--- Led Zeppelin <led.zeppelin31@...> wrote: > Deep Purple: Jakarta On My Mind (1975) > > http://youtu.be/3jRPhEWaSYk > Deep Purple > Jakarta On My Mind [no label, 1CD] > > Live at the Senyan Sports Stadium, Jakarta, Indonesia, December 4, > 1975. > > By the time Deep Purple released Burn and Stormbringer (both 1974), > Ian Gillan and Roger Glover had already left the band but some fans > still considered Burn to be a worthy successor to the earlier > albums. But in April 1975, Richie Blackmore too decided to move, > leaving Jon Lord (organ, piano) and Ian Paice (drums) from the > classic line up. If Blackmore wanted out, vocalist David Coverdale > managed to get guitarist Tommy Bolin into the group and Come Taste > The Band was released in November 1975. > > Deep Purple played two dates in Jakarta in December 1975 promoting > Come Taste The Band. For the Mat Rockers there, it probably did not > matter who was in the line up, it's Deep Purple all the same.
Sekitar pk 16 saya & geng berangkat ke Senayan dengan 2 taksi. Jalan Sudirman lebih ramai dari biasa tapi tidak macet seperti sekarang. Di kolong Semanggi, 2 taksi penuh pemuda gondrong ini tiba-tiba disalib taksi lain yang ugal-ugalan. Sopir taksi yang saya naiki rupanya panas hati. Di saat tugas mengharuskan dia nggak bisa nonton "deparpel" eh tau-tau disalip taksi yang ugal-ugalan. Keki itu wajar. Maka dikejarnya taksi ugal-ugalan itu. Kawannya yang bawa taksi gondrong satunya ikut solider. Dalam sekejap, taksi ugal-ugalan itu sudah dalam himpitan 2 taksi gondrong. Selidik punya selidik, ajegile.. kecuali sang sopir, taksi ugal-ugalan itu ternyata ditumpangi 4 krempuan manis. Keliatannya mereka lagi bebopbelula dan minta sopir taksinya untuk "hit the road, jack!". Wajah-wajah manis itu celingukan dikepung kiri-kanan oleh 2 taksi yang penumpang-penumpangnya sudah pasti bikin mereka berdecak ajegile juga. Si manis di belakang kiri kasih tanda supaya kami membuka jendela lebih lebar. Melihat pertanda baik ini lantas saja Rio di belakang kanan turunkan kaca jendela dan naikkan kacamata hitam ke jidat memamerkan tampang kerasnya yang bisa dihias senyum. Tiba-tiba, si manis melempar sebutir rambutan, disusul satu lemparan lagi dari teman di sebelahnya. Mereka cekikikan meminta sopirnya tancap gas. Wahh..?? What a strange kind of girls... Kami berlima saling berpandangan, setuju menilai ini sebagai tantangan yang kudu dijawab. Kejar! Terjadilah kejar-kejaran di mana 2 taksi gondrong dihujani timpukan rambutan. Tepatnya, perang rambutan antar-penumpang belakang. Sebab, sesama penumpang depan terus berusaha menjalin percakapan seputar apakah ayah mereka tukang rambutan. "Iya. Kenapa?" Karena kalian tergila-gila pada rambut kami..... Di bundaran Senayan perpisahan itu terjadi. Para manis lurus ke arah Blok-M, para gondrong harus berputar menuju Stadion Utama. Nah, melalui posting ini barangsiapa ada yang punya kerabat, tante, atau mama, yang punya cerita seperti ini, tolong sampaikan salam Highway Star dari kami. http://www.youtube.com/watch?v=KgZSnAkQc4c * Lepas Maghrib, pintu VIP dibuka. Orang-orang kaya berbaris tertib memasuki tribun. Selama setengah jam penonton non-VIP dibiarkan terkatung-katung di luar stadion. Dan terjadilah apa yang harus terjadi. Pintu Merah yang langsung ke lapangan dijebol para mat rocker. Bule-bule miskin ikut berhamburan menyerbu kelas festival di depan panggung. Situasi kacau tambah bersemangat karena teknisi terus membakar dengan Spirit In The Night selama soundcheck. Botol-botol berpindah tangan & mulut. Adegan kejar-kejaran antara polisi & gondrong menghiasi pemandangan. Beberapa gondrong digandeng polisi. Beberapa cewek ditandu petugas PMI. Butuh waktu cukup panjang untuk menenangkan keadaan. Itu sebabnya God Bless kehabisan waktu untuk tampil sebagai band pembuka di hari pertama. Selagi petugas sibuk memadamkan api di sektor balkon, lampu stadion meredup dan 5 bule gondrong itu akhirnya nongol juga di panggung dan lord mewakili teman-temannya menyapa "Apa Khabar?". Gegap gempita membahana. Histeria massal tak terbendung begitu lagu pertama digebrak, burn http://www.youtube.com/watch?v=oPRUwjVXolI Nggak bisa enggak, mereka harus mainkan lagu yang sudah dikenal mat rocker Indonesia kendati tanpa gillan & glover yang pemain asli lagu ini. Waktu menggoyang Senayan, vokal diambil alih hughes, bassist yang warna vokalnya justru lebih mendekati gillan ketimbang sang vokalis formasi Stadion Utama, coverdale. Selebihnya, orang lebih sibuk menarik botol & asap. Kurang bergairah dengan nomor-nomor asing yang ditawarkan promo tour album Come Taste The Band ini. Album yang paling ancur dari Deep Purple. Sejak itu saya juga kurang kepingin dengerin DP. Baru tertarik lagi waktu gillan & blackmore rujuk dan merilis single Wasted Sunsets. > > Track 01 Tune-Up > Track 02 Burn > Track 03 Lady Luck *** > Track 04 Love Child *** > Track 05 Gettin' Tighter *** > Track 06 Georgia On My Mind > Track 07 I Need Love *** > Track 08 Soldier Of Fortune ** > Track 09 Keyboard Solo > Track 10 Lazy * > Track 11 Drum Solo > Track 12 Lazy (Reprise) Ini album bootleg ya? Baru tau ada album ini. Sepertinya perlu dicoba. Terutama pengin denger lagi Padamu Negeri & Burung Kakatua versi the lord.. Georgia on My Mind, http://www.youtube.com/watch?v=UkkuYz5NqYo "terimakasih," kata huges waktu itu. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
