berdasarkan hal sumber dana maka LSI yang masih menerima APBD menunjukkan LSI itu melanggar ketentuan FIFA yang tidak membolehkan menerima dana APBD atau apapun dari negara.
artinya LSI sendiri bertentangan dengan FIFA, tapi kenapa FIFA bisa menerima LSI dan juga bisa menerima Nurdin Halid yang eks napi? bola sudah disetir oleh orang-orang politik. On 1/9/11, ajeg <[email protected]> wrote: > > APBD yang disedot klub-klub sepakbola profesional memang tidak > termaafkan. Sama seperti tidak termaafkannya utang a/n rakyat yang > menggelontor ke anak & kroni Soeharto tempohari. Itu sebabnya > suasana masyarakat menyambut kelahiran LPI nyaris mirip suasana > reformasi '98 yaitu, berkembangnya harapan tentang tata-kelola yang > tertib. Masyarakat masih percaya, hanya dengan pengelolaan yang > tertib orang bisa menikmati kehidupan yang bersih, lancar, nyaman, > sejahtera. > > Bedanya, kalau reformasi '98 bangkrut karena orang lengah terhadap > tujuan awal, LPI (sejauh ini) sepertinya cukup terbuka untuk > menyadari posisinya di tengah situasi masyarakat, luapan kemarahan > publik terhadap PSSI bisa terarah hanya kepada oknum-oknum > pengurusnya. > > Ini salahsatu poin penting dari "gebrakan LPI" kalau dibandingkan > dengan reformasi '98 (moga-moga LPI nggak keberatan dibilang > menggebrak) -- ahli-ahli sosiologi & manajemen barangkali perlu > meneliti apa betul manajemen LPI begitu hebat sampai bisa > mempengaruhi pemikiran & perasaan publik untuk tidak ngawur atau > sebenarnya ini alamiah saja, sekedar fenomena bertemunya sejumlah > harapan yang sama dengan kekuatan yang punya kemampuan berdiri > di depan sebagai penyambung lidah. > > Sementara para ahli bekerja, kita nikmati saja pemandangan sedap > yang sedang berlangsung. Di sana-sini masyarakat seperti mendapat > panggung untuk mempertontonkan kebolehannya sebagai pecinta > tata-tertib & gotongroyong yang penuh damai. Yang tulus, dan bukan > yang transaksional. Marah, ya marah yang tulus karena terarah untuk > kebaikan. Bukan marah yang dibayar lengkap dengan ongkos bikin > poster, kaos, & ikat kepala. Beli tiket tanda masuk, ya ikhlas antri > berjam-jam dan pulang dengan tertib kalau kehabisan karcis. Bukan > saling sikut berebut kursi seperti di pilkada. > > Pendeknya, ini tontonan singkat yang sangat bernilai. Di sana > muncul watak sesungguhnya dari orang Indonesia. Wajah asli bangsa > Indonesia yang belakangan sering digugat gelar keramah-tamahannya. > Wajah & watak yang harusnya dirawat serta dijaga para pemangku > kebijakan publik melalui pendidikan politik. > > Ironis. Partai-partai yang harusnya bertugas untuk itu (memberi > pendidikan politik) malah sibuk memeras rakyat lewat aneka > undang-undang & peraturan. Sedangkan sepakbola yang cuma seuntai > cabang dari kebudayaan rakyat (olahraga) justru bisa menginspirasi > orang banyak untuk menjaga ketertiban & martabat sebagaimana > mestinya. Sebuah pelajaran politik yang luarbiasa tentang > berdaulatnya rakyat. Tentang kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat > kebijaksanaan masyarakat sendiri! Kalau harus berbentuk perwakilan, > jelas LPI itulah perwakilan rakyat. > > Atau, gumam tetangga in bed sambil sumringah semalam, karena LPI > sudah berbentuk PT maka dari kacamata manajemen mutakhir, LPI adalah > perusahaan yang melaksanakan CSR bahkan sebelum dia berproduksi. > Layak dapat bintang! :) > > Yang pasti, gelombang hikmat kebijaksanaan masyarakat ini juga bikin > KPK & ICW bergairah memeriksa keuangan PSSI yang dalam asuhan Nurdin > Halid menghapus pasal laporan keuangan dari AD/ART PSSI. > > Kita tunggu saja, semoga ini sekaligus menjadi titik bangkitnya > keberanian KPK setelah setahun lebih mengkeret dipelototi SBY > lantaran menjara sang besan. > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
