Kalo ga salah, Rizal Ramli pernah bilang bhw ada orang yg dpt sekian dolar dr 
tiap barel minyak yg diimpor Indonesia. Siapa tuh yg dpt tu duit?





________________________________
From: sunny <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tue, June 7, 2011 6:57:29 PM
Subject: [proletar] Menteri BUMN Izinkan PLN Impor Gas untuk Tekan Biaya Listrik

   
Refleksi :
Impor gas? Harganya lebih murah dari produksi dalam negeri ataukah perut bumi 
Nusantara  sudah tidak lagi menghasilkan gas?

Pada pemerintahan Megawati diadakan kontrak expor LNG dari Teluk Bintuni di 
Papua, ke beberapa negara. Perinciannya tujuan adalah kurang lebih sebagai 
berikut : 


1) Terminal di Fujian  sebanyak 2,6 juta ton /tahun selama 25 tahun
2)  Korea 1,35 juta ton/ tahun  selama 20 tahun
3) Taiwan, Kaoshing ?
4)  USA dan Mexico  selama 20 tahun. 

Di Kalimantan, ada gas, di pp Neptuna, Sumatera (Aceh) , Jawa. dan sebentar 
lagi 
gas dari Saumlaki (Maluku),  Kemana semua ini pergi atau akan dipergikan dan 
harus impor?

Sebagi catatan ialah waktu Megawati sudah turun tachta dihebohkan media bahwa 
rezimnya mengkontrak gas ke Tiongkok dibawah harga pasar, jadi jual murah. 
Bagaimana hasil ributan itu rupanya diblack out menjadi rahasia negara 
kleptokratik.

Dirgahayu merdeka merdeka!

http://us.detikfinance.com/read/2011/06/07/074411/1654470/1034/menteri-bumn-izinkan-pln-impor-gas-untuk-tekan-biaya-listrik


Selasa, 07/06/2011 07:44 WIB

Menteri BUMN Izinkan PLN Impor Gas untuk Tekan Biaya Listrik 
Akhmad Nurismarsyah - detikFinance 

Jakarta - Biaya Produksi Penyediaan (BPP) listrik oleh PLN bisa ditekan lebih 
murah asal PLN sudah dapat pasokan gas yang cukup. Bahkan jika impor gas 
diperbolehkan jika memang harganya bisa lebih murah ketimbang membeli BBM.

Hal ini diutarakan oleh Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara), Mustafa 
Abubakar usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Jakarta, Senin 
malam (6/6/2011).

"Kalau memang tidak ada rencana menaikkan TDL (Tarif Dasar Listrik), jawaban 
satu-satunya adalah menyediakan gas," pungkasnya.

Dengan adanya pasokan gas, anggaran serta BPP dari PLN untuk listrik bisa turun 
drastis. Pemerintah juga telah memberikan lampu hijau untuk impor gas jika 
memang nantinya bisa mendapatkan harga yang lebih murah.

"Untuk kepastian pasokan gas, sudah mulai ada, seperti di Medan, ada 
kesanggupan 
sekian-sekian. Kita juga negosiasi terus. Kalau memang pasokannya masih jauh 
dari cukup, tidak menutup kemungkinan kita bawa (impor) dari luar, dari Qatar, 
Kuwait. Itu bisa saja, tidak ada yang larang. Kalau dari luar (gas dan 
harganya) 
masih lebih murah daripada beli BBM, itu bisa diurus secara B to B," terang 
Mustafa.

Menanggapi adanya asumsi naiknya subsidi listrik hingga Rp 18 triliun di 2012, 
Mustafa menyampaikan bahwa hal tersebut bisa terjadi jika TDL tidak naik, 
Margin 
listrik PLN masih belum berubah, dan masih menggunakan BBM.

"Sejauh ini dipesankan supaya PLN lakukan efisiensi baik itu menekan losses, 
BPP, dan sebagainya. Mereka mengupayakan secara maksimal. Namun ada batasnya, 
makanya satu-satunya jawaban adalah gas," timpal Mustafa.

Ia menilak, PLN masih bisa menggunakan batubara yang saat ini sedang tinggi 
harganya. Setidaknya langkah itu dapat mengurangi penggunaan BBM.

"Batubara juga ada peluang bagi PLN, yaitu dengan sistim gasification, tapi itu 
kan butuh step lagi. Kalau gas kan tidak," tanggapnya.

(nrs/qom) 

[Non-text portions of this message have been removed]


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke