Sehingga kita bisa memastikan pengaliran sumber kekayaan dan keuntungan dalam 
jumlah besar ke negeri penguasa kolonial, dan meninggalkan kesengsaraan luar 
biasa bagi rakyat di negeri jajahan.Hingga tahun 1958, hampir 80% dari 
hasil-hasil perkebunan Indonesia yang mengalir ke Eropa ditampung oleh 
pedagang-pedagang Belanda di Amsterdam atau Rotterdam. Kemudian, sampai akhir 
tahun 1957, sebagian besar perekonomian Indonesia masih dikuasai oleh modal 
BelandaNegara penjajah perlu menjaga K E T E R B E L A K A N G A N bekas 
kolonisebagai sebuah prasyarat untuk menciptakan ketergantungan setelah 
perpisahan. Bahkan pembuatan produk seperti paku&penitipun dilarang oleh 
penguasa kolonial, demi untuk menjaga kesetiaan dan ketergantungan terhadap 
keunggulan negeri penjajah. Ini menghasilkan sebuah dua sisi mata uang yang 
sangat berbeda; Negara kolonial menjadi sangat makmur karena proses akumulasi 
primitive, sedangkan Negara jajahan terlampau sangat miskin karena
 segala kepunyaannya telah dirampas.Seperti sekarang ini, Kita, bangsa 
Indonesia, dipaksa menjadi spesialis ekspor bahan mentah untuk menghidupi 
industry negeri-negeri maju. Sedangkan Negara imperialis enggan, bahkan menolak 
untuk memberikan teknologi dan menghambat kita untuk menciptakan industry 
olahan bahan mentah. Akibatnya, kemiskinan tetap mencekik leher petani, buruh 
upahan, dan kapitalis kecil di dalam negeri, karena hasil bumi dan kekayaan 
alam tidak menciptkan nilai tambah.
--- On Sun, 10/17/10, ajeg <[email protected]> wrote:

From: ajeg <[email protected]>
Subject: Re: [proletar] sentimen anti islam
To: [email protected]
Date: Sunday, October 17, 2010, 8:05 PM















 
 



  


    
      
      
      

Khusus untuk penjajah Belanda bahkan setelah PD-II 

masih harus dibantu Indonesia dengan jumlah lebih besar 

dibanding bantuan Marshall Plan untuk Belanda. 



http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/261266



--- Scheherazade Scheher <scheherazade2...@...> wrote:



> Artikel anda ini berusaha menyoroti perilaku kolonialis dan warisan 

> struktur berupa kaum oligarki di negeri jajahan saat ini. Beberapa 

> saat yang lalu, Bank Dunia melaporkan1,4 miliar umat manusia di 

> dunia ketiga hidup dalam kemiskinan, dan sebagian besar dari Negara-

> negara ini adalah bekas jajahan.ada banyak ahli dan penulis yang 

> telah memaparkan hal ini, dan tentunya terkait artikel ini, saudara 

> dipo hendak menyegerkan kembali ingatan kita mengenai pengalaman 

> terburuk di masa lampau ini: kemakmuran negeri-negeri imperialisme 

> itu dibayar melalui penaklukan, perampokan, dan penguasaan sumber 

> daya dan tenaga kerja dunia ketiga selama beratus-ratus tahun. 

> --- ajeg <ajegil...@...> wrote:





    
     

    
    


 



  











      

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke