nT bacalagi yang pelan ayatnya. 

--- In [email protected], "sebuah.kenyataan" <sebuah.kenyat...@...> 
wrote:
>
> Wuuah...
> Bahkan ajaran Prof.Tawangalun dan Dr.Ndeboost sudah dapat memprediksi sejak 
> 1500 tahun yang lampau bahwa suatu saat sperma dapat diambil dari sumsum 
> tulang manusia!
> 
> Memang belum disebutkan sumsum tulang yang mana, namun saya yakin 100% haqul 
> yaqin bahwa setelah para ilmuwan meneliti berulangkali, tulang yang dimaksud 
> pasti TULANG SULBI ! Ya benar, tulang sulbi !
> 
> Prof.Tawangalun, jasa dan sumbangsih anda pada Proletar milis kita tak 
> terkira. Anda telah menunjukan betapa tingginya ajaran anda, bahkan dapat 
> memprediksi kecanggihan tekhnologi yang begitu canggih: "stem cell".
> 
> Di saat negara maju masih berdebat dan berkutat tentang keberhasilan Stem 
> Cell, Prof.Tawangalun dan Dr.Ndeboost dari Indonesia telah menunjukan sejak 
> mula bahwa sperma memang bisa berasal dari tulang. Kalau saja para ilmuwan di 
> Hannover sana membaca ulasan teori Prof kita dari Indonesia ini, mereka pasti 
> akan segera memilih tulang sulbi sebagai obyek penelitian dibandingkan tulang 
> yang lain!
> 
> Selamat Prof, 
> anda luarbiasa hebat!!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "ndeboost" <rambitesemak@> wrote:
> >
> > 
> > http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2007/04/070413_marrosperm.sht\
> > ml
> > <http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2007/04/070413_marrosperm.sh\
> > tml>
> > 13 April, 2007 - Published 08:52 GMT
> > 
> > 
> > 
> > Sperma dari sumsum manusia
> > 
> > Tim ilmuwan di Jerman mengatakan, mereka berhasil menciptakan sel sperma
> > belum matang dari sampel sumsum tulang manusia.
> > 
> > Jika sel tersebut bisa dikembangkan menjadi sperma yang berkembang
> > penuh, seperti yang akan diupayakan peneliti dalam masa lima tahun ke
> > depan, sel itu bisa dipergunakan dalam perawatan fertilitas.
> > 
> > Namun, para pakar memperingatkan temuan dari penelitian di Jerman agar
> > ditafsirkan secara hati-hati pada tahap sangat awal ini.
> > 
> > Dan, rancangan undang-undang baru akan melarang penggunaan sel semacam
> > ini dalam perawatan fertilitas di Inggris.
> > 
> > Buku Putih tentang fertilitas yang diterbitkan pemerintah Inggris
> > mengusulkan pelarangan penggunaan sperma atau sel telur yang diciptakan
> > secara buatan dalam reproduksi dengan bantuan teknologi (assisted
> > reproduction).
> > 
> > Peneliti dari Universitas Göttingen, dan Münster and Fakultas
> > Kedokteran Hannover mengisolasi sel tunas dewasa - sel yang memiliki
> > kemampuan untuk menjadi berbagai jenis jaringan di dalam tubuh - dari
> > sampel sumsum tulang yang diambil dari relawan pria.
> > 
> > Sel spermatagonial
> > 
> > Biasanya, sel tunas dari sumsum tulang akan berkembang menjadi beragam
> > jenis sel dalam jaringan otot.
> > 
> > Namun, tim peneliti merangsang sejumlah kecil sel itu agar berkembang
> > menjadi sel yang tampaknya merupakan sel spermatagonial. Sel ini
> > ditemukan di testis atau buah pelir yang biasanya kemudian berubah
> > menjadi sel sperma matang.
> > 
> > Ini merupakan sel spermatagonial manusia pertama dibuat secara
> > artifisial dengan cara ini.
> > 
> > Dan, peneliti utama Profesor Karim Nayernia, yang kini bertugas di
> > North-east England Stem Cell Institute yang berpusat di Centre for Life
> > di Newcastle, Inggris mengatakan, dia mengharapkan penyelidikannya akan
> > mengantarkan dia mungkin kelak bisa merawat pria muda yang menjadi
> > mandul akibat khemoterapi.
> > 
> > Dia mengatakan: "Kami sangat bersemangat dengan temuan ini."
> > 
> > "Tujuan kami berikutnya adalah melihat apakah kita bisa membuat sel
> > spermatagonial berkembang menjadi sperma matang di laboratorium dan ini
> > mungkin akan memakan waktu percobaan tiga hingga lima tahun," tambahnya.
> > 
> > Dia mengakui, ketentuan hukum mungkin akan menjadi ganjalan.
> > 
> > Profesor Harry Moore dari Psuat untuk Biologi Sel Tunas di University of
> > Sheffield, London mengatakan: "Temuan ini menarik, tapi perlu sangat
> > berhati-hati soal interpretasinya.
> > 
> > Perubahan jenis sel tunas yang teramati oleh tim peneliti, dari pra-otot
> > menjadi sel pra-reproduktif, dikenal sebagai trans-diferensiasi.
> > 
> > Dan, Profesor Moore mengatakan, hampir semua pengamatan serupa terhadap
> > trans-diferensiasi pada sel tunas dewasa belum dikukuhkan ketika diuji
> > secara seksama, sebab hasilnya mungkin menyesatkan.
> > 
> > Dia mengatakan: "Ini merupakan bidang yang berkembang pesat, tapi kita
> > masih bertahun-tahun jauhnya dari pengembangan terapi untuk kemandulan
> > dengan teknik semacam ini."
> > 
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke