Kok anda tahu bahwa Tuhan tidak marah ketika dikatain beranak?sedangkan langit 
hampir runtuh (ada ayatnya).

Shalom,
Tawangalun.

--- In [email protected], ayub yahya <ayubya...@...> wrote:
>
> ( COPAS dari milis sebelah... )
> 
> 
> I.S.L.A.M.   
> 
> Identik dengan suatu nama agama yang lahir dari tanah arab dengan Nabi-nya 
> Muhammad. Sehingga semua pengikut/umat yang mengikuti Nabi tersebut di
> namakan Islam.
> Islam dalam tata bahasa arab yang dapat di artikan ke dalam bahasa Indonesia
> yang tepat berarti “Berserah diri”.
> 
> Islam bisa juga diartikan menjadi “Selamat”, “Sesuai”, “Pada 
> Tempatnya”...Sehingga
> agar lebih jelasnya semua pengikutnya yang dalam keseharian hidupnya 
> menyerahkan dirinya dengan ikhlas mengharapkan ridho dari TUHAN-nya termasuk 
> dalam
> kategori orang tersebut telah ISLAM.
> 
> Sesungguhnya Islam bukanlah nama “AGAMA” tetapi berlaku untuk semua umat
> manusia yang dalam kehidupan sehari-hari selalu menggantungkan dirinya kepada 
> TUHAN. 
> 
> Adapun sampai hari ini telah menjadi suatu nama “AGAMA” sekedar untuk
> membedakan mana umat/pengikut dari tiap-tiap utusan Allah dari tiap zaman
> dan kaumnya. Kalau hanya sekedar pengkotakkan/pengelompokan untuk identifikasi
> saja tidak apa -apa yang akan menjadi masalah besar di mana tiap-tiap umat 
> meng-klaim yang paling benar. Sejarah telah mencatat dengan jelas kenapa 
> banyak
> terjadi turunnya dlm tanda kutip “AGAMA”.
> 
> Semua dilandasi telah rusaknya pola pikir, kepatutan dan tatanan
> dalam berkehidupan suatu kaum, sehingga saking sayangnya
> diutuslah dari jenisnya sendiri (manusia) utusan-utusan Tuhan.
> 
> Intisari pengajaran/konsep agama hampir sama antara agama
> yang satu dengan yang lain. Mengajarkan kebaikan, kasih
> sayang, cinta, menjadi manusia bermanfaat untuk manusia lain,
> menjaga kelestarian alam, dan dapat disarikan menjadi “mendidik
> manusia yang berbudi pekerti yang baik sesuai dengan rancangan
> yg telah dibuat dan menempatkan segalanya sesuai porsinya”.
> 
> Hanya sedikit perbedaan dari tiap² agama tentang konsep
>  “KETUHANAN”...Sehingga saat kita berbicara konsep/prinsip/cara
> berfikir/ber-keimanan tentang TUHAN inilah yang sering tidak tercapai
> titik temu...Sehingga tidak salah jika TUHAN sendiri memberikan
> sinyal tentang dirinya …“Aku menurut prasangka hamba-KU”. 
> 
> Tuhan tidak marah mana kala ada manusia yang berfikir serta beriman
> bahwa TUHAN itu tidak ada.
> Tuhan tidak protes mana kala dibicarakan bahwa Tuhan dilahirkan dari
> seorang manusia.
> Dan Tuhan juga tidak mengeluh digambarkan dengan dibentuk sedemi-
> kian rupa sehingga mempunyai 1000 tangan, 1000 muka, atau dalam
> ujud yang benar-benar diluar dari itu....Tuhan hanya sedikit menginfo-
> rmasikan tentang siapa sesungguhnya “ TUHAN”
> 
> -  Berbeda dari seluruh makhluk yang ada di semesta alam
> -  Tidak melahirkan dan dilahirkan
> -  Tidak makan dan tidak tidur
> -  Mengetahui segala sesuatu baik dihati, digunung, laut dsb..
> -  Seluruhnya berisi tentang sesuatu yang diluar dari koridor
> 
> “Cara berfikir manusia”.
> 
> Sejarah manusia telah menunjukkan bahwa manusia memiliki naluri untuk
> berusaha mencari dan mengenal Dzat Ketuhanan.
> Namun kenyataan selalu menunjukkan, upaya itu seringkali tersesat.
> Bukan bertemu Tuhan ALLAH, melainkan ketemu dengan tuhan²-an.
> 
> Kenapa demikian?
> 
> Sebab Dzat Tuhan yang sesungguhnya itu memang jauh di luar perkira-
> an akal manusia.
> Meskipun bukan berarti tidak bisa didekati dengan akal manusia.
> Karena kenyataan itulah, ALLAH lantas memperkenalkan DIRINYA
> kepada manusia.
> Dia sengaja memperkenalkan diri, agar manusia mengenalNYA bukan
> kenal lewat sekedar dugaan-dugaan saja. Karena dugaan alias persang-
> kaan memang tidak bakal mengantarkan kita kepada kebenaran hakiki.
> 
> Prasangka itu telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk
> orang-orang yang merugi
> Apakah memang Allah memberikan banyak informasi tentang Diri-NYA
> didalam Al-Qur'an?  Ya begitulah...........
> 
> Kata-kata yang paling banyak diulang didalam AL-Qur'an adalah
> kata "ALLAH", tidak kurang dari 3.326 kali.
> Itu artinya DIA memang sedang memperkenalkan DIRI kepada kita seluas-
> luasnya. Sehingga kalau kita mau mencermati dan memahami ayat-ayat itu,
> sebenarnya kita sedang dibimbing oleh-NYA untuk kenal DZAT yang Maha
> Agung itu.
> Tapi sekali lagi harus diuraikan dgn menggunakan Bahasa, Akal dan Sains
> Sebab bukti-bukti keberadaannya bukan hanya berada didalam Al-Qur'an
> melainkan lebih banyak berada di alam sekitar kita.
> 
> Al-Qur'an bersifat menggiring perhatian kita dengan informasi-infomasi pokok,
> sedangkan penjabarannya ada dalam realitas kehidupan kita.
> Jika kita ingin kenal ALLAH kita harus banyak-banyak merefleksikan ayat-
> ayat Qur'an itu dalam kehidupan, jika tidak maka yang kita dapatkan
> hanyalah teorinya saja bukan makna yang sesungguhnya.
> 
> Justru inilah permasalahannya, sehingga banyak timbul konsep-konsep
> bagaimana mengenal ‘TUHAN” dengan baik.
> Yang satu merasa benar dan yang lain salah, atau mungkin semuanya
> salah….atau benar semua ….terserah anda toh.
> 
> Manakala pikiran manusia tidak sampai untuk mengolah atau mencoba
> mencari tahu siapa “TUHAN”, pada saat itulah kemampuan berfikir manusia
> sudah tidak bisa digunakan. Untuk bisa mencari, mengolah dan mempaham-
> kan siapa “TUHAN” manusia dapat menggunakan alat lain yaitu “HATI“.
> 
> Saat kita membicarakan waktu sesungguhnya tidak akan ada waktu tanpa
> adanya ruang, ruang tidak akan ada tanpa adanya energi, energi tidak akan
> ada tanpa adanya materi yang membentuk suatu energi, materi tidak akan
> ada tanpa adanya ruang, waktu dan energi.
> 
> Sehingga saat kita bicara energi di saat yang sama kita berbicara ruang,
> waktu dan materi. Tanpa itu semua tiadalah kehidupan ini.
> Sehingga wajar saat kita berbicara tentang “HUKUM ALAM “ kita harus
> sudah bisa mengetahui keseluruhan.
> 
> Sedangkan kemampuan otak manusia itu hanya sedikit saja, sehingga
> tidak akan mampu untuk menerangkan hal itu semua.
> 
> Karena kenyataan itulah, TUHAN lantas memperkenalkan DIRINYA kepada
> manusia. Dia sengaja memperkenalkan diri, agar manusia mengenal-NYA
> bukan kenal lewat sekedar dugaan-dugaan saja.
> 
> Karena dugaan alias persangkaan memang tidak bakal mengantarkan kita
> kepada kebenaran hakiki
> Sehingga jangan heran kalau Allah mengatakan bahwa kita ini sebenarnya
> tidak begitu mengenal Allah, bahwa Allah adalah Dzat yang benar-benar
> Maha Kuat lagi Maha Perkasa
> 
> “Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan
> semua yang ada di bumi.
> Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah
> mengikuti (suatu keyakinan)... Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka
> belaka, dan mereka hanya menduga-duga”
> 
> Saat orang berbicara “saya sudah beriman kepada TUHAN semesta alam”
> haruslah dengan proses melihat, mendengar, berjalan, berfikir didalam
> kehidupan sehari-hari yang penuh dengan ujian dan benturan  untuk
> menjadikan yang terbaik bagi diri dan sekitarnya
> Karena “HATI” tempat bersemayamnya “TUHAN”
> 
> Kenapa hati..??
> 
> Karena untuk bisa mengerti dan dapat menerima tanpa adanya penolakan
> ya memang tempatnya di HATI.
> Saat kita memulai bisa sedikit-demi sedikit merasa dan memahami tentang
> “TUHAN” tiadalah ucapan yang diucapkan dari bibir ini dapat menggambar-
> kan/melukiskannya.
> 
> Cukuplah untuk diri sendiri saja bagaimana rasa/essensi yang melakukannya.
> Adapun manusia lain tergerak untuk mengikuti karena tercermin dari refleksi
> kehidupan sehari-hari yang banyak memberikan manfaat kepada sesama
> maupun alam semesta.
> 
> Selalu ada dorongan yang kuat untuk mendekat kepada orang tersebut tanpa
> orang yang didekati itu berbicara panjang lebar.
> Saat itulah orang yang mencapai ukuran tertinggi dalam pencapain kerohanian
> akan menarik orang lain yang sudah mulai mempunyai tingkat kerohanian dari
> tidur tetapi telah terbangun.
> 
> Terserah orang yang terbangun itu, mau tidur lagi ya monggo, mau jalan kesa-
> na kemari atau mau lari pelan, cepat secepat pelari kelas dunia ya silahkan.
> Yang menjadi permasalahan adalah saat manusia baru mulai menggapai ke ting-
> kat kerohanian mengajak-ngajak dan menjelek-jelekkan itu baru masalah
> 
> Tiadalah makhluk lain yang sempurna seperti manusia, tak salahlah jika di 
> kata-
> kan manusia adalah makhluk yang paling sempurna di dunia ini.
> Ini berkat adanya di dalam diri manusia otak/pikiran, naluri serta Hati.
> Hewan menjalankan kehidupan sehari-hari lebih banyak menggunakan naluri
> dan sedikit menggunakan otak-nya.
> 
> Pencapaian terbesar manusia adalah di saat naluri bergerak, disaat yang sama
> otak bekerja untuk merespon apakah ini baik/buruk dan hati bertindak untuk
> menetapkan apakah sesuai dengan kadar/porsinya. 
> Namun itulah belum cukup tanpa ada RUH.
> 
> Maka komplitlah manusia yang terdiri jasad, otak, hati dan ruh
> Berbicara RUH, essensi yang tidak terpecahkan dari sisi ilmu pengetahuan. 
> Sama halnya saat kita berbicara… siapa TUHAN… Terbuat dari apa Tuhan itu.
> RUH percikan/pantulan/refleksi, bagian dari Tuhan, tak salah jika Tuhan 
> pengin-
> formasikan kepada kita “ Saat telah terjadinya pembentukan dari jasad 
> manusia
> seperti tangan, kaki, kepala, tulang, bentuk muka dan takdir dari tiap diri 
> Aku
> tiup RUH sebagian dari diri-KU”
> 
> Sehingga manusia “Ketularan” sifat-sifat ketuhanan tapi dalam skala 
> makhluk
> Itulah fitrah manusia adalah “sebagian kecil” dari fitrah “Ketuhanan” 
> atau dalam
> bahasa lain Manusia adalah “DERIVATIVE” alias “TURUNAN” dari Dzat 
> Ketuhanan.
> 
> Karena itu manusia lah yang dipilih sebagai Khalifah dimuka bumi, manusia
> menyandang skala sifat-sifat ketuhanan dalam skala terbatas.
> Teristimewa ia memiliki “kehendak bebas” untuk menentukan dirinya, sifat 
> ini 
> diturunkan dari sifat Allah AL-IRADAT ( Yang Maha Berkehendak)
> 
> Didalam sejarah-sejarah yang di tulis oleh para pengikut/turunan dari para 
> sahabat
> Muhammad, dalam perjalanannya menginformasikan/menyampaikan ajaran
> ketuhanan, lebih kurang 13 tahun nabi mengajarkan tentang apa itu BERIMAN.
> 
> Karena IMAN termasuk dalam kategori yang sangat-sangat susah untuk
> diarahkan/dibentuk/dipola/ditanamkan.
> 
> Karena TUHAN dalam konteks yang sangat di luar dari koridor berpikir manusia.
> 
> Karena IMAN sudah masuk dalam koridor HATI, yang di dalam memahamkannya
> sedikit sekali kapasitas otak untuk mencerna.
> 
> Mengatakan TUHAN itu ada, sedangkan TUHAN sendiri tak dapat dilihat, didengar,
> dan disentuh. 
> Karena informasi yang dapat diterima oleh otak terlalu sering mengolah dari 
> semua
> indra yang dipunyai yaitu tangan, kaki, penciuman, penglihatan, serta 
> pendengaran.
> 
> Tanpa semua input dari indra yang dipunyai oleh manusia, otak masih sedikit 
> dapat
> menerima/mengolah informasi tersebut.
> Selama masih belum dapat diterima 100% data yang akurat untuk diolah, selama
> itu belum dapat diyakinkan oleh diri ini adalah akurat/valid/benar/baik.
> 
> Saat TUHAN tidak terlihat, tercium, terdengar atau tersentuh maka untuk 
> menyatakan
> TUHAN itu ada, merupakan hal yang sangat sulit untuk diterima oleh manusia.
> 
> Disinilah tugas yang sangat sulit yang harus di informasikan/diberikan kepada
> manusia, sehingga perlu waktu untuk menerima dan memahami informasi itu benar.
> 
> Dan yang lebih parahnya, untuk menyatakan sesuatu tentang TUHAN, tuhan 
> haruslah
> divisualisasikan seperti mempunyai tangan, kaki, berbicara, melihat serta 
> mendengar 
> agar manusia dapat memahami apa itu TUHAN dan hal-hal apa saja yang TUHAN
> dapat lakukan.
> 
> "Makna adalah makna"
> 
> Bahasa adalah sekedar media untuk menyampaikan makna. Karena itu ungkapan-
> ungkapan yang ada didalamnya tidaklah bersifat mutlak. Juga tidak bisa 
> mewadahi
> makna yang sesungguhnya.
> 
> Termasuk ketika Allah memperkenalkan DIRINYA dengan bahasa manusia, sebenar-
> nya ungkapan itu tidak pernah bisa mewakili subtansinya 
> Dan inilah yang menjebak pemahaman kita 
> 
> Jangankan untuk memahami TUHAN, saat kita berinteraksi dengan orang bisu saja 
> kita
> sudah kesulitan untuk memahami apa yang dikatakan.
> Sehingga ada orang-orang yang paham dengan apa yang dimaksud oleh si bisu di
> karenakan orang itu selalu berinterkasi dengan si bisu.
> 
> Begitu pula untuk memahami tentang TUHAN, kita harus sering berinteraksi 
> dengan
> TUHAN sehingga sedikit demi sedikit kita dapat memahami.
> Tak salah memang jika utusan tuhan dlm menginformasikan/memberikan pengetahuan
> tentang sesuatu menyangkut yang GOIB/tersembunyi/samar-samar memasukkannya
> kedalam klasifikasi IMAN.
> 
> Surga, Neraka, Kiamat/hari akhir, hari perhitungan, rezeki, hidup, mati, 
> malaikat, setan
> serta TUHAN perkara yang sangat luar biasa sulit untuk dijelaskan.
> Surga identik dengan kesenangan hidup, kenikmatan hidup, ketentraman hidup, 
> kenya-
> manan hidup baik itu jasmani ataupun rohani dll.
> Informasi tentang Surga juga tedapat dlm ajaran/agama yang terdahulu yang 
> didalamnya
> seperti yang telah dijelaskan diatas.
> 
> Surga berupa imbalan baik itu nanti setelah hari kiamat atau juga pada saat 
> kehidupan di
> dunia ini berlangsung.
> Penggambaran surga yang diinformasikan berupa makan, minum, tempat tinggal 
> yang 
> penuh dengan buah-buahan, sungai-sungai yang mengalir, dan sebagainya.
> 
> Semua berisi kesenangan dan apapun yang tergambar tentang kesenangan hidup
> manusia didunia yang tercukupi.
> Tetapi bisa jadi bentuk surga bisa berbeda dari apa yang digambarkan oleh 
> manusia
> bahkan lebih dari yang digambarkan tersebut.
> 
> Pada saat seluruh umat manusia telah bisa menjadi manusia yang amanah, saling
> tolong menolong, terjamin kebutuhan hidup baik makan, minum, tempat tinggal,
> keamanan dan kenyaman bukankah itu sudah tercipta yang namanya surga atau
> gambaran tentang surga.
> 
> Apakah perlu lagi imbalan nanti pada saat akhir kehidupan…?,
> 
> Kalau Tuhan menetapkan itu adalah hak Tuhan sepenuhnya, kalaupun tidak itu 
> juga
> sepenuhnya hak Tuhan.
> 
> Tapi yang perlu disikapi adalah jika Tuhan untuk yang percaya adanya Tuhan 
> pastilah
> berbicara dan meyakini janji Tuhan adalah pasti, bukankah janji Tuhan akan 
> informasi
> tersebut sudah terjadi dalam kehidupan di dunia ini..?
> 
> Kalaupun ada yang tidak percaya Tuhan toh definisi tentang surga seperti yang 
> telah
> di bicarakan diatas bisa di realisasikan.
> 
> Neraka identik dengan kesusahan hidup/kepahitan hidup/ketidaktentraman hidup
> ataupun keresahan hidup baik itu jasmani atau ruhani.
> Informasi tentang neraka juga terdapat dalam ajaran/agama yang terdahulu yang
> didalamnya seperti yang telah dijelaskan diatas.
> 
> Neraka berupa imbalan baik itu nanti setelah hari kiamat atau juga pada saat 
> kehidupan
> didunia ini berlangsung.
> Penggambaran neraka yang diterima/diinformasikan berupa kesusahan terhadap 
> makan,
> minum, tempat tinggal, kejahatan bukankah sudah tercipta di dunia ini.
> Kalaupun itu akan juga berlangsung setelah hari kiamat toh itu juga 
> sepenuhnya hak
> Tuhan. Begitu juga halnya dengan kiamat/hari perhitungan, rezeki, hidup, 
> mati, 
> malaikat, setan bahkan yang lebih sulit lagi Tuhannya sendiri……
> 
> Maka daripada itu didalam ajaran islam terkenal dengan nama Rukun Iman.
> Rukun adalah tahapan-tahapan agar pencapaian yang sesungguhnya beriman itu
> dapat diraih.
> Tak salah memang untuk membentuk kadar manusia dari sekedar manusia menjadi
> manusia yang lebih baik membutuhkan masa pembentukan HATI yang tergolong lama.
> 
> Lama atau tidak itu tergantung dari tiap diri manusia itu sendiri.
> Setelah kwalitas beriman tercapai barulah manusia itu menuju ketahapan tingkat
> kerohanian yang lebih tinggi lagi yaitu bertaqwa.
> 
> ( to be continous ...)
> 
> 
> 
> 
>       
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke