MARx, HAegel, dan Engels itu arti untuk Marhaen,anda nampak nya kurang memahami jalan pikiran orang2 pergerakan jaman sebelon indonesia merdeka.
--- On Mon, 10/25/10, muskitawati <[email protected]> wrote: From: muskitawati <[email protected]> Subject: [proletar] Marhaen Juga Adalah Kapitalist Miskin To: [email protected] Date: Monday, October 25, 2010, 7:56 PM Marhaen Juga Adalah Kapitalist Miskin Kapitalist itu adalah istilah pemilik modal, berbeda dengan istilah "Kapitalisme" yang artinya sebuah system dimana didalamnya secara aktif para kapitalist mengembangkan modalnya. Ada dua petani miskin tetapi memiliki masing2 sebidang tanah berdampingan disebuah kampung yang sama. Petani Abdi: membangun gubuk diatas tanahnya. Petani Baji: mengontrakkan tanahnya kepada pengusaha selama 10 tahun dan dibangun hotel untuk tempat menginap para pegawai dari pengusaha itu yang bekerja jauh diluar kota. Setelah 10 tahun, Petani Abdi haris mem-bagi2 tanahnya untuk dibangun rumah bagi anak2nya yang sudah besar. Dilain pihak petani Baji sekarang sudah jadi pemilik hotel yang menyewakan hotelnya kepada pegawai2 perusahaan yang pernah mengontrak tanahnya. Setelah 20 tahun, Petani Abdi hanya memiliki tanah kecil saja untuk gubuknya yang kecil dan disekeliling gubuknya dipenuhi gubuk2 lainnya yang adalah anak2 dan cucu2nya. Sebaliknya petani Baji sudah memilik 5 hotel lainnya ditambah puluhan taxi. Demikianlah Abdi dan Baji keduanya adalah kapitalist karena sama2 punya modal sebidang tanah. Masing2 memanfaatkan tanahnya sesuai bakat mereka yang berbeda. Dalam kondisi saat ini maka pak Baji dikenal dengan sebutan kapitalis, sedangkan pak Abdi oleh Bung Karno disebut Marhaen. Negara dimana pak Abdi dan pak Baji tinggal tentunya juga memiliki system kenegaraan, entah itu komunis ataupun itu kapitalisme. Bedanya, kalo system Kapitalisme maka oleh negara cuma membela yang kaya yang bisa membayar, sebaliknya apabila negaranya bersystem komunis, maka yang dibelanya hanyalah yang miskin saja dan mengorbankan yang kaya. Untuk kasus pak Abdi dan pak Baji, maka negara yang systemnya berbeda akan memperlakukan keduanya juga berbeda, dan bedanya adalah sbb: Negara yang menganut system Kapitalisme: Mengeluarkan UU dimana pemilik tanah yang dalam 10 tahun statis tidak bisa mengembangkan tanahnya secara produktif diwajibkan menjual tanahnya kepada orang lain, sehingga dalam hal ini pak Abdi dirugikan oleh UU tsb karena tanahnya terpaksa dijual kepada pak Baji yang lebih berhasil, sehingga dengan jumlah uang yang cukup banyak maka pak Abdi membeli lagi tanah lain diluar kota yang lebih kecil dan sama sekali tidak produktif. Sebaliknya pak Baji yang membeli tanah pak Abdi malah menjadikan usahanya menggurita lebih berkembang karena lokasinya juga sangat strategis dan produktif. Negara yang menganut system Komunisme: Mengeluarkan UU, bahwa orang2 miskin seperti pak Abdi harus ditolong, dan oleh karena itu tanah pak Baji harus dikenakan landreform, cuma boleh seluas kebutuhan hidup keluarganya saja. Akibatnya, pak Baji hidup setaraf kehidupan pak Abdi karena sebagian besar tanahnya dirampas negara untuk di-bagi2kan kepada rakyat lain yang belum punya tanah. Dalam hal ini pak Abdi tidak terpengaruh karena dia hidup diatas sebidang tanah kecil karena tanahnya sebagian besar sudah di-bagi2kan kepada anak cucunya. Negara yang menganut system Demokrasi: Pemerintah mengeluarkan UU perpajakan, pengusaha yang berhasil seperti pak Baji dikenakan pajak lebih tinggi daripada pajak pak Abdi. Dari hasil penarikan pajak itu, pemerintah membuka sekolah gratis untuk mendidik orang2 seperti pak Abdi bagaimana caranya berusaha memanfaatkan tanahnya secara produktif. Pemerintah juga membuka pemasaran domestik ataupun eksport sehingga pak Abdi bisa lebih berkembang dengan bantuan pemerintah dan pak Baji juga makin berkembang usahanya meskipun juga membayar pajaknya makin banyak karena menerima uang yang juga makin banyak. Dalam system komunisme di Indonesia, orang2 seperti pak Abdi disebutnya "Marhaen" yang disamakan dengan pak Marhaen yang memiliki tanah, dan alat2 pertanian, tapi tidak mampu memasarkan hasil pertaniannya karena negara tidak mampu membuka pasar untuk menolong pak Marhaen ini. Dalam situasi ini pak Abdi dihalalkan oleh system Marhaenisme ini untuk menjarah pak Baji yang kaya raya karena dianggap pemeras rakyat, mencuri milik rakyat, dan layak dijagal. Demikianlah kira2 yang dinamakan komunisme adalah juga sama dengan kapitalisme dalam prakteknya, yang membedakannya hanyalah siapa si pemilik modalnya. Kalo dalam komunisme si pemilik modal itu adalah negara, maka dalam kapitalisme si pemilik modal itu adalah para pengusaha swasta diluar pemerintahan yang berpengaruh dalam mempengaruhi pengaturan politik dinegaranya. Jadi dari sekilas contoh2 diatas, kita sudah mencapai kondisi dunia dimana praktek2 negara Komunisme dan Kapitalisme dilarang, dan sekarang kita mengembangkan negara Demokrasi dan HAM yang prakteknya mengembangkan lebih banyak kapitalist dalam menyebarkan kekayaan tanpa adanya kapitalisme dan komunisme yang menyebarkan kemiskinan. Naaah... sekarang silahkan anda renungkan sendiri mana yang terbaik. Ny.Muslim binti Muskitawati. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
