Kapasitas otak rezameutia itu ya cuma sampai untuk ngomongin tentang sepak bola dan menyebar fitnah danpamer isi otaknya yang bjusuk, nista lagi menjijikkan.
--- In [email protected], "rezameutia" <rezameu...@...> wrote: > > lpi didukung oleh 4 mantan juara liga, persebaya surabaya, psm makassar, > persema malang, dan juara bertahan liga persibo bojonegoro. diharapkan lpi > bisa membawa sepakbola indonesia lebih maju karena sesuai dengan prinsip > profesionalisme. > > ketergantungan klub kepada apbd sudah harus dihilangkan karena alokasi budget > apbd seharusnya diperuntukkan kesehatan, pendidikan, pembangunan > infrastruktur dan kepentingan umum lainnya. > > nurdin 'si kontet' halid seharusnya melihat prinsip pendiri pssi soeratin > bahwa pssi didirikan untuk mempersatukan anak muda indonesia, bukannya > malahan memecah belah menjadi rival yang bermusuhan seperti sekarang ini. > > > > > > --- In [email protected], "ajeg" <ajegilelu@> wrote: > > > > > > Akhirnya orang-orang Liga Primer Indonesia (LPI) dan > > pendukungnya mulai bicara, bukan saja tenang & jernih, tapi > > juga di jalur yang tepat. Nada geram sudah redam. Hujatan > > yang sampai akhir turnamen AFF masih diarahkan ke PSSI > > sebagai lembaga sudah tidak terdengar. Kalaupun masih ada, > > hujatan lebih terarah ke bandit-bandit pembajak PSSI. > > > > Tumbuhnya kesadaran bahwa menghujat PSSI adalah salah > > sasaran terbilang sangat cepat dan subur di masyarakat. Ini > > mengharukan, membanggakan, sekaligus membuktikan bahwa > > masyarakat tidak bodoh. Masyarakat hanya butuh masukan yang > > bisa mengingatkan niat dan tujuan awal yaitu menyelamatkan > > persepakbolaan di Indonesia. Bukan mau melumat PSSI sebagai > > lembaga. > > > > Menyenangkannya lagi, pengurus LPI begitu terampil menghadapi > > ancaman FIFA yang kena hasut oknum-oknum PSSI. Dengan tenang > > LPI mensyukuri adanya ancaman sanksi dari badan dunia itu dan > > malah membalik situasinya menjadi pintu masuk untuk bertemu > > pejabat-pejabat FIFA. Kalau ini terjadi, bukan mustahil meweknya > > oknum PSSI ke FIFA akan menjadi bumerang bagi Nurdin Halid cs. > > > > Hal lain yang perlu dicatat dari masa pra-LPI ini adalah > > keluarnya pernyataan dari pengurus LPI maupun komentar > > masyarakat yang amat demokratis. Silakan PSSI menggelar Liga > > Supernya dan LPI berjalan sendiri dengan kompetisinya. Jangan > > saling ganggu. Biar masyarakat nanti yang menilai & memilih > > tontonan mana yang mereka suka - tentu saja boleh tidak suka > > dua-duanya. > > > > Ini berbeda dari sikap oknum PSSI maupun pendukungnya yang > > mengadu ke polisi supaya melarang LPI, mewek ke FIFA, sampai > > berunjukrasa di rumah pelopor LPI, Arifin Panigoro. Sikap > > yang terang-benderang untuk memaksakan kehendak. > > > > Sampai titik ini tampak bahwa oknum-oknum PSSI sedang menuai > > badai. Baik karena ulah otoriternya sendiri maupun oleh > > kepungan masyarakat serta lembaga-lembaga publik macam KPK, > > ICW, maupun Panja UU Keterbukaan Informasi di DPR. Sedangkan > > LPI, terus melaju menanam benih-benih harapan di masyarakat > > akan kembali hadirnya olahraga bolasepak di Indonesia > > yang hampir 1/4 abad lamanya menjadi hiburan yang menyedihkan - > > ibarat acara hiburan musik di televisi tapi lagu-lagunya > > tentang patah hati melulu. > > > > Terwujud atau tidaknya harapan itu sangat bergantung pada > > dukungan dan peranserta masyarakat. Tak bisa dipungkiri, > > di tengah menguatnya suara untuk menyelamatkan persepakbolaan > > nasional lewat LPI memang terselip juga harapan masyarakat > > agar PSSI sebagai lembaga milik rakyat ikut terselamatkan. > > > > Apa pun yang sejauh ini tersaji dalam "drama LPI" yang pasti > > drama itu memberi gambaran tentang sikap masyarakat terhadap > > nasib persepakbolaan Indonesia. Tentang cara masyarakat > > bersikap terhadap Merah-Putih dan lambang Garuda. Bergelora > > tapi juga sejuk, tertib, kendati Firman Utina dkk gagal meraih > > Piala AFF 2010. Sebaliknya, justru aparat keamanan pemerintahlah > > yang menimbulkan suasana genting dengan pengamanan berlebihan > > hanya karena presiden & rombongan ikut nonton. > > > > Prinsip bernegara yang selalu memakai pendekatan keamanan > > seperti ini sudah harus mulai diobati. Sebab, kalau tidak, bisa > > muncul kolam-kolam renang untuk menampung air pemadam kebakaran > > seperti ketakutan yang diderita si Ketua DPR, Marzuki Alie. > > > > Lebih penting dari sekedar gambaran, "drama LPI" sebenarnya > > memberi pelajaran tentang mengelola kesumpekan hidup masyarakat. > > Persoalannya, maukah orang-orang terpelajar di pemerintahan > > belajar dari sini. Bahwa rakyat ingin Negara & Bangsa Indonesia > > selamat tanpa bermaksud menghancurkan pemerintahan Indonesia. > > Cukup oknum-oknumnya saja yang disepak keluar. > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
