Bunda Teresa, hmmm... biarawati paling cakep. Seperti itulah harusnya "mempelai" Yesus. Bagi saya, Bu Teresa adalah Paus yang sebenarnya..
Bisa cerita lebih jauh tentang beliauwati, terutama seputar pertikaiannya dengan Vatikan (dan biarawati-biarawati tukang ngerumpi)? Atau, kenapa Vatikan baru menerima / mengakui Bu Teresa setelah dia sukses & populer dengan ordonya sendiri. Bagus, sampeyan bawa contoh yang bagus untuk topik ini. Bu Teresa & Gus Dur saya kira bukan serius-seriusan berkristen-ria dan berislam-ria, tapi betul-betul sekedar beragama. Bermanusia yang baik & benar tanpa mau pusing dengan label. Sedangkan para tolol yang sok beragama, seolah paling cs sama tuhan, tentu bukan cuma DR Azahari & Amrozy cs serta Rinaldy Damanik & Antonius Bawengan cs. Tapi juga bisa siapa saja yang tolol dan terus-menerus memperbodoh dirinya. Bukan begitu? Begitu bukan? --- "Wong" <wong_gendeng05@...> wrote: > Sependapat mas, tentang bagaimana kita menyikapi cerita cerita > dalam agama. > > Tetapi saya rasa wawan juga tidak salah ketika dia mengatakan bahwa > agama adalah tahayul, nyatanya memang banyak "dongengan tolol" yang > dalam bahasa wawan disebut sebagai tahayul bertebaran di agama. > Namun menyimpulkan bahwa agama tidak ada gunanya sama sekali, saya > rasa ini terlalu terburu buru, memang nyatanya banyak orang yang > melakukan sesuatu karena termotifasi oleh ajaran agamanya, baik itu > yang merugikan maupun yang menguntungkan > > Ambil contoh misalnya seorang budiwati dari Calcuta ibu Theresa > karena termotifasi oleh ajaran Yesus tentang welas asih, beliau > menterjemahkan bahwa welas asih mestinya melampaui batas gender, > batas ras batas agama, maka sepanjang hidupnya beliau berpihak > kepada siapapun baik itu orang hindu, baik itu orang muslim, baik > itu orang kristen yang terpinggirkan, yang miskin, yang papa, yang > menderita. Juga KH Abdurahman Wahid, meskipun oleh sebagian neter > muslim beliau di fitnah sebagai anti Islam, sebagai agen Yahudi dan > tuduhan miring lainya, namun beliau juga mengupayakan perdamaian > dunia bahkan sampai mendirikan Yayasan di luar negeri. Sikap dan > tindakan beliau ini pastilah bersumber dari ajaran Islam yang > beliau anut. > > Pun tidak kurang tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang > lain, contoh ini terlalu banyak sebut saja teroris bomber Amrozi > cs, Dulmatin , Dr. Ashari yang terakhir mohamad syarif bomber > Cirebon, juga kekerasan social misalnya Ciketing, Manis lor dll, > dan juga pengrusakan tempat ibadah lain seperti gereja dll pastilah > ini juga termotifasi oleh ajaran agama Islam yang mereka yakini. > > Singkatnya meskipun agama adalah tahayul, namun agama masih berguna > juga, tinggal para penggunanaya (baca umat) memilah milah, > menyaring mana yang membawa kebahagian bersama, mana yang membawa > kehancuran bersama. Saya rasa begitu > > Rahyu > > > --- "ajeg" <ajegilelu@...> wrote: > > > Begini, saya coba mengikuti pemikiran wawan tentang > > apa yang disebut 'agama' - yang rupanya terbatas hanya > > pada label-label terkenal terutama Kristen & Islam. > > Buat dia, jangankan dongeng, apapun yang berbau 'agama' > > seolah nggak bersisa setitik pun kebaikannya. > > > > Ini jelas terlalu mengada-ada untuk orang yang katanya > > pernah nyantri di pesantren. Untuk apa membakar rumah > > yang sudah tidak kita sukai - apalagi kalau belum punya > > tempat berteduh lain. > > > > Nggak lain nggak bukan, saya mengajak wawan untuk nggak > > mbakar rumah yang pernah ditempati, seburuk apa pun > > pengalaman selama tinggal di sana. Kebiasaan bakar-bakar > > seperti itu akan terbawa ke mana pun dia "berteduh". > > Terbukti, wawan membangun analisis yang dengan sendirinya > > terbakar jadi abu. Tapi ya terserah kalau memang suka > > ngerjain hal yang sia-sia. > > > > Soal tolol enggaknya suatu dongeng saya sependapat sama > > sampeyan. Tergantung bagaimana orang memahami posisi > > dongeng tersebut. Jadi, daripada meributkan benar-tidaknya > > dongeng itu terjadi, lebih baik melihat kegunaannya. > > Memberi inspirasikah, sekedar menghiburkah, atau justru > > meneror dsbkah. > > > > Bagaimanapun, kitalah yang berhak menentukan posisi > > dongeng itu berdasarkan pengetahuan & pengalaman yang > > kita punya. Jangan malah mabuk, hilang kesadaran, lantas > > menempatkan si pendongeng seolah dia sedang berwahyu / > > berfirman sehingga kata-katanya pun harus ditelan dengan > > patuh, dan menjadikan kata-katanya (dongeng itu) sebagai > > satu-satunya kebenaran, betapapun tololnya dia mendongeng. > > > > Tegesipun, nggih cekap semanten rumiyin. Dumugi kraos, > > mangertos, ngantos ngemut mentos, adios amigos.. > > > > > > --- "Wong" <wong_gendeng05@...> wrote: > > > > > Bukan begitu, masalahnya sampeyan menunjuk ada guru ngaji yang > > > mengajar dengan dongengan tolol, nah saya minta klarifikasi apa > > > yang sampeyan maksud dengan dongengan tolol tsb > > > > > > Dongeng tentang Israk Miraj dan Musa saya maksudkan hanya > > > sebagai pintu masuk agar kita bisa ada obrolan yang mengalir. > > > Karena nyatanya memang kisah dari kitab suci sering dijadikan > > > landasan untuk mengambil keputusan. Ndak usah jauh jauhlah, di > > > milis prol ini saja, pak Tawang (di manakah beliau sekarang) > > > sering menilai bangsa Yahudi sebagai bangsa yang mrusal, hanya > > > karena dalam kitab suci AlQuran bangsa Yahudi sering dikisahkan > > > melakukan pembangkangan dan mbalelo terhadap perintah Tuhan. > > > Apakah kisah dalam kitab suci itu benar benar terjad?, menurut > > > pamahaman saya, menganggap kisah dalam kitab suci adalah kisah > > > yang betul betul terjadi adalah perbuatan tolol, tentu akan > > > menjadi super mega tolol apa bila kisah2 tsb dijadikan landasan > > > untuk menghaikimi suatu kaum. > > > > > > Tapi kalo ternyata dongengan tolol yang sampeyan maksud bukan > > > seprti itu, atao sampeyan punya pengertian atao versi lain > > > tentang dongengan tolol, ya silahkan ditulis saja. Monggo dipun > > > babar, kulo lenggah midangetaken. > > > > > > Rahayu > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
