Siapa bisa nyangka PKI kuatnya kayak gitu bisa dibubarkan. Siapa nyangka RI bisa merdeka hanya gara2 Jepang dinuklir. Siapa sangka Yahudi bisa keluar dari perbudakan di Mesir,karena ada Musa. Nah yg bisa ngusir Israel dari Palestina nanti yo harus orang sejenis Musa,ndelalah Imam mahdi kan belum keluar,hati2 lo Allah itu historisnya sok bikin kejutan kayak data2 diatas. Tanah Israel tadinya tanah rampokan Inggris lalu dikasihkan ke Yahudi.Misal ada perampok motor lalu dikasihkan kpd Genduk,namanya Genduk kan penadah,so do yahudi sekarang ini.
Shalom, Tawangalun. Tapi ada juga kok wong Amerika yg ideal yg bilang Israel kon balik lagi ketanah asalnya masing2,baca ini: Jurnalis Veteran AS Pensiun Setelah Kontroversi Soal Israel Rita Uli Hutapea - detikNews Washington - Setelah 50 tahun lebih meliput Gedung Putih, jurnalis veteran AS Helen Thomas mengumumkan dirinya pensiun dari Hearst News Service, media tempat dirinya bekerja. Pengunduran diri Thomas ini terjadi menyusul komentarnya mengenai Israel belum lama ini. Pengunduran diri wanita berumur 89 tahun itu diumumkan oleh Hearst News Service. "Helen Thomas mengumumkan pada Senin bahwa dia pensiun, berlaku efektif segera," demikian disampaikan Hearst News Service. Hearst News Service menekankan, "keputusan Thomas diambil setelah komentar kontroversialnya mengenai Israel dan Palestina terekam dalam video dan tersebar luas di internet." Selama karirnya, Thomas telah meliput semua presiden AS mulai dari John Kennedy hingga Barack Obama. Thomas merupakan reporter Gedung Putih yang paling lama berkarir. Sebelum bekerja di Hearst Corp sebagai penulis kolom surat kabar, Thomas telah bertahun-tahun bekerja di kantor media United Press International (UPI). Pernyataan tentang Israel itu dilontarkan Thomas saat peringatan 'Jewish Heritage Celebration' di Gedung Putih pada 27 Mei lalu. Rekaman itu muncul pekan lalu di YouTube. Dalam rekaman video itu, Thomas ditanyai oleh situs RabbiLive.com mengenai komentarnya terhadap Israel. "Bilang mereka untuk tinggalkan Palestina. Ingat orang-orang ini telah diduduki dan itu tanah mereka, bukan Jerman dan bukan Polandia," kata Thomas saat ditanyai komentarnya soal Israel. Juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs menyebut komentar tersebut "ofensif dan tercela'. Thomas pun telah meminta maaf atas pernyataannya. --- In [email protected], "muskitawati" <muskitaw...@...> wrote: > > Amerika Dan UN Menolak Mengakui Palestina !!! > > Supaya jelas dan tegas bagi umat Islam di Indonesia bagaimana nasib pemimpin > Islam Arab Palestina yang selalu berbohong kepada dunia Internasional > berakibat lunturnya kepercayaan dan ditariknya pengakuan. > > Semua ini gara2 agama Islam yang menghalalkan umatnya berbohong atau > membohongi mereka yang bukan Islam dan juga membohongi sesama Islam itu > sendiri. Meskipun Quran banyak memfitnah orang2 Yahudi sebagai pelanggar > perjanjian, namun dalam bukti2 dilapangan justru sebaliknya, orang2 Arab dan > Islam inilah yang terbukti dan dikenal diseluruh dunia sebagai berbohong, > pura2 setuju dalam perjanjian Camp David untuk kemudian dilanggar, dijegal, > dan menolak pengakuan setujunya setelah mendapatkan janji pengakuan. > Akhirnya pengakuan ditarik lagi dan Abbas menuntut janji itu padahal dia > sendiri sudah melanggar janji nya sendiri lalu kenapa pihak lawannya harus > menepati janjinya ??? > > http://thestar.com.my/news/story.asp?file=/2010/11/20/worldupdates/2010-11-20T032230Z_01_NOOTR_RTRMDNC_0_-530424-1&sec=Worldupdates > > Jadi persis seperti yang sudah saya tulis sebelumnya bahwa negara Palestina > sudah menjadi impian kosong karena mereka juga menanda tangani perjanjian > bohong. > > Quran adalah bukti kitab suci yang penuh kebohongan, berbohong, memfitnah > Yahudi pembohong sementara ajaran Islam itu sendiri berbohong dan membohongi > umatnya dan umat lainnya. > > Jadi saya tantang siapapun mereka yang masih menganggap Arab Palestina punya > hak atas tanah, tunjukkan hak yang mana yang mereka miliki kalo semuanya > terbukti bohong. > > Jadi silahkan anda baca se-teliti2nya website yang saya cantumkan diatas, > dengan tegas, gamblang, dan tidak bisa disalah artikan kata2nya, yaitu > AMERIKA MENOLAK SECARA TOTAL PENGAKUAN TERHADAP NEGARA PALESTINA. > > Negara Palestina dibawah Abbas tidak punya legitimasi dan tidak punya > dukungan rakyatnya, bahkan belum pernah United Nation memberi pengakuan resmi > nya selain hanya dianggap sebagai pengunjung observer. > > Jadi kalo negara Palestina belum memiliki legitimasi atau pengakuan hingga > detik ini, apakah mereka berhak menuduh dan memfitnah Israel sebagai penjajah > ??? Apakah mereka berhak menuntut tanah milik Israel yang dikuasai maupun > dibangun oleh Israel ??? Jawabnya jelas "tidak mungkin". Sama tidak > mungkinnya keturunan Cina di Indonesia menuntut tanah milik pribumi Indonesia. > > Pada hakekatnya Arab Palestina bukan orang Palestina, mereka persis sama > seperti Cina Indonesia. Tidak bisa mencatut nama Palestina yang penyembah > berhala sehingga membuat mereka berhak mengusir orang2 aseli Palestina yang > sekarang sudah berganti agama Yahudi. > > Sekali lagi ya... saya ajak dengan hormat siapapun untuk mendebat menyangkal > dengan penuh kejujuran, penuh etika moral yang baik dan penuh dengan hati > nurani yang manusiawi untuk kita sama2 secara terbuka bisa mengakui hak > Israel sebagai hak bangsa Yahudi untuk melepaskan dan membebaskan bangsanya > dari teror2 Islam dan Arab yang sama sekali tidak adil dan biadab ini. > > Sebagai muslimin, saya tetap berpegang teguh atas kebenaran, keadilan dan > kebajikan diatas segala kepercayaan. Yang salah tetap harus kita akui salah, > janganlah membenarkan yang salah hanya karena beragama sama2 Islam dengan > kita. Apapun agamanya kalo memang benar maka harus kita terima dan akui > kebenaran itu, bukan karena diracuni keimanan Islam kita malah melanggar > kebenaran untuk memaksakan perlindungan kepada umat yang salah. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
