Kisah yang anda lukiskan sangat mengasik kan,saya coba baca untuk beberapa
kali untuk dapat mengingat kembali peristiwa lama yang sudah berlalu.
kalau saya waktu itu memang sedang berada di istora,tiap seminggu dua hari
sepulang dari sekolah untuk mengikuti latihan berenang di club. Dolphin 
yang dipimpin oleh Om albert dari ambon.Team polo air.PON tahun tahun 60s.
beliau juga adalah karyawan Koni sepert biasa latihan dimulai pukul 2 siang
hingga pukul 4 sore,saya biasa nya kalau pulang selalu melewati pintu satu
lantas naik bus no 10 menuju blok A,tapi hari itu tidak tahu mengapa saya malah
menuju parkir timur banyak orang2 muda datang berlawanan arah dengan saya

Pikir saya orang2 ini mau nonton bola,doeloe kan PSSI sering undang group2 bola
dari luar negri main di senayan,seperti cruzero&atletiko meneiro dari 
brazil,bayren
liferkusen,bayren munich,dynamo moskow/dynamo tiblizi,queen park rangers 
ajaks amsterdam,psv eindhoven atau klub milik ahmet ertegun cosmos dll 
banyak lagi pernah uji coba di jakarta saya kira semua club bola dari 
eropa/latina
amerika pernah main dijakarta untuk mencoba kemampuan nya berlaga.

Akhir nya saya berbalik arah mengikuti orang2 tersebut sambil tanya2
rupanya ini hari ada pertunjukan akbar musik,rasanya ini pertama kali ada band
main dilapangan rumput sebelum nya ada pertunjukan matador juga lahardo
main di digelora senayan,dari percakapan2 itu saya menangkap sudah 
apa2 yang akan digelar malam itu,sewaktu memasuki pagar gelora
banyak orang2 yang datang hanya menungu saja tidak masuk seperti biasa 
penonton bola pada umum nya,ribuan orang muda itu hanya ber-kelompok2 
tidak ada yang memiliki tiket rupanya,hari semakin gelap swempak/cangcut 
dan handuk kecil basah yang biasa saya kenakan sudah kering ditangan,karena
kalau berenang saya tidak pernah membawa tas untuk menyimpan barang tsb
Cangcut&handuk basah saya peres kuat2/demek lalu saya lipat kecil 
dan saya kepit diketiak/dibawa seperti layak nya HP sekarang ini.

Lepas Maghrib, pintu VIP dibuka. Orang-orang kaya berbaris tertib 

memasuki tribun. Selama setengah jam penonton non-VIP dibiarkan 

terkatung-katung di luar stadion. Dan terjadilah apa yang harus terjadi. Pintu 
Merah yang langsung ke lapangan dijebol para 

mat rocker. Bule-bule miskin ikut berhamburan menyerbu kelas 

festival di depan panggung. 

+Anda sangat jeli sekali melihat situasi saat itu,dalam kekacauan itu saya 
terhempas
kearah pintu merah dan hanya beberapa hitungan 1 menit kaki saya sudah berada 
dilapangan rumput yang ditaruh kursi2 lipat warna hitam/merah sebagian 
beterbangan
disitu saya mengikuti arah larinya bule2 miskin&orang2 kaya indonesia yang sudah
berada disitu sebelum nya,mereka berlarian kearah panggung sayapun begitu pula
ada nya bisa nonton dari bibir panggung,itu waktu antara orang kaya dan miskin
sangat terlihat sekali bedanya dari pakain yang dikenakan hingga musik 
yang didengar kan


Situasi kacau tambah bersemangat karena teknisi terus membakar 

dengan Spirit In The Night selama soundcheck. Botol-botol 

berpindah tangan & mulut. Adegan kejar-kejaran antara polisi & 

gondrong menghiasi pemandangan. Beberapa gondrong digandeng 

polisi. Beberapa cewek ditandu petugas PMI. Butuh waktu cukup 

panjang untuk menenangkan keadaan. Itu sebabnya God Bless 

kehabisan waktu untuk tampil sebagai band pembuka di hari pertama. 

+Dihari kedua saya tidak lagi datang sendirian teman sekolah/teman sekampung 
saya ceritakan peristiwa kemaren malam kepada mereka,kita berangkat sama2
atur barisan rapat2 suasana tidak jauh berbeda dengan hari pertama
God bless akhir nya main juga,tapi sebelum main mereka melepas kan
mercon jangwe ke udara.untuk menandakan mereka main hari itu,seperti biasa nya
saya lagi2 bisa nonton dari bibir panggung


Selagi petugas sibuk memadamkan api di sektor balkon, lampu 

stadion meredup dan 5 bule gondrong itu akhirnya nongol juga di 

panggung dan lord mewakili teman-temannya menyapa "Apa Khabar?". Gegap gempita 
membahana. Histeria massal tak terbendung begitu 

lagu pertama digebrak, 
+Nanti saya lanjut kan lagi tulisan ini sambil mengingat suasana waktu itu
ingatan anda sangat luar biasa.

--- On Sat, 4/30/11, ajeg <[email protected]> wrote:

From: ajeg <[email protected]>
Subject: Re: [proletar] Zeppelin Say : the thought, the unthought and the 
unthinkable
To: [email protected]
Date: Saturday, April 30, 2011, 6:20 AM







 



  


    
      
      
      

--- Led Zeppelin <led.zeppelin31@...> wrote:



> Deep Purple: Jakarta On My Mind (1975)

> 

> http://youtu.be/3jRPhEWaSYk

> Deep Purple 

> Jakarta On My Mind [no label, 1CD]

> 

> Live at the Senyan Sports Stadium, Jakarta, Indonesia, December 4,

> 1975.

> 

> By the time Deep Purple released Burn and Stormbringer (both 1974), 

> Ian Gillan and Roger Glover had already left the band but some fans 

> still considered Burn to be a worthy successor to the earlier 

> albums. But in April 1975, Richie Blackmore too decided to move, 

> leaving Jon Lord (organ, piano) and Ian Paice (drums) from the 

> classic line up. If Blackmore wanted out, vocalist David Coverdale 

> managed to get guitarist Tommy Bolin into the group and Come Taste 

> The Band was released in November 1975. 

>

> Deep Purple played two dates in Jakarta in December 1975 promoting 

> Come Taste The Band. For the Mat Rockers there, it probably did not 

> matter who was in the line up, it's Deep Purple all the same. 



Sekitar pk 16 saya & geng berangkat ke Senayan dengan 

2 taksi. Jalan Sudirman lebih ramai dari biasa tapi 

tidak macet seperti sekarang. Di kolong Semanggi, 2 taksi 

penuh pemuda gondrong ini tiba-tiba disalib taksi lain 

yang ugal-ugalan. 



Sopir taksi yang saya naiki rupanya panas hati. Di saat 

tugas mengharuskan dia nggak bisa nonton "deparpel" eh 

tau-tau disalip taksi yang ugal-ugalan. Keki itu wajar. 



Maka dikejarnya taksi ugal-ugalan itu. Kawannya yang bawa 

taksi gondrong satunya ikut solider. Dalam sekejap, taksi 

ugal-ugalan itu sudah dalam himpitan 2 taksi gondrong. 



Selidik punya selidik, ajegile.. kecuali sang sopir, taksi 

ugal-ugalan itu ternyata ditumpangi 4 krempuan manis. 

Keliatannya mereka lagi bebopbelula dan minta sopir taksinya 

untuk "hit the road, jack!". Wajah-wajah manis itu celingukan 

dikepung kiri-kanan oleh 2 taksi yang penumpang-penumpangnya 

sudah pasti bikin mereka berdecak ajegile juga. 



Si manis di belakang kiri kasih tanda supaya kami membuka 

jendela lebih lebar. Melihat pertanda baik ini lantas saja Rio 

di belakang kanan turunkan kaca jendela dan naikkan kacamata 

hitam ke jidat memamerkan tampang kerasnya yang bisa dihias 

senyum. 



Tiba-tiba, si manis melempar sebutir rambutan, disusul satu 

lemparan lagi dari teman di sebelahnya. Mereka cekikikan meminta 

sopirnya tancap gas. Wahh..?? What a strange kind of girls... 

Kami berlima saling berpandangan, setuju menilai ini sebagai 

tantangan yang kudu dijawab. Kejar! 



Terjadilah kejar-kejaran di mana 2 taksi gondrong dihujani 

timpukan rambutan. Tepatnya, perang rambutan antar-penumpang 

belakang. Sebab, sesama penumpang depan terus berusaha menjalin 

percakapan seputar apakah ayah mereka tukang rambutan. "Iya. 

Kenapa?" Karena kalian tergila-gila pada rambut kami..... 



Di bundaran Senayan perpisahan itu terjadi. Para manis lurus 

ke arah Blok-M, para gondrong harus berputar menuju Stadion Utama. 



Nah, melalui posting ini barangsiapa ada yang punya kerabat, 

tante, atau mama, yang punya cerita seperti ini, tolong sampaikan salam Highway 
Star dari kami. 



http://www.youtube.com/watch?v=KgZSnAkQc4c



*



Lepas Maghrib, pintu VIP dibuka. Orang-orang kaya berbaris tertib 

memasuki tribun. Selama setengah jam penonton non-VIP dibiarkan 

terkatung-katung di luar stadion. Dan terjadilah apa yang harus terjadi. Pintu 
Merah yang langsung ke lapangan dijebol para 

mat rocker. Bule-bule miskin ikut berhamburan menyerbu kelas 

festival di depan panggung. 



Situasi kacau tambah bersemangat karena teknisi terus membakar 

dengan Spirit In The Night selama soundcheck. Botol-botol 

berpindah tangan & mulut. Adegan kejar-kejaran antara polisi & 

gondrong menghiasi pemandangan. Beberapa gondrong digandeng 

polisi. Beberapa cewek ditandu petugas PMI. Butuh waktu cukup 

panjang untuk menenangkan keadaan. Itu sebabnya God Bless 

kehabisan waktu untuk tampil sebagai band pembuka di hari pertama. 



Selagi petugas sibuk memadamkan api di sektor balkon, lampu 

stadion meredup dan 5 bule gondrong itu akhirnya nongol juga di 

panggung dan lord mewakili teman-temannya menyapa "Apa Khabar?". Gegap gempita 
membahana. Histeria massal tak terbendung begitu 

lagu pertama digebrak, 



burn 

http://www.youtube.com/watch?v=oPRUwjVXolI



Nggak bisa enggak, mereka harus mainkan lagu yang sudah dikenal 

mat rocker Indonesia kendati tanpa gillan & glover yang pemain 

asli lagu ini. Waktu menggoyang Senayan, vokal diambil alih 

hughes, bassist yang warna vokalnya justru lebih mendekati gillan 

ketimbang sang vokalis formasi Stadion Utama, coverdale. 



Selebihnya, orang lebih sibuk menarik botol & asap. Kurang 

bergairah dengan nomor-nomor asing yang ditawarkan promo tour 

album Come Taste The Band ini. Album yang paling ancur dari 

Deep Purple. 



Sejak itu saya juga kurang kepingin dengerin DP. 

Baru tertarik lagi waktu gillan & blackmore rujuk dan 

merilis single Wasted Sunsets.



> 

> Track 01 Tune-Up

> Track 02 Burn 

> Track 03 Lady Luck *** 

> Track 04 Love Child *** 

> Track 05 Gettin' Tighter *** 

> Track 06 Georgia On My Mind 

> Track 07 I Need Love *** 

> Track 08 Soldier Of Fortune ** 

> Track 09 Keyboard Solo 

> Track 10 Lazy * 

> Track 11 Drum Solo 

> Track 12 Lazy (Reprise) 



Ini album bootleg ya? 

Baru tau ada album ini. Sepertinya perlu dicoba. 

Terutama pengin denger lagi Padamu Negeri & 

Burung Kakatua versi the lord.. 



Georgia on My Mind, 

http://www.youtube.com/watch?v=UkkuYz5NqYo



"terimakasih," kata huges waktu itu. 





    
     

    
    


 



  





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke