Harap dimaklumi "johny_indon" ini suka ngomong asal ngaco begini sebagai hasil didikan bapaknya yang suka memperlakukan anaknya kayak anjing budug dengan mendangnya hingga terkencing-kencing...
Ngomong waras "johny_indon" ini sudah nggak begitu gape... --- In [email protected], "johny_indon" <johny_in...@...> wrote: > > > > dengan bantuan langsung tunai sejumlah 1200 euro sebulan supaya > mereka tetep merasa makmur biarpun kerjaannya cuman push up dan jogging doang > tiap pagi. > > LOL! > --- In [email protected], "ajeg" <ajegilelu@> wrote: > > > > > > Bukan cuma itu, Kerajaan Belanda juga menjaga keterbelakangan > > rakyatnya sendiri supaya tetap jadi gembel. > > > > --- Scheherazade Scheher <scheherazade2009@> wrote: > > > > > Sehingga kita bisa memastikan pengaliran sumber kekayaan dan > > > keuntungan dalam jumlah besar ke negeri penguasa kolonial, dan > > > meninggalkan kesengsaraan luar biasa bagi rakyat di negeri > > > jajahan.Hingga tahun 1958, hampir 80% dari hasil-hasil perkebunan > > > Indonesia yang mengalir ke Eropa ditampung oleh pedagang-pedagang > > > Belanda di Amsterdam atau Rotterdam. Kemudian, sampai akhir tahun > > > 1957, sebagian besar perekonomian Indonesia masih dikuasai oleh > > > modal BelandaNegara penjajah perlu menjaga K E T E R B E L A K A N > > > G A N bekas kolonisebagai sebuah prasyarat untuk menciptakan > > > ketergantungan setelah perpisahan. Bahkan pembuatan produk seperti > > > paku&penitipun dilarang oleh penguasa kolonial, demi untuk menjaga > > > kesetiaan dan ketergantungan terhadap keunggulan negeri penjajah. > > > Ini menghasilkan sebuah dua sisi mata uang yang sangat berbeda; > > > Negara kolonial menjadi sangat makmur karena proses akumulasi > > > primitive, sedangkan Negara jajahan terlampau sangat miskin karena > > > segala kepunyaannya telah dirampas.Seperti sekarang ini, Kita, > > > bangsa Indonesia, dipaksa menjadi spesialis ekspor bahan mentah > > > untuk menghidupi industry negeri-negeri maju. Sedangkan Negara > > > imperialis enggan, bahkan menolak untuk memberikan teknologi dan > > > menghambat kita untuk menciptakan industry olahan bahan mentah. > > > Akibatnya, kemiskinan tetap mencekik leher petani, buruh upahan, > > > dan kapitalis kecil di dalam negeri, karena hasil bumi dan kekayaan > > > alam tidak menciptkan nilai tambah. > > > --- ajeg <ajegilelu@> wrote: > > > > > > > Khusus untuk penjajah Belanda bahkan setelah PD-II > > > > masih harus dibantu Indonesia dengan jumlah lebih besar > > > > dibanding bantuan Marshall Plan untuk Belanda. > > > > > > > > http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/261266 > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
