Inilah yang dimaksud dengan "MARILAH KITA HABISKAN NKRI DENGAN SALING MEMBAGI 
BAGI ANTARA MEREKA PARA MAFIA" !
Dan rakyat tak tahu apa2 ini kok !
Tentara kita punya; polisi kita punya; asal jangan ketahuan, maka akan bereslah.
Para pakar ? Asal dokasoh KASUS segudang, biar bicara seharian; yang penting 
KASIH DUIT ! BERES !

Yang diluaran ? Usahakan untuk membicarakan tentang ISLAM ! Dan hujatlah ISLAM 
! Maka pembicaraan kearah kita ( Koruptor/Mafia ) akan sedikit sekali !


--- In [email protected], item abu <itemabu@...> wrote:
>
> Kalo ga salah, Rizal Ramli pernah bilang bhw ada orang yg dpt sekian dolar dr 
> tiap barel minyak yg diimpor Indonesia. Siapa tuh yg dpt tu duit?
> 
> 
> 
> 
> 
> ________________________________
> From: sunny <ambon@...>
> To: Undisclosed-Recipient@...
> Sent: Tue, June 7, 2011 6:57:29 PM
> Subject: [proletar] Menteri BUMN Izinkan PLN Impor Gas untuk Tekan Biaya 
> Listrik
> 
>    
> Refleksi :
> Impor gas? Harganya lebih murah dari produksi dalam negeri ataukah perut bumi 
> Nusantara  sudah tidak lagi menghasilkan gas?
> 
> Pada pemerintahan Megawati diadakan kontrak expor LNG dari Teluk Bintuni di 
> Papua, ke beberapa negara. Perinciannya tujuan adalah kurang lebih sebagai 
> berikut : 
> 
> 
> 1) Terminal di Fujian  sebanyak 2,6 juta ton /tahun selama 25 tahun
> 2)  Korea 1,35 juta ton/ tahun  selama 20 tahun
> 3) Taiwan, Kaoshing ?
> 4)  USA dan Mexico  selama 20 tahun. 
> 
> Di Kalimantan, ada gas, di pp Neptuna, Sumatera (Aceh) , Jawa. dan sebentar 
> lagi 
> gas dari Saumlaki (Maluku),  Kemana semua ini pergi atau akan dipergikan dan 
> harus impor?
> 
> Sebagi catatan ialah waktu Megawati sudah turun tachta dihebohkan media bahwa 
> rezimnya mengkontrak gas ke Tiongkok dibawah harga pasar, jadi jual murah. 
> Bagaimana hasil ributan itu rupanya diblack out menjadi rahasia negara 
> kleptokratik.
> 
> Dirgahayu merdeka merdeka!
> 
> http://us.detikfinance.com/read/2011/06/07/074411/1654470/1034/menteri-bumn-izinkan-pln-impor-gas-untuk-tekan-biaya-listrik
> 
> 
> Selasa, 07/06/2011 07:44 WIB
> 
> Menteri BUMN Izinkan PLN Impor Gas untuk Tekan Biaya Listrik 
> Akhmad Nurismarsyah - detikFinance 
> 
> Jakarta - Biaya Produksi Penyediaan (BPP) listrik oleh PLN bisa ditekan lebih 
> murah asal PLN sudah dapat pasokan gas yang cukup. Bahkan jika impor gas 
> diperbolehkan jika memang harganya bisa lebih murah ketimbang membeli BBM.
> 
> Hal ini diutarakan oleh Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara), Mustafa 
> Abubakar usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Jakarta, Senin 
> malam (6/6/2011).
> 
> "Kalau memang tidak ada rencana menaikkan TDL (Tarif Dasar Listrik), jawaban 
> satu-satunya adalah menyediakan gas," pungkasnya.
> 
> Dengan adanya pasokan gas, anggaran serta BPP dari PLN untuk listrik bisa 
> turun 
> drastis. Pemerintah juga telah memberikan lampu hijau untuk impor gas jika 
> memang nantinya bisa mendapatkan harga yang lebih murah.
> 
> "Untuk kepastian pasokan gas, sudah mulai ada, seperti di Medan, ada 
> kesanggupan 
> sekian-sekian. Kita juga negosiasi terus. Kalau memang pasokannya masih jauh 
> dari cukup, tidak menutup kemungkinan kita bawa (impor) dari luar, dari 
> Qatar, 
> Kuwait. Itu bisa saja, tidak ada yang larang. Kalau dari luar (gas dan 
> harganya) 
> masih lebih murah daripada beli BBM, itu bisa diurus secara B to B," terang 
> Mustafa.
> 
> Menanggapi adanya asumsi naiknya subsidi listrik hingga Rp 18 triliun di 
> 2012, 
> Mustafa menyampaikan bahwa hal tersebut bisa terjadi jika TDL tidak naik, 
> Margin 
> listrik PLN masih belum berubah, dan masih menggunakan BBM.
> 
> "Sejauh ini dipesankan supaya PLN lakukan efisiensi baik itu menekan losses, 
> BPP, dan sebagainya. Mereka mengupayakan secara maksimal. Namun ada batasnya, 
> makanya satu-satunya jawaban adalah gas," timpal Mustafa.
> 
> Ia menilak, PLN masih bisa menggunakan batubara yang saat ini sedang tinggi 
> harganya. Setidaknya langkah itu dapat mengurangi penggunaan BBM.
> 
> "Batubara juga ada peluang bagi PLN, yaitu dengan sistim gasification, tapi 
> itu 
> kan butuh step lagi. Kalau gas kan tidak," tanggapnya.
> 
> (nrs/qom) 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
>  
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke