Anti-Islam bukanlah hal yang salah atau perlu disalahkan.  Sikap Anti-Islam itu 
muncul karena perbuatan umat Islam itu sendiri yang mempraktekan ajaran 
agamanya dengan cara melakukan berbagai bentuk teror terhadap umat beragama 
lainnya.

Lalu bagaimana seharusnya umat diluar Islam terhadap sikap umat yang diwajibkan 
menumpas mereka kecuali mereka masuk Islam?

Lalu bagaimana anda mengharapkan sikap umat diluar Islam yang menghadapi umat 
Islam yang mengklaim dunia ini hanya milik Allah dan mereka yang tidak 
menyembah Allah tidak berhak menikmati hidup didunia ini ???

Ajaran Islam bukan saja anti agama2 lainnya diluar Islam bahkan juga memusuhi 
sesama Islam yang selalu saling mencurigai yang merupakan kewajiban agar setiap 
umat Islam saling mengawasi sesamanya yang dicurigai murtad atau mau murtad.  
Dengan kata lain, ajaran Islam ini mengajarkan juga memusuhi sesama Islam.  
Susah bukan?  ajaran agama yang memusuhi dan menjagal umatnya sendiri.

Sikap takabur, teror dan kebencian muslimin dan ajaran Islamnya hanya bisa 
dijawab secara tepat dengan anti-Islam yang merupakan satu2nya sikap tegas 
menumpas siapapun yang mencoba memaksakan Syariah Islam melalui teror2nya, dan 
ini merupakan jawaban yang pasti yang kita semua mengenalnya sebagai "War on 
Terror" dimana mayoritas umat Islam juga mendukungnya.






--- In [email protected], "ajeg" <ajegil...@...> wrote:
>
> 
> LOL... 
> Orang kate, dia bukan jogging tapi nungguin ujan.. 
> Banyakan batal jogging lantaran ujan ketimbang joggingnya. 
> 
> Push-up, udah lama tuh kagak kedengeran lagi. 
> Atau lagi blajar push-up celentang? 
> 
> --- "johny_indon" <johny_indon@> wrote:
>  
> > dengan bantuan langsung tunai sejumlah 1200 euro sebulan supaya 
> > mereka tetep merasa makmur biarpun kerjaannya cuman push up dan 
> > jogging doang tiap pagi.
> > 
> > LOL!
> > --- "ajeg" <ajegilelu@> wrote:
> > 
> > > Bukan cuma itu, Kerajaan Belanda juga menjaga keterbelakangan 
> > > rakyatnya sendiri supaya tetap jadi gembel. 
> > > 
> > > --- Scheherazade Scheher <scheherazade2009@> wrote:
> > > 
> > > > Sehingga kita bisa memastikan pengaliran sumber kekayaan dan 
> > > > keuntungan dalam jumlah besar ke negeri penguasa kolonial, dan 
> > > > meninggalkan kesengsaraan luar biasa bagi rakyat di negeri 
> > > > jajahan.Hingga tahun 1958, hampir 80% dari hasil-hasil 
> > > > perkebunan Indonesia yang mengalir ke Eropa ditampung oleh 
> > > > pedagang-pedagang Belanda di Amsterdam atau Rotterdam. 
> > > > Kemudian, sampai akhir tahun 1957, sebagian besar perekonomian 
> > > > Indonesia masih dikuasai oleh modal BelandaNegara penjajah 
> > > > perlu menjaga K E T E R B E L A K A N G A N bekas koloni 
> > > > sebagai sebuah prasyarat untuk menciptakan ketergantungan 
> > > > setelah perpisahan. Bahkan pembuatan produk seperti 
> > > > paku & penitipun dilarang oleh penguasa kolonial, demi untuk 
> > > > menjaga kesetiaan dan ketergantungan terhadap keunggulan negeri 
> > > > penjajah. 
> > > > Ini menghasilkan sebuah dua sisi mata uang yang sangat berbeda; 
> > > > Negara kolonial menjadi sangat makmur karena proses akumulasi 
> > > > primitive, sedangkan Negara jajahan terlampau sangat miskin 
> > > > karena segala kepunyaannya telah dirampas.Seperti sekarang ini, 
> > > > Kita, bangsa Indonesia, dipaksa menjadi spesialis ekspor bahan 
> > > > mentah untuk menghidupi industry negeri-negeri maju. Sedangkan 
> > > > Negara imperialis enggan, bahkan menolak untuk memberikan 
> > > > teknologi dan menghambat kita untuk menciptakan industry olahan 
> > > > bahan mentah. 
> > > > Akibatnya, kemiskinan tetap mencekik leher petani, buruh 
> > > > upahan, dan kapitalis kecil di dalam negeri, karena hasil bumi 
> > > > dan kekayaan alam tidak menciptkan nilai tambah.
> > > > --- ajeg <ajegilelu@> wrote:
> > > > 
> > > > > Khusus untuk penjajah Belanda bahkan setelah PD-II 
> > > > > masih harus dibantu Indonesia dengan jumlah lebih besar 
> > > > > dibanding bantuan Marshall Plan untuk Belanda. 
> > > > > 
> > > > > http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/261266
> > >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke