> "ajeg" <ajegil...@...> wrote: > Sedangkan petani miskin yang > dalam tempo 10 tahun sudah > jadi pemilik hotel mah cuma > bisa terjadi dalam khayalan > muski. Bayangin, cuma dalam > tempo 10 tahun tau-tau dia > punya hotel di atas tanahnya.
Memang dizaman sekarang se-olah2 tidak masuk akal. Tapi waktu saya masih teenager, ternyata bapak saya ditawari oleh kontraktor untuk kontrak bangun mendirikan hotel. Setelah 20 tahun hotel itu sudah milik bapak saya. Kemudian karena bapak saya bukan ahli management, maka hotelnya itu dikontrakin lagi kepada orang lain yang akibatnya ayah saya cuma terima setoran aja seperti setoran taxi atau bajaj. Akibat adanya hotel, maka wilayah itupun jadi berkembang pesat akhirnya jadi wilaya pariwisata. Jadi tetap saja, orang miskin sekalipun bisa saja mendadak kaya raya, dan orang kaya juga bisa saja mendadak miskin papa. Jadi seorang kapitalist juga berjuangnya dari bawah, sebelum jadi kapitalist dia juga orang miskin, baru turun temurun warisan itu di estafet sehingga cucu cicitnya berhasil jadi kapitalist. Memang jadi kapitalist enggak gampang, tapi lebih gampang jatuh miskin apabila dirampok komunis yang alasannya anti-kapitalist. Sukarno, Suharto, dll dulunya miskin, tak perlu punya tanah, jadi politikus atau jadi tentara terbukti juga jadi kaya raya, anak cicit mendadak jadi kapitalist. Siapa sangka Sukarno dan Suharto anak miskin dari desa bisa mendadak kaya raya jadi presiden. Juga siapa sangka Aidit yang sudah politikus dekat jadi presiden malah mendadak jadi bangkai. Semua itu perjuangan, nabi Muhammad juga berjuang merampok Yahudi untuk membiayai pasukannya sendiri. Nasib Yahudi yang sial itupun bukan cuma jadi miskin tapi juga jadi bangkai,.... siapa sangka??? Semua bisa terjadi. Ny. Muslim binti Muskitawati. Berapa > luas tanah "si miskin" sampe muat dibangun hotel? Trus siapa yang > nginep di hotelnya (di kampung pertanian)? Apa yang dijual si petani > supaya orang tertarik nginep di tengah sawah? > > Jangan-jangan si muski mau bilang gadis-gadis di desa itu adalah > modal si petani pemilik "hotel" juga. > > --- Scheherazade Scheher <scheherazade2009@> wrote: > > > MARx, HAegel, dan Engels itu arti untuk Marhaen,anda nampak nya > > kurang memahami jalan pikiran orang2 pergerakan jaman sebelon > > indonesia merdeka. > > > > --- muskitawati <muskitawati@> wrote: > > > > > Marhaen Juga Adalah Kapitalist Miskin > > > > > > Kapitalist itu adalah istilah pemilik modal, berbeda dengan > > > istilah "Kapitalisme" yang artinya sebuah system dimana > > > didalamnya secara aktif para kapitalist mengembangkan modalnya. > > > > > > Ada dua petani miskin tetapi memiliki masing2 sebidang tanah > > > berdampingan disebuah kampung yang sama. Petani Abdi: membangun > > > gubuk diatas tanahnya. Petani Baji: mengontrakkan tanahnya > > > kepada pengusaha selama 10 tahun dan dibangun hotel untuk tempat > > > menginap para pegawai dari pengusaha itu yang bekerja jauh diluar > > > kota. > > > > > > Setelah 10 tahun, Petani Abdi haris mem-bagi2 tanahnya untuk > > > dibangun rumah bagi anak2nya yang sudah besar. Dilain pihak > > > petani Baji sekarang sudah jadi pemilik hotel yang menyewakan > > > hotelnya kepada pegawai2 perusahaan yang pernah mengontrak > > > tanahnya. > > > > > > Setelah 20 tahun, Petani Abdi hanya memiliki tanah kecil saja > > > untuk gubuknya yang kecil dan disekeliling gubuknya dipenuhi > > > gubuk2 lainnya yang adalah anak2 dan cucu2nya. Sebaliknya petani > > > Baji sudah memilik 5 hotel lainnya ditambah puluhan taxi. > > > > > > Demikianlah Abdi dan Baji keduanya adalah kapitalist karena sama2 > > > punya modal sebidang tanah. Masing2 memanfaatkan tanahnya sesuai > > > bakat mereka yang berbeda. Dalam kondisi saat ini maka pak Baji > > > dikenal dengan sebutan kapitalis, sedangkan pak Abdi oleh Bung > > > Karno disebut Marhaen. > > > > > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
