Agama Islam tidak mengenal demokrasi, alasannya ialah dalam bahasa Arab tidak 
ada kata demokrasi. 

  ----- Original Message ----- 
  From: ndeboost 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, April 18, 2011 11:05 AM
  Subject: [proletar] Inti Demokrasi


    

  Demokrasi intinya adalah suara rakyat suara Tuhan.

  Jadi para ateist adalah:

  Bukan rakyat, boleh dianggap lainnya

  Ga berhak milih atau dipilih (ga dikenal Tuhan)

  Ga berhak treak-treak promosikan demokrasi.

  Para ateis silahkan nggabung ke sesama ateis yg karena ga mengenal Tuhan
  maka juga ga tahu dosa. Maka dari sebab itu dg enaknya gembong komunis
  Stalin mbunuh 20 juta warga negara USSR yg mestinya dibawah
  lindungannya atau mbunuhin 20000 tawanan perang Polandia di Katyn, juga
  atas perintah Stalin.

  Atau bisa juga nggabung ke RRC, mbunuhin bayi atau membuatnya jadi sup
  atau ngasih melamin ke susu formula agar para bayi penyakitan dan atau
  mati.

  DiIndonesia, entah di negara lain, suara tuhan kebanyakan ditukar
  amplop. Kalau dulu dg bujuk rayu, misalnya dalam hal perizinan atau
  mengisi lowongan jangan harap dipermudah kalau bukan kuning kerontang.
  Pager rumah, patung, pembatas jalan di inovasi warna termasuk seragam
  calon haji, kuning! Belum lagi intimidasi, pegawai negeri kudu milih anu
  atau hengkang. Jam kerja dipakai kampanye dan kampanye disela-sela jam
  kerja. Saat promosi, boleh janji bohong. Saingan boleh "ditelanjangi"
  hingga kalau mungkin jera, ga berani nongol dimuka umum. Contohnya
  mendiang Edward Kennedy vs Mary Jo Kopechne. Setiap mau maju mencalonkan
  diri jadi presiden maka kasusnya sama Mary Jo selalu ditongolkan, lalu
  senyap begitu dia menyatakan mundur dari pencalonan. Balon capres
  lainnya, Garry Hart sami mawon. Diisukan selingkuh sama DonnaRice
  terpaksa mendupak diri. Atau menyadap kantor pusat partai lawan seperti
  yg dilakukan presiden USA, Tuan Richard Nixon. Trakhir Mr Obama yg dulu
  harus melawan isu Islam radikal dari sekolah dia di didik di Indonesia,
  kini disibukkan dg isu kewarganegaraan. Jadi siapa pinter ngomong, punya
  duit dst bisa membeli, eh mempengaruhi rakyat utk milih. Belum lagi
  sponsor maupun intimidasi. Amerika jualan demokrasi ke Irak maupun Lybia
  hanyalah kamuflase munafik, orang tahu kalau Paman Sam dkk ini ngincer
  minyak mentahnya.

  Yg lebih antik, demokrasi ga ngasih hak suara atau hak dipilih mulai
  bayi hingga remaja sebelum usia tertentu. Mereka jadi penonton semata
  terhadap para calon yang kelak ikut menentukan jalan hidup mereka.
  Mahasiswa atau sarjana yg masih sangat muda karena lompat kelas, juga ga
  ada hak milih-dipilih. Mereka ini nantinya melongo kalau tahu besarnya
  biaya kampanye dsb yg disediakan negara utk menjalankan roda demokrasi. 
  Beda posisi dg para tua-tui thuyuk-thuyuk sudah mau terbenam, mereka ini
  punya hak 1 suara. Maunya ada batasan milih atau dipilih usia renta vs
  rata-rata hidup harapan suatu negara. Setelah mencapai usia ini maka
  para tua-tui gak punya hak milih-dipilih. Silahkan nonton juga. Kan
  adil? Apakah rakyat adalah professor, bekas jendral atau pengangguran,
  haknya sama: 1 suara. Remaja yg pernah atau nikah, meski usianya belum
  masuk, dapat 1 suara. Lalu rakyat disuruh milih kucing dalam karung,
  ga tahu apa-siapanya yg akan dipilih. Pernah
  koruptor-penghianat-maling-mucikari-lontre-preman-bromocorah-resedivis 
  asal bisa bayar atau dimajukan partai masuk dalam daftar jadi lalu
  penthalitan dipanggung kampanye. Public figure
  ulet-jujur-mengabdi-innovatif-kreatif-konstruktif namun independen
  sampai mampus dia ga bakalan dipilih karena ga liwat organisasi yg
  namanya partai
  Jadi demikianlah lk-nya yg namanya demokrasi yg didengung-dengungkan
  paling pas, paling bagus utk menjalankan roda pemerintahan yg
  sesungguhnya adalah arena legal para badut ambisius utk menjegal atau
  nyingkirkan (karakter atau fisik) lawan, ngeruk kekuasaan atau
  kepentingan pribadi. Setelahnya ga ada tanggung jawab, sangkut paut atau
  urusan sama "suara Tuhan". Malahan kalau sudah kepilih, buat
  aturan yang Tuhan dipersilahkan tinggal doank di gereja atau tempat
  ibadah. Pantes kalau ada yg ngatakan, demokrasi adalah produk orang
  kafir namun cerdik mengatasnamakan Tuhan.

  [Non-text portions of this message have been removed]



  

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke