--- "liver_duke" <endyonis...@...> wrote: > --- "ajeg" <ajegil...@...> wrote: > > > Akhirnya orang-orang Liga Primer Indonesia (LPI) dan > > pendukungnya mulai bicara, bukan saja tenang & jernih, tapi > > juga di jalur yang tepat. Nada geram sudah redam. Hujatan > > yang sampai akhir turnamen AFF masih diarahkan ke PSSI > > sebagai lembaga sudah tidak terdengar. Kalaupun masih ada, > > hujatan lebih terarah ke bandit-bandit pembajak PSSI. > > > walau masih gak terlalu (minat) ngikutin bola nasional, > tapi perlu diluruskan apakah tujuan dan peran lpi memang > ditujukan untuk "nembak" pssi (nurdin tepatnya sbg bulls eye)? > > jika memang ditelusuri dari munas (?) di malang taon lalu yg > ternyata berakhir "adem", sosok arifin seolah "gagal bersinar". > mungkin dari sinilah lantas lahir hasil manifestasi "geram" > yg kemudian diakomodir oleh juragan medco sbg kendaraannya. > walau gak bisa dipungkiri, sosok semacam lpi hanya tinggal > menunggu momentum serta dukungan kakap dari segala dimensi. > > padahal setting awalnya cukup sederhana : reformasi pssi, > sesuai tuntutan dan perkembangan jaman (baca: profesional). > mungkin bisa disetarakan dgn gebrakan usa saat menawarkan diri > menjadi olimpiade musim panas di los angeles 1984, berdampak > semakin tipisnya perbedaan antara atlit amatir vs prof. > ato mirip pssi saat bikin gebrakan asia lewat galatama.
Langsung apalagi terang-terangan buat nyepak Nurdin sih enggak. Ketimbang nylepet Nurdin trus dia jatoh (pikiran negatif) trus kita masih kosong mlompong, kan lebih bagus bikin gawe yang bisa digarap dulu. Jadi, begitu NH abis masa jabatan (mikir positif neh), tinggal nerusin garapan yang udah jalan. Bukan baru bicara program yang ngepas sama saldo kas PSSI - iya kalo saldo besisa, kalo brankasnya aja lenyap, pegimane? Malah, jika NH "panjang umur" (positif lagi neh) laksana Besoes, LPI tetep nggak nglamun nganggur. Yang penting dicatet itu LPI bisa lurusin persoalan, kemarahan orang terhadap PSSI dibikin kental ke arah Nurdin dsk aja. Soal mau nyontek olimpik '84 ya bisa aja. Tapi perlu ditimbang resonansi masyarakat yang cinta daerahnya. Jadi, perusahaan / pemilik Persipon misalnya, harus eling bahwa Persipon bukan cuma gacoannya orang Pontianak tapi juga kebanggaan masyarakat Kaltim atau malah khalayak Kalimantan di seluruh dunia. Begitu juga Persiraja, PSMS, Persebaya, PSM, Persema, atau Persib (yang suporternya nu geulis- geulis tea). Tanpa adonan daerah ini, tribun bukan cuma gersang tapi bener-bener sunyi seperti jaman Galatama tempo doeloe. > > pssi yg hadir sebelum indonesia lahir, diakui sbg lembaga > di bawah induk koni serta berafiliasi ke fifa (dunia), afc (asia) > dan aff(as-teng). secara legitime memang punya kewenangan mutlak > termasuk penyelenggaraan berupa kompetisinya serta perogeratif > dalam menentukan pasukan atas nama negara. lalu pemerintah bikin > forum bernama bopi (badan olahraga profesional indonesia) yg > langsung kelihatan jadi cantelan andalan lpi. kekisruhanpun > terjadi terutama saling gugat dan interpretasi uu 3 / 2005. > > apa lacur, keberadaan menpora yg bisa dianggap sbg sentral > ato mediasi, justru malah ikut menggulirkan "bola muntah" yakni : > "siapapun putra terbaik indonesia, berhak ada garuda di dadanya". > statement ini jelas beda dgn manuver xavi ato goceknya roben ;o) Kite juga pengen muntah kalo liat dia nggocek kumisnya. > > > Hal lain yang perlu dicatat dari masa pra-LPI ini adalah > > keluarnya pernyataan dari pengurus LPI maupun komentar > > masyarakat yang amat demokratis. Silakan PSSI menggelar Liga > > Supernya dan LPI berjalan sendiri dengan kompetisinya. Jangan > > saling ganggu. Biar masyarakat nanti yang menilai & memilih > > tontonan mana yang mereka suka - tentu saja boleh tidak suka > > dua-duanya. > > > > Ini berbeda dari sikap oknum PSSI maupun pendukungnya yang > > mengadu ke polisi supaya melarang LPI, mewek ke FIFA, sampai > > berunjukrasa di rumah pelopor LPI, Arifin Panigoro. Sikap > > yang terang-benderang untuk memaksakan kehendak. > > > nah .. khusus dua paragraf ini : hanya ada di indonesia ;o) Di luar Indonesia ada tim perserikatan juga gak? > > ada beberapa teman yg coba menganalogi dgn beberapa kondisi > di sistim kompetisi luar negeri (baca : liga dan sistem mapan). > > - messi bermain di luar liga lokal, tapi dapat gabung ke timnas > untuk ajang piala dunia (fifa), olimpiade (amatir? semi pro?), > bahkan laga amal dgn atribut negara. > > jawabnya sederhana : messi adalah wni-nya (paspor) argentina. > > - di inggris ada 4 kompetisi lokal di tiap musim, apakah semua > berada di satu otokrasi yg sama? lantas apa saja bedanya? > > jawabnya masih gampang : iya, di bawah the football association > yg dibentuk seabad lalu dan menaungi kompetisi amatir dan pro. > selanjutnya yg membedakan beberapa sistem kompetisi di bawahnya > adalah sistem hirarkis seperti kasta yg dianggap tertinggi dan > terpopuler adalah liga primer (epl) dgn sponsor barclay yg > uniknya kini dianggap memiliki otoritas sejajar dgn f.a. > maka english premiere league (epl, di bawah fa) malah sering > disebut barclay premiere league (bpl, tapi bedakan dgn lpi). Udah karuan PSSI cap Nurdin itu buta sejarah, tolol, tapi belagu. Beberapa pemain kita cari nafkah di liga-liga Asia (Malaysia sampai HK) juga tetep bisa masuk timnas. Seperti Bambang Pamungkas, Mecky Tata dll. Malah, dua lusinan pemain yang ikut kompetisi Primavera di Itali semuanya sah waktu pake kaos Merah-Putih. > > gw kok masih "kepikiran" (kalo bener mo dipikirin), apa yg > bisa bikin pssi di afc barusan kok "mendadak jadi sakti"? > kondisi dan hasil di bukit jalil setidaknya menguatkan itu. Kalo dipikir-pikir, kalo mo dipikirin, sepakbola Indonesia memang sakti kok. Misalnya, bisa bikin All Indonesian Final. Atau, waktu Pele mau ke Cosmos & mampir ke JKT sempet kagum sama Abdul Kadir lalu nantangin adu jitu nembak penalti ke lobang seukuran bola di pojok atas, pojok bawah, & tengah gawang, tendangan Cak Kadir nggak kalah jitu dari Pele. Bolanya langsung nyeplos semua. Artinya, yang lebih pantes dipikirin kan kenapa PSSI nggak bisa lagi gosok anak-anak melayu jadi semengkilat Abdul Kadir, Risdianto, Yudo Hadianto, Andi Lala, Ronny Patinasarani dst. Rasanya nggak salah kalau Pele bilang 10 dari 10 anak di Brazil berbakat main bola, di Indonesia 9 dari 11 anak. Masalahnya, bakat ya tinggal bakat kalau nggak dilatih serius. Orang kan boleh aja berbakat gosok gigi, malah punya sikatnya sekalian, tapi kalo dasarnya pemales ya tau sendiri akibatnya kan? Tapi gosok gigi kan bukan urusan PSSI.. > > keterlibatan unsur keamanan, khusus di indonesia, kayaknya > sudah perlu memasukkan unsur "konten" juga. bukan hanya untuk > menghadapi keramaian (kerusuhan), tapi spanduk dan "tamunya" > (nah, soal "tamu" ini yg bikin kpk bisa bikin jalan masuk). Belon nangkep nih yang dimaksud "tamunya". Bisa petromax pake pertamak? > > > Lebih penting dari sekedar gambaran, "drama LPI" sebenarnya > > memberi pelajaran tentang mengelola kesumpekan hidup masyarakat. > > Persoalannya, maukah orang-orang terpelajar di pemerintahan > > belajar dari sini. Bahwa rakyat ingin Negara & Bangsa Indonesia > > selamat tanpa bermaksud menghancurkan pemerintahan Indonesia. > > Cukup oknum-oknumnya saja yang disepak keluar. > > > ember .. gak perlu bakar lumbung untuk membunuh tikusnya. > jika lumbung itu adalah ajang peperangan tikus ala don capulet > versus don montague (dua rezim asuhan sudharmono dan ginanjar > kartasasmita - keppres 10 / 1980), yg merana ya ajangnya itu. > > kini pada rezim don capulet diwakili n-h, n-b1, n-b2 (yep, yg > punya antv), dan a-darussalam dgn kendaraan lsi, sementara > medco cs plus metro tv (plus indosiar) mengusung lpi .. rame. > > uniknya sosok "kim" (who-ever) yg dinaturalisasi lewat program > emas (what-ever) oleh pssi, ternyata pemain panggilan oleh > pelatih "tim" (nama si bule jerman pelatih persema) atas sponsor > medco. ya jelaslah waktu si kim (gk pake hook) dan bachdim waktu > ditanya : mo ngikut pssi ato persema? jawab mereka udah jelas. > > sepak bola di indonesia gak (belum) berubah, dan ini masih blon > bahas dana (apbn - apbd) .. "pssi for next election 2014" ;o) > > artinya pula, masih blon bisa dibahas sepakbola ri sbg agama. > seolah membenarkan pendapat, sepakbola hanya pengalih perhatian. Selama main bola masih untuk dapat keplokan (menang-kalah), duit segepok (materialism), atau hal-hal yang mengganggu kekhusukan 90 menit, jangan harap keimanan sepakbola bisa tumbuh. Banyak pemain yang menjanjikan ketika di yunior, U-16 s/d U-19, langsung kotor begitu masuk liga senior. Kita pernah punya tim U-16 yang bisa main cepat ala Liverpool :) dan terpaksa nyerah dari "bocah ajaib" Cina di final Piala Coca Cola akhir '80an. Sekarang, entah ke mana itu tim yang dikapteni Ali Sunan? Ini contoh bahwa pembinaan berjenjang bersinambungan sangat penting. Bukan cuma di sepakbola sih, tapi juga di segala bidang. Masalahnya, pembinaan usia dini di sepakbola nggak ditangani oknum-oknum PSSI yang lebih tekun & serius untuk dapat keplok & duit segepok. Syukurlah (positif ajah) sepakbola mini (5 lawan 5) masih diminati ratusan SMA sak Indonesia - tentu saja, SMA-SMA van Parijs masih riuh dengan tempik surak kembang-kembang Bandung nan jelita... Lalu, Gramedia-Kompas juga bikin liga untuk sekolah-sekolah sepakbola di usia lebih muda lagi - pendukungnya juga wangi-wangi lho (para emak muda sih). Well, sekalipun timnas belum pernah juara lagi, agak keliru kalo sepakbola dibilang hanya pengalih perhatian. Nona-nona & nyonya- nyonya muda itulah yang bikin perhatian teralih... :) ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
