Di Islam ada kata musyawarah. Silahkan bandingkan
dg demokrasi.

Di Bibel kata demokrasi juga ga ada, namun prakteknya
sdh ada. Akibat dari praktek demokrasi ini dimana Pilatus
kalah suara dari orang Yahudi adalah KATEBE,
digantung hingga matinya Yesus Kristus.

Ayo don @mBoong, mosok ga punya bahan kampanye
  kelebihan demokrasi?
nDeboost kan sdh paparkan apa dan bagaimananya
demokrasi.

Oh ya, para ateist bisa nggabung juga ke Khmer Merah
Kan mereka ngekrek ratusan ribu warganya sendiri?
Ingatkan The Killing Field?

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/04/ChoeungEk-Darte\
r-13.jpg/800px-ChoeungEk-Darter-13.jpg


--- In [email protected], "sunny" <ambon@...> wrote:
>
> Agama Islam tidak mengenal demokrasi, alasannya ialah dalam bahasa
Arab tidak ada kata demokrasi.
>
>   ----- Original Message -----
>   From: ndeboost
>   To: [email protected]
>   Sent: Monday, April 18, 2011 11:05 AM
>   Subject: [proletar] Inti Demokrasi
>
>
>
>
>   Demokrasi intinya adalah suara rakyat suara Tuhan.
>
>   Jadi para ateist adalah:
>
>   Bukan rakyat, boleh dianggap lainnya
>
>   Ga berhak milih atau dipilih (ga dikenal Tuhan)
>
>   Ga berhak treak-treak promosikan demokrasi.
>
>   Para ateis silahkan nggabung ke sesama ateis yg karena ga mengenal
Tuhan
>   maka juga ga tahu dosa. Maka dari sebab itu dg enaknya gembong
komunis
>   Stalin mbunuh 20 juta warga negara USSR yg mestinya dibawah
>   lindungannya atau mbunuhin 20000 tawanan perang Polandia di Katyn,
juga
>   atas perintah Stalin.
>
>   Atau bisa juga nggabung ke RRC, mbunuhin bayi atau membuatnya jadi
sup
>   atau ngasih melamin ke susu formula agar para bayi penyakitan dan
atau
>   mati.
>
>   DiIndonesia, entah di negara lain, suara tuhan kebanyakan ditukar
>   amplop. Kalau dulu dg bujuk rayu, misalnya dalam hal perizinan atau
>   mengisi lowongan jangan harap dipermudah kalau bukan kuning
kerontang.
>   Pager rumah, patung, pembatas jalan di inovasi warna termasuk
seragam
>   calon haji, kuning! Belum lagi intimidasi, pegawai negeri kudu milih
anu
>   atau hengkang. Jam kerja dipakai kampanye dan kampanye disela-sela
jam
>   kerja. Saat promosi, boleh janji bohong. Saingan boleh
"ditelanjangi"
>   hingga kalau mungkin jera, ga berani nongol dimuka umum. Contohnya
>   mendiang Edward Kennedy vs Mary Jo Kopechne. Setiap mau maju
mencalonkan
>   diri jadi presiden maka kasusnya sama Mary Jo selalu ditongolkan,
lalu
>   senyap begitu dia menyatakan mundur dari pencalonan. Balon capres
>   lainnya, Garry Hart sami mawon. Diisukan selingkuh sama DonnaRice
>   terpaksa mendupak diri. Atau menyadap kantor pusat partai lawan
seperti
>   yg dilakukan presiden USA, Tuan Richard Nixon. Trakhir Mr Obama yg
dulu
>   harus melawan isu Islam radikal dari sekolah dia di didik di
Indonesia,
>   kini disibukkan dg isu kewarganegaraan. Jadi siapa pinter ngomong,
punya
>   duit dst bisa membeli, eh mempengaruhi rakyat utk milih. Belum lagi
>   sponsor maupun intimidasi. Amerika jualan demokrasi ke Irak maupun
Lybia
>   hanyalah kamuflase munafik, orang tahu kalau Paman Sam dkk ini
ngincer
>   minyak mentahnya.
>
>   Yg lebih antik, demokrasi ga ngasih hak suara atau hak dipilih mulai
>   bayi hingga remaja sebelum usia tertentu. Mereka jadi penonton
semata
>   terhadap para calon yang kelak ikut menentukan jalan hidup mereka.
>   Mahasiswa atau sarjana yg masih sangat muda karena lompat kelas,
juga ga
>   ada hak milih-dipilih. Mereka ini nantinya melongo kalau tahu
besarnya
>   biaya kampanye dsb yg disediakan negara utk menjalankan roda
demokrasi.
>   Beda posisi dg para tua-tui thuyuk-thuyuk sudah mau terbenam, mereka
ini
>   punya hak 1 suara. Maunya ada batasan milih atau dipilih usia renta
vs
>   rata-rata hidup harapan suatu negara. Setelah mencapai usia ini maka
>   para tua-tui gak punya hak milih-dipilih. Silahkan nonton juga. Kan
>   adil? Apakah rakyat adalah professor, bekas jendral atau
pengangguran,
>   haknya sama: 1 suara. Remaja yg pernah atau nikah, meski usianya
belum
>   masuk, dapat 1 suara. Lalu rakyat disuruh milih kucing dalam karung,
>   ga tahu apa-siapanya yg akan dipilih. Pernah
>  
koruptor-penghianat-maling-mucikari-lontre-preman-bromocorah-resedivis
>   asal bisa bayar atau dimajukan partai masuk dalam daftar jadi lalu
>   penthalitan dipanggung kampanye. Public figure
>   ulet-jujur-mengabdi-innovatif-kreatif-konstruktif namun independen
>   sampai mampus dia ga bakalan dipilih karena ga liwat organisasi yg
>   namanya partai
>   Jadi demikianlah lk-nya yg namanya demokrasi yg didengung-dengungkan
>   paling pas, paling bagus utk menjalankan roda pemerintahan yg
>   sesungguhnya adalah arena legal para badut ambisius utk menjegal
atau
>   nyingkirkan (karakter atau fisik) lawan, ngeruk kekuasaan atau
>   kepentingan pribadi. Setelahnya ga ada tanggung jawab, sangkut paut
atau
>   urusan sama "suara Tuhan". Malahan kalau sudah kepilih, buat
>   aturan yang Tuhan dipersilahkan tinggal doank di gereja atau tempat
>   ibadah. Pantes kalau ada yg ngatakan, demokrasi adalah produk orang
>   kafir namun cerdik mengatasnamakan Tuhan.
>
>   [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke