http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2007/04/070413_marrosperm.sht\ ml <http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2007/04/070413_marrosperm.sh\ tml> 13 April, 2007 - Published 08:52 GMT
Sperma dari sumsum manusia Tim ilmuwan di Jerman mengatakan, mereka berhasil menciptakan sel sperma belum matang dari sampel sumsum tulang manusia. Jika sel tersebut bisa dikembangkan menjadi sperma yang berkembang penuh, seperti yang akan diupayakan peneliti dalam masa lima tahun ke depan, sel itu bisa dipergunakan dalam perawatan fertilitas. Namun, para pakar memperingatkan temuan dari penelitian di Jerman agar ditafsirkan secara hati-hati pada tahap sangat awal ini. Dan, rancangan undang-undang baru akan melarang penggunaan sel semacam ini dalam perawatan fertilitas di Inggris. Buku Putih tentang fertilitas yang diterbitkan pemerintah Inggris mengusulkan pelarangan penggunaan sperma atau sel telur yang diciptakan secara buatan dalam reproduksi dengan bantuan teknologi (assisted reproduction). Peneliti dari Universitas Göttingen, dan Münster and Fakultas Kedokteran Hannover mengisolasi sel tunas dewasa - sel yang memiliki kemampuan untuk menjadi berbagai jenis jaringan di dalam tubuh - dari sampel sumsum tulang yang diambil dari relawan pria. Sel spermatagonial Biasanya, sel tunas dari sumsum tulang akan berkembang menjadi beragam jenis sel dalam jaringan otot. Namun, tim peneliti merangsang sejumlah kecil sel itu agar berkembang menjadi sel yang tampaknya merupakan sel spermatagonial. Sel ini ditemukan di testis atau buah pelir yang biasanya kemudian berubah menjadi sel sperma matang. Ini merupakan sel spermatagonial manusia pertama dibuat secara artifisial dengan cara ini. Dan, peneliti utama Profesor Karim Nayernia, yang kini bertugas di North-east England Stem Cell Institute yang berpusat di Centre for Life di Newcastle, Inggris mengatakan, dia mengharapkan penyelidikannya akan mengantarkan dia mungkin kelak bisa merawat pria muda yang menjadi mandul akibat khemoterapi. Dia mengatakan: "Kami sangat bersemangat dengan temuan ini." "Tujuan kami berikutnya adalah melihat apakah kita bisa membuat sel spermatagonial berkembang menjadi sperma matang di laboratorium dan ini mungkin akan memakan waktu percobaan tiga hingga lima tahun," tambahnya. Dia mengakui, ketentuan hukum mungkin akan menjadi ganjalan. Profesor Harry Moore dari Psuat untuk Biologi Sel Tunas di University of Sheffield, London mengatakan: "Temuan ini menarik, tapi perlu sangat berhati-hati soal interpretasinya. Perubahan jenis sel tunas yang teramati oleh tim peneliti, dari pra-otot menjadi sel pra-reproduktif, dikenal sebagai trans-diferensiasi. Dan, Profesor Moore mengatakan, hampir semua pengamatan serupa terhadap trans-diferensiasi pada sel tunas dewasa belum dikukuhkan ketika diuji secara seksama, sebab hasilnya mungkin menyesatkan. Dia mengatakan: "Ini merupakan bidang yang berkembang pesat, tapi kita masih bertahun-tahun jauhnya dari pengembangan terapi untuk kemandulan dengan teknik semacam ini." [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
