Mata sampe berair saking geli diingetin macem-macem peristiwa di Senayan jaman itu. Ada PPD No.10-lah, Cruzeiro-lah, Tiblizi-lah, sampe si "orang kuat" Lahardo.. hahaha... Edisi mutakhir Lahardo sekarang ini barangkali si Limbad itu, yang bisa narik truk pake rambutnya(?) & nggak mempan digilas mesin giling.
Selain matador, di stadion utama juga pernah ada akrobat mobil "Hell Drivers". Juga nyaris terjadi duel meet antara si jago akrobat motor Evil Knievel vs Kang Engkus si jago tong setan. Urusan musik, di sana pernah merumput band kondang The Bee Gees. Lalu konser tunggal penyanyi cilik Heintje (haha!). Tapi peristiwa musik paling akbar di sana ya show Deep Purple itu. Ya betul, begitu pintu merah jebol dan orang menyerbu masuk bagai air bah, nggak bisa lain saya harus keluarin ilmu sprint. Pertama supaya nggak kegilas "air bah" dan kedua moga-moga dapat posisi nonton yang asyik. Mumpung lintasan lari dari bubuk bata merah bukan hal asing buat saya. Seperti semua orang, larilah saya seperti di lomba 100 m. Sprint total. Begitu totalnya sampai-sampai untuk berhenti pas di depan panggung saya harus pakai deretan terdepan kursi lipat itu sebagai rem.. Ada sekitar 2 meteran saya meluncur sambil menyeret satu kursi, lalu kursi itu kemudian menyeret teman-teman kursi lainnya. Walhasil, acak-acakanlah deretan kursi terdepan. Sedetik kemudian datanglah gelombang bah, seperti tsunami meratakan daratan. Betul, sebagian kursi beterbangan di udara. Betul-betul beterbangan. Betul-betul kacau. Nggak berlebihan kalau situasinya digambarkan mirip rombongan obelix ketemu pasukan romawi. Lagian apa-apaan nonton konser rock duduk di kursi?! Kayak kondangan di kelurahan aje.. Oke segitu dulu. Sori, mau nyepi dulu dari peradaban kota.. --- Led Zeppelin <led.zeppelin31@...> wrote: > Kisah yang anda lukiskan sangat mengasik kan,saya coba baca untuk > beberapa kali untuk dapat mengingat kembali peristiwa lama yang > sudah berlalu. > kalau saya waktu itu memang sedang berada di istora,tiap seminggu > dua hari sepulang dari sekolah untuk mengikuti latihan berenang di > club. Dolphin yang dipimpin oleh Om albert dari ambon.Team polo > air.PON tahun tahun 60s. > beliau juga adalah karyawan Koni sepert biasa latihan dimulai pukul > 2 siang hingga pukul 4 sore,saya biasa nya kalau pulang selalu > melewati pintu satu lantas naik bus no 10 menuju blok A,tapi hari > itu tidak tahu mengapa saya malah menuju parkir timur banyak orang2 > muda datang berlawanan arah dengan saya > > Pikir saya orang2 ini mau nonton bola,doeloe kan PSSI sering undang > group2 bola dari luar negri main di senayan,seperti cruzero & > atletiko meneiro dari brazil,bayren liferkusen,bayren munich,dynamo > moskow/dynamo tiblizi,queen park rangers ajaks amsterdam,psv > eindhoven atau klub milik ahmet ertegun cosmos dll > banyak lagi pernah uji coba di jakarta saya kira semua club bola > dari eropa/latina amerika pernah main dijakarta untuk mencoba > kemampuan nya berlaga. > > Akhir nya saya berbalik arah mengikuti orang2 tersebut sambil tanya2 > rupanya ini hari ada pertunjukan akbar musik,rasanya ini pertama > kali ada band main dilapangan rumput sebelum nya ada pertunjukan > matador juga lahardo main di digelora senayan,dari percakapan2 itu > saya menangkap sudah apa2 yang akan digelar malam itu,sewaktu > memasuki pagar gelora banyak orang2 yang datang hanya menungu saja > tidak masuk seperti biasa penonton bola pada umum nya,ribuan orang > muda itu hanya ber-kelompok2 tidak ada yang memiliki tiket rupanya, > hari semakin gelap swempak/cangcut dan handuk kecil basah yang > biasa saya kenakan sudah kering ditangan,karena kalau berenang saya > tidak pernah membawa tas untuk menyimpan barang tsb Cangcut&handuk > basah saya peres kuat2/demek lalu saya lipat kecil dan saya kepit > diketiak/dibawa seperti layak nya HP sekarang ini. > > > Lepas Maghrib, pintu VIP dibuka. Orang-orang kaya berbaris tertib > > memasuki tribun. Selama setengah jam penonton non-VIP dibiarkan > > terkatung-katung di luar stadion. Dan terjadilah apa yang harus > > terjadi. Pintu Merah yang langsung ke lapangan dijebol para > > mat rocker. Bule-bule miskin ikut berhamburan menyerbu kelas > > festival di depan panggung. > > +Anda sangat jeli sekali melihat situasi saat itu,dalam kekacauan > itu saya terhempas kearah pintu merah dan hanya beberapa hitungan 1 > menit kaki saya sudah berada dilapangan rumput yang ditaruh kursi2 > lipat warna hitam/merah sebagian beterbangan disitu saya mengikuti > arah larinya bule2 miskin&orang2 kaya indonesia yang sudah berada > disitu sebelum nya,mereka berlarian kearah panggung sayapun begitu > pula ada nya bisa nonton dari bibir panggung,itu waktu antara orang > kaya dan miskin sangat terlihat sekali bedanya dari pakain yang > dikenakan hingga musik yang didengar kan > > > > Situasi kacau tambah bersemangat karena teknisi terus membakar > > dengan Spirit In The Night selama soundcheck. Botol-botol > > berpindah tangan & mulut. Adegan kejar-kejaran antara polisi & > > gondrong menghiasi pemandangan. Beberapa gondrong digandeng > > polisi. Beberapa cewek ditandu petugas PMI. Butuh waktu cukup > > panjang untuk menenangkan keadaan. Itu sebabnya God Bless > > kehabisan waktu untuk tampil sebagai band pembuka di hari > > pertama. > > +Dihari kedua saya tidak lagi datang sendirian teman sekolah/teman > sekampung saya ceritakan peristiwa kemaren malam kepada mereka,kita > berangkat sama2 atur barisan rapat2 suasana tidak jauh berbeda > dengan hari pertama God bless akhir nya main juga,tapi sebelum main > mereka melepas kan mercon jangwe ke udara.untuk menandakan mereka > main hari itu,seperti biasa nya saya lagi2 bisa nonton dari bibir > panggung > > > Selagi petugas sibuk memadamkan api di sektor balkon, lampu > > stadion meredup dan 5 bule gondrong itu akhirnya nongol juga di > > panggung dan lord mewakili teman-temannya menyapa "Apa Khabar?". > > Gegap gempita membahana. Histeria massal tak terbendung begitu > > lagu pertama digebrak, > > +Nanti saya lanjut kan lagi tulisan ini sambil mengingat suasana > waktu itu ingatan anda sangat luar biasa. > > --- ajeg <ajegilelu@...> wrote: > > --- Led Zeppelin <led.zeppelin31@...> wrote: > > > > Deep Purple: Jakarta On My Mind (1975) > > > > > > http://youtu.be/3jRPhEWaSYk > > > Deep Purple > > > Jakarta On My Mind [no label, 1CD] > > > > > > Live at the Senyan Sports Stadium, Jakarta, Indonesia, > > > December 4, 1975. > > > > > > By the time Deep Purple released Burn and Stormbringer (both > > > 1974), Ian Gillan and Roger Glover had already left the band > > > but some fans still considered Burn to be a worthy successor to > > > the earlier albums. But in April 1975, Richie Blackmore too > > > decided to move, leaving Jon Lord (organ, piano) and Ian Paice > > > (drums) from the classic line up. If Blackmore wanted out, > > > vocalist David Coverdale managed to get guitarist Tommy Bolin > > > into the group and Come Taste The Band was released in November > > > 1975. > > > > > > Deep Purple played two dates in Jakarta in December 1975 > > > promoting Come Taste The Band. For the Mat Rockers there, it > > > probably did not matter who was in the line up, it's Deep > > > Purple all the same. > > > > Sekitar pk 16 saya & geng berangkat ke Senayan dengan > > 2 taksi. Jalan Sudirman lebih ramai dari biasa tapi > > tidak macet seperti sekarang. Di kolong Semanggi, 2 taksi > > penuh pemuda gondrong ini tiba-tiba disalib taksi lain > > yang ugal-ugalan. > > > > Sopir taksi yang saya naiki rupanya panas hati. Di saat > > tugas mengharuskan dia nggak bisa nonton "deparpel" eh > > tau-tau disalip taksi yang ugal-ugalan. Keki itu wajar. > > > > Maka dikejarnya taksi ugal-ugalan itu. Kawannya yang bawa > > taksi gondrong satunya ikut solider. Dalam sekejap, taksi > > ugal-ugalan itu sudah dalam himpitan 2 taksi gondrong. > > > > Selidik punya selidik, ajegile.. kecuali sang sopir, taksi > > ugal-ugalan itu ternyata ditumpangi 4 krempuan manis. > > Keliatannya mereka lagi bebopbelula dan minta sopir taksinya > > untuk "hit the road, jack!". Wajah-wajah manis itu celingukan > > dikepung kiri-kanan oleh 2 taksi yang penumpang-penumpangnya > > sudah pasti bikin mereka berdecak ajegile juga. > > > > Si manis di belakang kiri kasih tanda supaya kami membuka > > jendela lebih lebar. Melihat pertanda baik ini lantas saja Rio > > di belakang kanan turunkan kaca jendela dan naikkan kacamata > > hitam ke jidat memamerkan tampang kerasnya yang bisa dihias > > senyum. > > > > Tiba-tiba, si manis melempar sebutir rambutan, disusul satu > > lemparan lagi dari teman di sebelahnya. Mereka cekikikan meminta > > sopirnya tancap gas. Wahh..?? What a strange kind of girls... > > Kami berlima saling berpandangan, setuju menilai ini sebagai > > tantangan yang kudu dijawab. Kejar! > > > > Terjadilah kejar-kejaran di mana 2 taksi gondrong dihujani > > timpukan rambutan. Tepatnya, perang rambutan antar-penumpang > > belakang. Sebab, sesama penumpang depan terus berusaha menjalin > > percakapan seputar apakah ayah mereka tukang rambutan. "Iya. > > Kenapa?" Karena kalian tergila-gila pada rambut kami..... > > > > Di bundaran Senayan perpisahan itu terjadi. Para manis lurus > > ke arah Blok-M, para gondrong harus berputar menuju Stadion > > Utama. > > > > Nah, melalui posting ini barangsiapa ada yang punya kerabat, > > tante, atau mama, yang punya cerita seperti ini, tolong sampaikan > > salam Highway Star dari kami. > > > > http://www.youtube.com/watch?v=KgZSnAkQc4c > > > > * > > > > Lepas Maghrib, pintu VIP dibuka. Orang-orang kaya berbaris tertib > > memasuki tribun. Selama setengah jam penonton non-VIP dibiarkan > > terkatung-katung di luar stadion. Dan terjadilah apa yang harus > > terjadi. Pintu Merah yang langsung ke lapangan dijebol para > > mat rocker. Bule-bule miskin ikut berhamburan menyerbu kelas > > festival di depan panggung. > > > > Situasi kacau tambah bersemangat karena teknisi terus membakar > > dengan Spirit In The Night selama soundcheck. Botol-botol > > berpindah tangan & mulut. Adegan kejar-kejaran antara polisi & > > gondrong menghiasi pemandangan. Beberapa gondrong digandeng > > polisi. Beberapa cewek ditandu petugas PMI. Butuh waktu cukup > > panjang untuk menenangkan keadaan. Itu sebabnya God Bless > > kehabisan waktu untuk tampil sebagai band pembuka di hari > > pertama. > > > > Selagi petugas sibuk memadamkan api di sektor balkon, lampu > > stadion meredup dan 5 bule gondrong itu akhirnya nongol juga di > > panggung dan lord mewakili teman-temannya menyapa "Apa Khabar?". > > Gegap gempita membahana. Histeria massal tak terbendung begitu > > lagu pertama digebrak, > > > > burn > > http://www.youtube.com/watch?v=oPRUwjVXolI > > > > Nggak bisa enggak, mereka harus mainkan lagu yang sudah dikenal > > mat rocker Indonesia kendati tanpa gillan & glover yang pemain > > asli lagu ini. Waktu menggoyang Senayan, vokal diambil alih > > hughes, bassist yang warna vokalnya justru lebih mendekati gillan > > ketimbang sang vokalis formasi Stadion Utama, coverdale. > > > > Selebihnya, orang lebih sibuk menarik botol & asap. Kurang > > bergairah dengan nomor-nomor asing yang ditawarkan promo tour > > album Come Taste The Band ini. Album yang paling ancur dari > > Deep Purple. > > > > Sejak itu saya juga kurang kepingin dengerin DP. > > Baru tertarik lagi waktu gillan & blackmore rujuk dan > > merilis single Wasted Sunsets. > > > > > > > > Track 01 Tune-Up > > > Track 02 Burn > > > Track 03 Lady Luck *** > > > Track 04 Love Child *** > > > Track 05 Gettin' Tighter *** > > > Track 06 Georgia On My Mind > > > Track 07 I Need Love *** > > > Track 08 Soldier Of Fortune ** > > > Track 09 Keyboard Solo > > > Track 10 Lazy * > > > Track 11 Drum Solo > > > Track 12 Lazy (Reprise) > > > > Ini album bootleg ya? > > Baru tau ada album ini. Sepertinya perlu dicoba. > > Terutama pengin denger lagi Padamu Negeri & > > Burung Kakatua versi the lord.. > > > > Georgia on My Mind, > > http://www.youtube.com/watch?v=UkkuYz5NqYo > > > > "terimakasih," kata huges waktu itu. > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
