Itulah salahsatu bahaya dari pelembagaan agama. Konsekuensinya, bertabiat sebagaimana organisasi pada umumnya. Pengurusnya repot sama urusan pencitraan, anggotanya pontang-panting mengejar pujian pengurus. Supaya citra organisasinya keliatan baik maka perlu ada organisasi yang bercitra buruk. Jadilah saling buruk-memburukkan antarkelompok dengan iming-iming nebus dosa & masuk sorga segala macem.
Kalau organisasi Vatikan punya struktur seperti itu ya saya batal aja dah jadiin Bu Teresa Paus yang sebenarnya. Ganti jadi Santo yang sebenarnya...:) --- "suryana" <gsuryana@...> wrote: > BUnda Teresa menjadi ikon kontroversi Vatikan, karena tidak ada > ordo khusus perempuan yang bisa menjalankan sepetrti apa yang > diharapkan oleh Bunda Teresa, sehingga Vatikan menganggap kemauan > Bunda Teresa bisa merusak image Katholik Roma, yang selalu berusaha > untuk memberikan image yang baik ke masyarakat awam sedunia, dan > dikhawatirkan bila satu lolos akan timbul Bunda Tersea lainnya, ( > terbukti di India setelah wafatnya Bunda Teresa penerusnya > melakukan katholikisasi sehingga kena marah masyarakat setempat ). > Dan menjadi diakui sebagai pribadi yang teguh dengan pendiriannya > oleh Vatikan sehingga tidak lagi di lepas begitu saja. > Bunda Teresa didalam melakukan tugasnya tidak pernah membawa bawa > Katholik terhadap siapa yang dibantu nya , dengan demikian India > tidak ambil pusing malah akhirnya pusing sendiri karena tidak ada > celah untuk menolak kehadiran Bunda Teresa. > CMMIIW > > Ps Paus yang sebenarnya tetap Paus yang sekarang, yang sebelumnya > akan menjadi Santo tinggal 1 tahap lagi, bila ada mukjijat > kesembuhan karena berdoa kepada Allah/Bapa, Yesus dan Paus > Yohannes, untuk permintaan doa yang lain konon sudah banyak yang > cespleng, sehingga tinggal setapak lagi menjadi Santo, Santo > maksudnya menjadi orang suci, dan hal ini memang tidak mudah, > tidak semua Paus menjadi Santo. > Ada pula yang langsung menjadi Santo ketika meninggal , semua > atergantung mal baik nya ketika memimpin Katholik. > > sur. > ----- Original Message ----- > From: "ajeg" <ajegilelu@...> > > > Bunda Teresa, hmmm... biarawati paling cakep. > > Seperti itulah harusnya "mempelai" Yesus. > > Bagi saya, Bu Teresa adalah Paus yang sebenarnya.. > > > > Bisa cerita lebih jauh tentang beliauwati, > > terutama seputar pertikaiannya dengan Vatikan > > (dan biarawati-biarawati tukang ngerumpi)? > > Atau, kenapa Vatikan baru menerima / mengakui > > Bu Teresa setelah dia sukses & populer dengan > > ordonya sendiri. > > > > Bagus, sampeyan bawa contoh yang bagus untuk > > topik ini. Bu Teresa & Gus Dur saya kira bukan > > serius-seriusan berkristen-ria dan berislam-ria, > > tapi betul-betul sekedar beragama. Bermanusia > > yang baik & benar tanpa mau pusing dengan label. > > > > Sedangkan para tolol yang sok beragama, seolah > > paling cs sama tuhan, tentu bukan cuma DR Azahari > > & Amrozy cs serta Rinaldy Damanik & Antonius > > Bawengan cs. Tapi juga bisa siapa saja yang tolol > > dan terus-menerus memperbodoh dirinya. Bukan begitu? > > > > Begitu bukan? > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
