Menurut data2 saya Islam itu dari segi nama kok beda sendiri,coba yg lain pasti nama agama itu podo dg nama si Pembawa atau daerah asal Pembawanya atau ras Pembawanya,tapi nek Islam kok enggak:
1.Disebut Buddha soale dibawa oleh sang Buddha. 2.Dinamakan Hindhu soale berasal dari Tanah Hindustan. 3.Disebut Kong Hu Chu soalnya dibawa oleh Kong Hu Chu. 4.Dinamakan agama Yahudi sudah jelas ada unsur Ras Yahudi. 5.Kristen soale dibawa oleh sang Kristus. 6.Roma Katolik ada kaitan dg unsur Romawi,so do Greek Catholik ada unsur Greek. 7.Kristen Jawi ,ada unsur Ras ,so do HKBB. 8.Ahmadiyah,soale dibawa oleh Gulam Ahmad. 9.Protestan soalnya dulunya Martin Luther Protest. 10.Kejawen ada unsur daerah. Nah sekian banyak kok yg gak ada kaitan apa2 gur ISLAM,Kalau Nabi saya wong ambisi pasti dinakana agama Arab atau Muhammad.Hanya Si Kebenaran yg menyebutnya Muhameddan soale ben kayak lainnya,berarti dalam hati dia ngakui sialan kok Islam gak ada kaitan opo2. Shalom, Tawangalun. --- In [email protected], ayub yahya <ayubya...@...> wrote: > > ( COPAS dari milis sebelah... ) > > > I.S.L.A.M.  > > Identik dengan suatu nama agama yang lahir dari tanah arab dengan Nabi-nya > Muhammad. Sehingga semua pengikut/umat yang mengikuti Nabi tersebut di > namakan Islam. > Islam dalam tata bahasa arab yang dapat di artikan ke dalam bahasa Indonesia > yang tepat berarti âBerserah diriâ. > > Islam bisa juga diartikan menjadi âSelamatâ, âSesuaiâ, âPada > Tempatnyaâ...Sehingga > agar lebih jelasnya semua pengikutnya yang dalam keseharian hidupnya > menyerahkan dirinya dengan ikhlas mengharapkan ridho dari TUHAN-nya termasuk > dalam > kategori orang tersebut telah ISLAM. > > Sesungguhnya Islam bukanlah nama âAGAMAâ tetapi berlaku untuk semua umat > manusia yang dalam kehidupan sehari-hari selalu menggantungkan dirinya kepada > TUHAN. > > Adapun sampai hari ini telah menjadi suatu nama âAGAMAâ sekedar untuk > membedakan mana umat/pengikut dari tiap-tiap utusan Allah dari tiap zaman > dan kaumnya. Kalau hanya sekedar pengkotakkan/pengelompokan untuk identifikasi > saja tidak apa -apa yang akan menjadi masalah besar di mana tiap-tiap umat > meng-klaim yang paling benar. Sejarah telah mencatat dengan jelas kenapa > banyak > terjadi turunnya dlm tanda kutip âAGAMAâ. > > Semua dilandasi telah rusaknya pola pikir, kepatutan dan tatanan > dalam berkehidupan suatu kaum, sehingga saking sayangnya > diutuslah dari jenisnya sendiri (manusia) utusan-utusan Tuhan. > > Intisari pengajaran/konsep agama hampir sama antara agama > yang satu dengan yang lain. Mengajarkan kebaikan, kasih > sayang, cinta, menjadi manusia bermanfaat untuk manusia lain, > menjaga kelestarian alam, dan dapat disarikan menjadi âmendidik > manusia yang berbudi pekerti yang baik sesuai dengan rancangan > yg telah dibuat dan menempatkan segalanya sesuai porsinyaâ. > > Hanya sedikit perbedaan dari tiap² agama tentang konsep >  âKETUHANANâ...Sehingga saat kita berbicara konsep/prinsip/cara > berfikir/ber-keimanan tentang TUHAN inilah yang sering tidak tercapai > titik temu...Sehingga tidak salah jika TUHAN sendiri memberikan > sinyal tentang dirinya â¦âAku menurut prasangka hamba-KUâ. > > Tuhan tidak marah mana kala ada manusia yang berfikir serta beriman > bahwa TUHAN itu tidak ada. > Tuhan tidak protes mana kala dibicarakan bahwa Tuhan dilahirkan dari > seorang manusia. > Dan Tuhan juga tidak mengeluh digambarkan dengan dibentuk sedemi- > kian rupa sehingga mempunyai 1000 tangan, 1000 muka, atau dalam > ujud yang benar-benar diluar dari itu....Tuhan hanya sedikit menginfo- > rmasikan tentang siapa sesungguhnya â TUHANâ > > - Berbeda dari seluruh makhluk yang ada di semesta alam > - Tidak melahirkan dan dilahirkan > - Tidak makan dan tidak tidur > - Mengetahui segala sesuatu baik dihati, digunung, laut dsb.. > - Seluruhnya berisi tentang sesuatu yang diluar dari koridor > > âCara berfikir manusiaâ. > > Sejarah manusia telah menunjukkan bahwa manusia memiliki naluri untuk > berusaha mencari dan mengenal Dzat Ketuhanan. > Namun kenyataan selalu menunjukkan, upaya itu seringkali tersesat. > Bukan bertemu Tuhan ALLAH, melainkan ketemu dengan tuhan²-an. > > Kenapa demikian? > > Sebab Dzat Tuhan yang sesungguhnya itu memang jauh di luar perkira- > an akal manusia. > Meskipun bukan berarti tidak bisa didekati dengan akal manusia. > Karena kenyataan itulah, ALLAH lantas memperkenalkan DIRINYA > kepada manusia. > Dia sengaja memperkenalkan diri, agar manusia mengenalNYA bukan > kenal lewat sekedar dugaan-dugaan saja. Karena dugaan alias persang- > kaan memang tidak bakal mengantarkan kita kepada kebenaran hakiki. > > Prasangka itu telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk > orang-orang yang merugi > Apakah memang Allah memberikan banyak informasi tentang Diri-NYA > didalam Al-Qur'an? Ya begitulah........... > > Kata-kata yang paling banyak diulang didalam AL-Qur'an adalah > kata "ALLAH", tidak kurang dari 3.326 kali. > Itu artinya DIA memang sedang memperkenalkan DIRI kepada kita seluas- > luasnya. Sehingga kalau kita mau mencermati dan memahami ayat-ayat itu, > sebenarnya kita sedang dibimbing oleh-NYA untuk kenal DZAT yang Maha > Agung itu. > Tapi sekali lagi harus diuraikan dgn menggunakan Bahasa, Akal dan Sains > Sebab bukti-bukti keberadaannya bukan hanya berada didalam Al-Qur'an > melainkan lebih banyak berada di alam sekitar kita. > > Al-Qur'an bersifat menggiring perhatian kita dengan informasi-infomasi pokok, > sedangkan penjabarannya ada dalam realitas kehidupan kita. > Jika kita ingin kenal ALLAH kita harus banyak-banyak merefleksikan ayat- > ayat Qur'an itu dalam kehidupan, jika tidak maka yang kita dapatkan > hanyalah teorinya saja bukan makna yang sesungguhnya. > > Justru inilah permasalahannya, sehingga banyak timbul konsep-konsep > bagaimana mengenal âTUHANâ dengan baik. > Yang satu merasa benar dan yang lain salah, atau mungkin semuanya > salahâ¦.atau benar semua â¦.terserah anda toh. > > Manakala pikiran manusia tidak sampai untuk mengolah atau mencoba > mencari tahu siapa âTUHANâ, pada saat itulah kemampuan berfikir manusia > sudah tidak bisa digunakan. Untuk bisa mencari, mengolah dan mempaham- > kan siapa âTUHANâ manusia dapat menggunakan alat lain yaitu âHATIâ. > > Saat kita membicarakan waktu sesungguhnya tidak akan ada waktu tanpa > adanya ruang, ruang tidak akan ada tanpa adanya energi, energi tidak akan > ada tanpa adanya materi yang membentuk suatu energi, materi tidak akan > ada tanpa adanya ruang, waktu dan energi. > > Sehingga saat kita bicara energi di saat yang sama kita berbicara ruang, > waktu dan materi. Tanpa itu semua tiadalah kehidupan ini. > Sehingga wajar saat kita berbicara tentang âHUKUM ALAM â kita harus > sudah bisa mengetahui keseluruhan. > > Sedangkan kemampuan otak manusia itu hanya sedikit saja, sehingga > tidak akan mampu untuk menerangkan hal itu semua. > > Karena kenyataan itulah, TUHAN lantas memperkenalkan DIRINYA kepada > manusia. Dia sengaja memperkenalkan diri, agar manusia mengenal-NYA > bukan kenal lewat sekedar dugaan-dugaan saja. > > Karena dugaan alias persangkaan memang tidak bakal mengantarkan kita > kepada kebenaran hakiki > Sehingga jangan heran kalau Allah mengatakan bahwa kita ini sebenarnya > tidak begitu mengenal Allah, bahwa Allah adalah Dzat yang benar-benar > Maha Kuat lagi Maha Perkasa > > âIngatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan > semua yang ada di bumi. > Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah > mengikuti (suatu keyakinan)... Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka > belaka, dan mereka hanya menduga-dugaâ > > Saat orang berbicara âsaya sudah beriman kepada TUHAN semesta alamâ > haruslah dengan proses melihat, mendengar, berjalan, berfikir didalam > kehidupan sehari-hari yang penuh dengan ujian dan benturan untuk > menjadikan yang terbaik bagi diri dan sekitarnya > Karena âHATIâ tempat bersemayamnya âTUHANâ > > Kenapa hati..?? > > Karena untuk bisa mengerti dan dapat menerima tanpa adanya penolakan > ya memang tempatnya di HATI. > Saat kita memulai bisa sedikit-demi sedikit merasa dan memahami tentang > âTUHANâ tiadalah ucapan yang diucapkan dari bibir ini dapat menggambar- > kan/melukiskannya. > > Cukuplah untuk diri sendiri saja bagaimana rasa/essensi yang melakukannya. > Adapun manusia lain tergerak untuk mengikuti karena tercermin dari refleksi > kehidupan sehari-hari yang banyak memberikan manfaat kepada sesama > maupun alam semesta. > > Selalu ada dorongan yang kuat untuk mendekat kepada orang tersebut tanpa > orang yang didekati itu berbicara panjang lebar. > Saat itulah orang yang mencapai ukuran tertinggi dalam pencapain kerohanian > akan menarik orang lain yang sudah mulai mempunyai tingkat kerohanian dari > tidur tetapi telah terbangun. > > Terserah orang yang terbangun itu, mau tidur lagi ya monggo, mau jalan kesa- > na kemari atau mau lari pelan, cepat secepat pelari kelas dunia ya silahkan. > Yang menjadi permasalahan adalah saat manusia baru mulai menggapai ke ting- > kat kerohanian mengajak-ngajak dan menjelek-jelekkan itu baru masalah > > Tiadalah makhluk lain yang sempurna seperti manusia, tak salahlah jika di > kata- > kan manusia adalah makhluk yang paling sempurna di dunia ini. > Ini berkat adanya di dalam diri manusia otak/pikiran, naluri serta Hati. > Hewan menjalankan kehidupan sehari-hari lebih banyak menggunakan naluri > dan sedikit menggunakan otak-nya. > > Pencapaian terbesar manusia adalah di saat naluri bergerak, disaat yang sama > otak bekerja untuk merespon apakah ini baik/buruk dan hati bertindak untuk > menetapkan apakah sesuai dengan kadar/porsinya. > Namun itulah belum cukup tanpa ada RUH. > > Maka komplitlah manusia yang terdiri jasad, otak, hati dan ruh > Berbicara RUH, essensi yang tidak terpecahkan dari sisi ilmu pengetahuan. > Sama halnya saat kita berbicara⦠siapa TUHAN⦠Terbuat dari apa Tuhan itu. > RUH percikan/pantulan/refleksi, bagian dari Tuhan, tak salah jika Tuhan > pengin- > formasikan kepada kita â Saat telah terjadinya pembentukan dari jasad > manusia > seperti tangan, kaki, kepala, tulang, bentuk muka dan takdir dari tiap diri > Aku > tiup RUH sebagian dari diri-KUâ > > Sehingga manusia âKetularanâ sifat-sifat ketuhanan tapi dalam skala > makhluk > Itulah fitrah manusia adalah âsebagian kecilâ dari fitrah âKetuhananâ > atau dalam > bahasa lain Manusia adalah âDERIVATIVEâ alias âTURUNANâ dari Dzat > Ketuhanan. > > Karena itu manusia lah yang dipilih sebagai Khalifah dimuka bumi, manusia > menyandang skala sifat-sifat ketuhanan dalam skala terbatas. > Teristimewa ia memiliki âkehendak bebasâ untuk menentukan dirinya, sifat > ini > diturunkan dari sifat Allah AL-IRADAT ( Yang Maha Berkehendak) > > Didalam sejarah-sejarah yang di tulis oleh para pengikut/turunan dari para > sahabat > Muhammad, dalam perjalanannya menginformasikan/menyampaikan ajaran > ketuhanan, lebih kurang 13 tahun nabi mengajarkan tentang apa itu BERIMAN. > > Karena IMAN termasuk dalam kategori yang sangat-sangat susah untuk > diarahkan/dibentuk/dipola/ditanamkan. > > Karena TUHAN dalam konteks yang sangat di luar dari koridor berpikir manusia. > > Karena IMAN sudah masuk dalam koridor HATI, yang di dalam memahamkannya > sedikit sekali kapasitas otak untuk mencerna. > > Mengatakan TUHAN itu ada, sedangkan TUHAN sendiri tak dapat dilihat, didengar, > dan disentuh. > Karena informasi yang dapat diterima oleh otak terlalu sering mengolah dari > semua > indra yang dipunyai yaitu tangan, kaki, penciuman, penglihatan, serta > pendengaran. > > Tanpa semua input dari indra yang dipunyai oleh manusia, otak masih sedikit > dapat > menerima/mengolah informasi tersebut. > Selama masih belum dapat diterima 100% data yang akurat untuk diolah, selama > itu belum dapat diyakinkan oleh diri ini adalah akurat/valid/benar/baik. > > Saat TUHAN tidak terlihat, tercium, terdengar atau tersentuh maka untuk > menyatakan > TUHAN itu ada, merupakan hal yang sangat sulit untuk diterima oleh manusia. > > Disinilah tugas yang sangat sulit yang harus di informasikan/diberikan kepada > manusia, sehingga perlu waktu untuk menerima dan memahami informasi itu benar. > > Dan yang lebih parahnya, untuk menyatakan sesuatu tentang TUHAN, tuhan > haruslah > divisualisasikan seperti mempunyai tangan, kaki, berbicara, melihat serta > mendengar > agar manusia dapat memahami apa itu TUHAN dan hal-hal apa saja yang TUHAN > dapat lakukan. > > "Makna adalah makna" > > Bahasa adalah sekedar media untuk menyampaikan makna. Karena itu ungkapan- > ungkapan yang ada didalamnya tidaklah bersifat mutlak. Juga tidak bisa > mewadahi > makna yang sesungguhnya. > > Termasuk ketika Allah memperkenalkan DIRINYA dengan bahasa manusia, sebenar- > nya ungkapan itu tidak pernah bisa mewakili subtansinya > Dan inilah yang menjebak pemahaman kita > > Jangankan untuk memahami TUHAN, saat kita berinteraksi dengan orang bisu saja > kita > sudah kesulitan untuk memahami apa yang dikatakan. > Sehingga ada orang-orang yang paham dengan apa yang dimaksud oleh si bisu di > karenakan orang itu selalu berinterkasi dengan si bisu. > > Begitu pula untuk memahami tentang TUHAN, kita harus sering berinteraksi > dengan > TUHAN sehingga sedikit demi sedikit kita dapat memahami. > Tak salah memang jika utusan tuhan dlm menginformasikan/memberikan pengetahuan > tentang sesuatu menyangkut yang GOIB/tersembunyi/samar-samar memasukkannya > kedalam klasifikasi IMAN. > > Surga, Neraka, Kiamat/hari akhir, hari perhitungan, rezeki, hidup, mati, > malaikat, setan > serta TUHAN perkara yang sangat luar biasa sulit untuk dijelaskan. > Surga identik dengan kesenangan hidup, kenikmatan hidup, ketentraman hidup, > kenya- > manan hidup baik itu jasmani ataupun rohani dll. > Informasi tentang Surga juga tedapat dlm ajaran/agama yang terdahulu yang > didalamnya > seperti yang telah dijelaskan diatas. > > Surga berupa imbalan baik itu nanti setelah hari kiamat atau juga pada saat > kehidupan di > dunia ini berlangsung. > Penggambaran surga yang diinformasikan berupa makan, minum, tempat tinggal > yang > penuh dengan buah-buahan, sungai-sungai yang mengalir, dan sebagainya. > > Semua berisi kesenangan dan apapun yang tergambar tentang kesenangan hidup > manusia didunia yang tercukupi. > Tetapi bisa jadi bentuk surga bisa berbeda dari apa yang digambarkan oleh > manusia > bahkan lebih dari yang digambarkan tersebut. > > Pada saat seluruh umat manusia telah bisa menjadi manusia yang amanah, saling > tolong menolong, terjamin kebutuhan hidup baik makan, minum, tempat tinggal, > keamanan dan kenyaman bukankah itu sudah tercipta yang namanya surga atau > gambaran tentang surga. > > Apakah perlu lagi imbalan nanti pada saat akhir kehidupanâ¦?, > > Kalau Tuhan menetapkan itu adalah hak Tuhan sepenuhnya, kalaupun tidak itu > juga > sepenuhnya hak Tuhan. > > Tapi yang perlu disikapi adalah jika Tuhan untuk yang percaya adanya Tuhan > pastilah > berbicara dan meyakini janji Tuhan adalah pasti, bukankah janji Tuhan akan > informasi > tersebut sudah terjadi dalam kehidupan di dunia ini..? > > Kalaupun ada yang tidak percaya Tuhan toh definisi tentang surga seperti yang > telah > di bicarakan diatas bisa di realisasikan. > > Neraka identik dengan kesusahan hidup/kepahitan hidup/ketidaktentraman hidup > ataupun keresahan hidup baik itu jasmani atau ruhani. > Informasi tentang neraka juga terdapat dalam ajaran/agama yang terdahulu yang > didalamnya seperti yang telah dijelaskan diatas. > > Neraka berupa imbalan baik itu nanti setelah hari kiamat atau juga pada saat > kehidupan > didunia ini berlangsung. > Penggambaran neraka yang diterima/diinformasikan berupa kesusahan terhadap > makan, > minum, tempat tinggal, kejahatan bukankah sudah tercipta di dunia ini. > Kalaupun itu akan juga berlangsung setelah hari kiamat toh itu juga > sepenuhnya hak > Tuhan. Begitu juga halnya dengan kiamat/hari perhitungan, rezeki, hidup, > mati, > malaikat, setan bahkan yang lebih sulit lagi Tuhannya sendiriâ¦â¦ > > Maka daripada itu didalam ajaran islam terkenal dengan nama Rukun Iman. > Rukun adalah tahapan-tahapan agar pencapaian yang sesungguhnya beriman itu > dapat diraih. > Tak salah memang untuk membentuk kadar manusia dari sekedar manusia menjadi > manusia yang lebih baik membutuhkan masa pembentukan HATI yang tergolong lama. > > Lama atau tidak itu tergantung dari tiap diri manusia itu sendiri. > Setelah kwalitas beriman tercapai barulah manusia itu menuju ketahapan tingkat > kerohanian yang lebih tinggi lagi yaitu bertaqwa. > > ( to be continous ...) > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
