Opo setiap kota China Town di AS lantas boleh memisahkan diri?

Shalom,
Tawangalun.

--- In [email protected], "muskitawati" <muskitaw...@...> wrote:
>
> Papua harusnya dimerdekakan, janganlah dijadikan jajahan Indonesia. Sudah 
> Jelas orang Papua tidak sama dengan orang Indonesia.
> 
> Serahkanlah urusan minyak, emas, dll-nya kepada bangsa Papua tanpa perlu 
> campur tangan Indonesia.  Mereka lebih berhak, dan Indonesia tidak punya hak.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "sunny" <ambon@> wrote:
> >
> > Tawang,
> > 
> > Siapa yang memberikan izin kepada mereka untuk mengolah tambang emas 
> > disana? Berapa besar saham pemerintah dan yang dimiliki oleh privat NKRI? 
> > Tahu kamu berapa banyak pajak perusahaan yang dibayar kepada pemerintah 
> > Indonesia tiap tahun? Mengapa pemerintah Indonesia tidak mempublikasi 
> > laporan tahunan perusahaan untuk umum?
> > 
> > Wass
> > 
> >   ----- Original Message ----- 
> >   From: Tawangalun 
> >   To: [email protected] 
> >   Sent: Friday, September 24, 2010 12:42 AM
> >   Subject: [proletar] Re: Kongres AS Minta Indonesia Tingkatkan Otonomi 
> > Papua
> > 
> > 
> >     
> >   Karepe AS itu ngene,AS hanya mbayar upeti ke Papua saja gak usah ke 
> > RI,nanti pasti wong Papua yg telah dapet duwit sakgebung gak akan mbrontak 
> > lagi,tapi RI suruh gigit jari.
> >   Memang Amerika itu elek.
> > 
> >   Shalom,
> >   Tawangalun.
> > 
> >   --- In [email protected], a.widura@ wrote:
> >   >
> >   > Apanya yg di genosida ?....suruh aja datang ke papua lihat sendiri 
> > kondisi disana, siapa yg berkuasa ditanah papua...OPM ditembak mati ya 
> > wajar saja sebab mereka pemberontak bersenjata.. senat amerika begitu 
> > dungunya percaya terhadap loby OPM yg ngaku mereka di genosida oleh 
> > pemerintah indonesia...
> >   > -----Original Message-----
> >   > From: "sunny" <ambon@>
> >   > Sender: [email protected]
> >   > Date: Thu, 23 Sep 2010 21:39:38 
> >   > To: <Undisclosed-Recipient>
> >   > Reply-To: [email protected]
> >   > Subject: [proletar] Kongres AS Minta Indonesia Tingkatkan Otonomi Papua
> >   > 
> >   > http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=25327
> >   > 
> >   > 2010-09-23 
> >   > Kongres AS Minta Indonesia Tingkatkan Otonomi Papua
> >   > 
> >   > 
> >   > SP/YC Kurniantoro
> >   > Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima kunjungan Kepala Subkomite 
> > Asia Pasifik dan Lingkungan Global Kongres AS Eni Faleomavaega (kiri) di 
> > Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (5/7/2007). Pertemuan ini antara lain 
> > membicarakan masalah Papua.
> >   > 
> >   > 
> >   > 
> >   > [WASHINGTON] Amerika Serikat (AS) meminta Indonesia agar bergerak maju 
> > untuk otonomi Provinsi Papua dan tidak mengabaikan hak asasi manusia (HAM) 
> > di wilayah tersebut. 
> >   > 
> >   > 
> >   > Pernyataan itu mencuat dalam rapat dengar pendapat yang digelar oleh 
> > Kongres AS di Capitol Hill. Untuk pertama kali, Kongres AS menggelar 
> > pertemuan terkait persoalan Papua. Inisiatif itu datang dari Eni 
> > Faleomavaega yang mewakili warga Samoa Amerika dan telah lama menaruh 
> > perhatian mengenai Papua.Suasana tidak biasa tampak di ruang kongres AS 
> > yang serius, ketika anggota kongres mengundang warga Papua untuk menari 
> > tarian khas Papua dengan memakai pakaian adat.
> >   > 
> >   > 
> >   > Menurut Faleomavaega, Jakarta telah melakukan genosida terhadap 
> > orang-orang Papua yang berbeda dari warga Indonesia kebanyakan karena 
> > beretnis Melanesia. Genosida adalah pembantaian besar-besaran dan 
> > sistematis terhadap suatu suku bangsa untuk melakukan pemusnahan."Ini 
> > adalah fakta tak terbantahkan bahwa Indonesia dengan sengaja dan sistematis 
> > telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan belum bertanggung 
> > jawab," katanya.Pemerintah mulai menerapkan otonomi di Papua, sebuah 
> > kawasan yang luas dan kaya mineral sejak 2001. Tapi, para aktivis lokal 
> > menilai, otonomi hanya diimplementasi sebagian dan tidak mampu meningkatkan 
> > hak-hak mereka.
> >   > 
> >   > HAM Indonesia
> >   > Wakil Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk masalah Asia Tenggara, 
> > Joseph Yun mengatakan, penyerahan yang lebih menyeluruh kepada Papua dan 
> > Papua Barat paling tidak bisa meringankan, meski tidak akan memutus keluhan 
> > warga di sana."Jika otonomi khusus tahun 2001 bisa sepenuhnya diterapkan, 
> > kita yakin kekecewaan yang sangat besar yang dialami oleh warga Papua akan 
> > berkurang," kata Yun. Namun, dia menegaskan, AS menentang separatisme di 
> > wilayah Papua."Meskipun secara umum situasi HAM di Indonesia relatif 
> > membaik seiring perkembangan demokrasi di negeri itu. Kami prihatin dengan 
> > tuduhan pelanggaran HAM di Papua dan terus memantau situasi," 
> > katanya.[AFP/C-5]
> >   > 
> >   > 
> >   > [Non-text portions of this message have been removed]
> >   > 
> >   > 
> >   > 
> >   > 
> >   > [Non-text portions of this message have been removed]
> >   >
> > 
> > 
> > 
> >   
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke