbicara dan meyakini janji Tuhan adalah pasti, bukankah janji Tuhan akan 
> informasi

> tersebut sudah terjadi dalam kehidupan di dunia ini..?

> 

> Kalaupun ada yang tidak percaya Tuhan toh definisi tentang surga seperti yang 
> telah

> di bicarakan diatas bisa di realisasikan.

> 

> Neraka identik dengan kesusahan hidup/kepahitan hidup/ketidaktentraman hidup

> ataupun keresahan hidup baik itu jasmani atau ruhani.

> Informasi tentang neraka juga terdapat dalam ajaran/agama yang terdahulu yang

> didalamnya seperti yang telah dijelaskan diatas.

> 

> Neraka berupa imbalan baik itu nanti setelah hari kiamat atau juga pada saat 
> kehidupan

> didunia ini berlangsung.

> Penggambaran neraka yang diterima/diinformasikan berupa kesusahan terhadap 
> makan,

> minum, tempat tinggal, kejahatan bukankah sudah tercipta di dunia ini.

> Kalaupun itu akan juga berlangsung setelah hari kiamat toh itu juga 
> sepenuhnya hak

> Tuhan. Begitu juga halnya dengan kiamat/hari perhitungan, rezeki, hidup, 
> mati, 

> malaikat, setan bahkan yang lebih sulit lagi Tuhannya sendiri……

> 

> Maka daripada itu didalam ajaran islam terkenal dengan nama Rukun Iman.

> Rukun adalah tahapan-tahapan agar pencapaian yang sesungguhnya beriman itu

> dapat diraih.

> Tak salah memang untuk membentuk kadar manusia dari sekedar manusia menjadi

> manusia yang lebih baik membutuhkan masa pembentukan HATI yang tergolong lama.

> 

> Lama atau tidak itu tergantung dari tiap diri manusia itu sendiri.

> Setelah kwalitas beriman tercapai barulah manusia itu menuju ketahapan tingkat

> kerohanian yang lebih tinggi lagi yaitu bertaqwa.

> 

> ( to be continous ...)

> 

> 

> 

> 

>       

> 

> [Non-text portions of this message have been removed]

>





    
     

    
    


 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke