Saya tidak  salahkan Malaysia. dan juga jangan di salahkan China, periksa dulu 
orang Indonesia, lihat keterangan duta besar Indonesia pada wideo ini dan juga 
menteri Malaysia. Renungkan video ini : 
http://www.youtube.com/watch?v=LamzXPXM_8Q&NR=1&feature=fvwp


Wassalam


  ----- Original Message ----- 
  From: Tawangalun 
  To: [email protected] 
  Sent: Sunday, November 21, 2010 11:30 AM
  Subject: [proletar] Re: Amerika Dan UN Menolak Mengakui Palestina !!!


    
  Gak usah nyalahin Malaysia yg menggaji Indonesian lebih rendah dari 
Filipin,diperusahaan milik China di RI ini maka untuk jabatan yg sama kalau dia 
pribumi terimanya pasti lebih rendah dari yg NonPri.Terus TKI itu memang 
kwalitas SDM nya gak dijaga yo itu yg menjadikan pelanggan kecewa.Dia merasa 
sudah kehilangan duwit kok TKW nya gak bisa opo2.

  Shalom,
  Tawangalun. 

  --- In [email protected], "sunny" <am...@...> wrote:
  >
  > Tawang,
  > 
  > Jangan pakai alasan orang lain kalau sendiri membudak bangsanya. Tahukah 
kamu apa yang dikatakan orang Arab terhdap pekerja dari Indonesia, kalau kamu 
tahu kamu akan merasa hina sampai ke liang kubur. Lihat dulu apa yang terjadi 
di Malaysia, gaji orang Indonesia lebih rendah dari orang Filipina, orang 
Filipina dapat satu hari libur dqalam seminggu, PRT Indonesia tidak diberikan 
hari libur.
  > 
  > Wass
  > 
  > 
  > 
  > ----- Original Message ----- 
  > From: Tawangalun 
  > To: [email protected] 
  > Sent: Sunday, November 21, 2010 7:03 AM
  > Subject: [proletar] Re: Amerika Dan UN Menolak Mengakui Palestina !!!
  > 
  > 
  > 
  > Soale Yordania ,mesir,Syria itu podo dg RI tanah RI itu sebelum Londo 
ngrampok pemiliknya ya 
Javaneese,Padangneese,Batakneese,Sulawesineese,Papuaneese sekarang sudah 
kembali kpd pemilik semula.
  > La Yahudi itu tadinya ada di Rusia,Polandia,German,Amerika ramai2 diusung 
ke tanah Israel sekarang ini,la itu bedanya.Untung saja yg dikasihkan kpd 
yahudi bukan tanah Bengkulu yg waktu itu juga dirampok Inggris,coba kalau jadi 
yo Israel jadi duri dalam daging RI.
  > 
  > Shalom,
  > Tawangalun.
  > 
  > --- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@> wrote:
  > >
  > > 
  > > > "Tawangalun" <tawangalun@> wrote:
  > > > Tanah Israel tadinya tanah rampokan
  > > > Inggris lalu dikasihkan ke Yahudi.
  > > 
  > > Koq cuma Israel yang anda omongin sebagai tanah rampokan, padahal status 
Israel itu sama seperti status Yordania, Syria, Mesir, dll, lalu kenapa harus 
cuma memperdebatkan Israel saja ???
  > > 
  > > Pada hakekatnya, dunia itu enggak buta, mereka tahu bahwa Israel itu syah 
sehingga diakui, dan negara Arab Palestina tidak ada agendanya dari pertama 
bumi ini diciptakan sehingga tidak bisa disyahkan.
  > > 
  > > Jadi kalo mau mencari keadilan marilah kita minta dunia menjadi saksinya, 
dan hasilnya sudah demikian, Arab Palestina jelas bukan orang Palestina, 
statusnya sama pendatang yang merampok hak para penyembah dewa dewi Filistine. 
Kalo kita bersikap antipati kepada Cina Indonesia, maka demikian juga 
seharusnya sikap kita kepada Arab Palestina... kenapa harus beda untuk 
bersimpati kepada Arab Palestina yang jelas2 dipihak yang salah ??? Jangan 
hanya karena agamanya sama menjadikan anda mendholimi mereka yang tidak seagama.
  > > 
  > > Ny. Muslim binti Muskitawati.
  > > 
  > > 
  > > 
  > > 
  > > 
  > > 
  > > 
  > > 
  > > 
  > > 
  > > 
  > > 
  > > 
  > > 
  > > 
  > > 
  > > Misal ada perampok motor lalu dikasihkan kpd Genduk,namanya Genduk kan 
penadah,so do yahudi sekarang ini.
  > > > 
  > > > Shalom,
  > > > Tawangalun.
  > > > 
  > > > Tapi ada juga kok wong Amerika yg ideal yg bilang Israel kon balik lagi 
ketanah asalnya masing2,baca ini:
  > > > 
  > > > Jurnalis Veteran AS Pensiun Setelah Kontroversi Soal Israel 
  > > > Rita Uli Hutapea - detikNews
  > > > 
  > > > 
  > > > 
  > > > 
  > > > Washington - Setelah 50 tahun lebih meliput Gedung Putih, jurnalis 
veteran AS Helen Thomas mengumumkan dirinya pensiun dari Hearst News Service, 
media tempat dirinya bekerja. Pengunduran diri Thomas ini terjadi menyusul 
komentarnya mengenai Israel belum lama ini.
  > > > 
  > > > Pengunduran diri wanita berumur 89 tahun itu diumumkan oleh Hearst News 
Service. "Helen Thomas mengumumkan pada Senin bahwa dia pensiun, berlaku 
efektif segera," demikian disampaikan Hearst News Service.
  > > > 
  > > > Hearst News Service menekankan, "keputusan Thomas diambil setelah 
komentar kontroversialnya mengenai Israel dan Palestina terekam dalam video dan 
tersebar luas di internet."
  > > > 
  > > > Selama karirnya, Thomas telah meliput semua presiden AS mulai dari John 
Kennedy hingga Barack Obama. Thomas merupakan reporter Gedung Putih yang paling 
lama berkarir. Sebelum bekerja di Hearst Corp sebagai penulis kolom surat 
kabar, Thomas telah bertahun-tahun bekerja di kantor media United Press 
International (UPI).
  > > > 
  > > > Pernyataan tentang Israel itu dilontarkan Thomas saat peringatan 
'Jewish Heritage Celebration' di Gedung Putih pada 27 Mei lalu. Rekaman itu 
muncul pekan lalu di YouTube.
  > > > 
  > > > Dalam rekaman video itu, Thomas ditanyai oleh situs RabbiLive.com 
mengenai komentarnya terhadap Israel. "Bilang mereka untuk tinggalkan 
Palestina. Ingat orang-orang ini telah diduduki dan itu tanah mereka, bukan 
Jerman dan bukan Polandia," kata Thomas saat ditanyai komentarnya soal Israel.
  > > > 
  > > > Juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs menyebut komentar tersebut 
"ofensif dan tercela'. Thomas pun telah meminta maaf atas pernyataannya.
  > > > 
  > > > 
  > > > --- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@> wrote:
  > > > >
  > > > > Amerika Dan UN Menolak Mengakui Palestina !!!
  > > > > 
  > > > > Supaya jelas dan tegas bagi umat Islam di Indonesia bagaimana nasib 
pemimpin Islam Arab Palestina yang selalu berbohong kepada dunia Internasional 
berakibat lunturnya kepercayaan dan ditariknya pengakuan.
  > > > > 
  > > > > Semua ini gara2 agama Islam yang menghalalkan umatnya berbohong atau 
membohongi mereka yang bukan Islam dan juga membohongi sesama Islam itu 
sendiri. Meskipun Quran banyak memfitnah orang2 Yahudi sebagai pelanggar 
perjanjian, namun dalam bukti2 dilapangan justru sebaliknya, orang2 Arab dan 
Islam inilah yang terbukti dan dikenal diseluruh dunia sebagai berbohong, pura2 
setuju dalam perjanjian Camp David untuk kemudian dilanggar, dijegal, dan 
menolak pengakuan setujunya setelah mendapatkan janji pengakuan. Akhirnya 
pengakuan ditarik lagi dan Abbas menuntut janji itu padahal dia sendiri sudah 
melanggar janji nya sendiri lalu kenapa pihak lawannya harus menepati janjinya 
???
  > > > > 
  > > > > 
http://thestar.com.my/news/story.asp?file=/2010/11/20/worldupdates/2010-11-20T032230Z_01_NOOTR_RTRMDNC_0_-530424-1&sec=Worldupdates
  > > > > 
  > > > > Jadi persis seperti yang sudah saya tulis sebelumnya bahwa negara 
Palestina sudah menjadi impian kosong karena mereka juga menanda tangani 
perjanjian bohong.
  > > > > 
  > > > > Quran adalah bukti kitab suci yang penuh kebohongan, berbohong, 
memfitnah Yahudi pembohong sementara ajaran Islam itu sendiri berbohong dan 
membohongi umatnya dan umat lainnya.
  > > > > 
  > > > > Jadi saya tantang siapapun mereka yang masih menganggap Arab 
Palestina punya hak atas tanah, tunjukkan hak yang mana yang mereka miliki kalo 
semuanya terbukti bohong.
  > > > > 
  > > > > Jadi silahkan anda baca se-teliti2nya website yang saya cantumkan 
diatas, dengan tegas, gamblang, dan tidak bisa disalah artikan kata2nya, yaitu 
AMERIKA MENOLAK SECARA TOTAL PENGAKUAN TERHADAP NEGARA PALESTINA.
  > > > > 
  > > > > Negara Palestina dibawah Abbas tidak punya legitimasi dan tidak punya 
dukungan rakyatnya, bahkan belum pernah United Nation memberi pengakuan resmi 
nya selain hanya dianggap sebagai pengunjung observer.
  > > > > 
  > > > > Jadi kalo negara Palestina belum memiliki legitimasi atau pengakuan 
hingga detik ini, apakah mereka berhak menuduh dan memfitnah Israel sebagai 
penjajah ??? Apakah mereka berhak menuntut tanah milik Israel yang dikuasai 
maupun dibangun oleh Israel ??? Jawabnya jelas "tidak mungkin". Sama tidak 
mungkinnya keturunan Cina di Indonesia menuntut tanah milik pribumi Indonesia.
  > > > > 
  > > > > Pada hakekatnya Arab Palestina bukan orang Palestina, mereka persis 
sama seperti Cina Indonesia. Tidak bisa mencatut nama Palestina yang penyembah 
berhala sehingga membuat mereka berhak mengusir orang2 aseli Palestina yang 
sekarang sudah berganti agama Yahudi.
  > > > > 
  > > > > Sekali lagi ya... saya ajak dengan hormat siapapun untuk mendebat 
menyangkal dengan penuh kejujuran, penuh etika moral yang baik dan penuh dengan 
hati nurani yang manusiawi untuk kita sama2 secara terbuka bisa mengakui hak 
Israel sebagai hak bangsa Yahudi untuk melepaskan dan membebaskan bangsanya 
dari teror2 Islam dan Arab yang sama sekali tidak adil dan biadab ini.
  > > > > 
  > > > > Sebagai muslimin, saya tetap berpegang teguh atas kebenaran, keadilan 
dan kebajikan diatas segala kepercayaan. Yang salah tetap harus kita akui 
salah, janganlah membenarkan yang salah hanya karena beragama sama2 Islam 
dengan kita. Apapun agamanya kalo memang benar maka harus kita terima dan akui 
kebenaran itu, bukan karena diracuni keimanan Islam kita malah melanggar 
kebenaran untuk memaksakan perlindungan kepada umat yang salah.
  > > > > 
  > > > > Ny. Muslim binti Muskitawati.
  > > > >
  > > >
  > >
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > [Non-text portions of this message have been removed]
  >



  

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke