Pergilah berobat ke psikiater Jusfiq hadjar.


Anda tahu anda sudah gila.



Terus menerus unjuk isi otak anda yang sudah rusak dan jadi busuk, nista lagi 
menjijikkan sungguh tidak ada gunanya.



Hanya psikiater yang bisa menolong anda.



Pergilah berobat.

--- Pada Jum, 1/7/11, Bukan Pedanda <[email protected]> menulis:

Dari: Bukan Pedanda <[email protected]>
Judul: Re: Bls: [proletar] Republika: Australia Bikin RUU Diskreditkan Minyak 
Sawit...Indonesia Kirim Nota
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 1 Juli, 2011, 7:42 PM







 



  


    
      
      
      

PAREWA  PAREWA ini jelas orang sakit jiwa. 



Menurut berita ini, penyusun rencana undang-undang itu berpendapt bahwa "lemak 
yang terkandung dalam minyak sawit lebih besar daripada minyak yang berasal 
dari tumbuhan/sayuran lainnya."



Apakah benar atau salah?



Berita itu tidak menjelaskan.



Dan kalaupun benar apakah alasan itu bisa dipakai untuk menyusun undang-udang 
itu?



Berita itu juga tidak menjelaskan.



Dan dari berita itu kita tidak tahu apakah pemerintah Indonesia membantah 
argumen penyusun rencana undang-undang itu.



Karena pemerintah Indonesia, di berita itu, terutama menjelaskan bahwa kelapa 
sawit lebih ramah lingkungan dari berbagai tumbuhan lain karena hasil minyak 
per hektar lebih  tinggi dari beberapa tumbuhan lain.  



Jadi, keterangan ini tidak membantah apa yang menjadi alasan pemerintah 
Australia.



Jadi, ada ketidak jelasan.



Selama tidak ada kejelasan, maka orang waras akan berusaha mencari kejelasan, 
atau menunggu berita selanjutnya hingga ada kejelasan sebelum mengambil 
kesimpulan.



Tapi PAREWA  PARWA yang memang gila langsung aja ambil kesimpulan.

  



--- In [email protected], PAREWA <parewa70@...> wrote:

>

> yak. Itulah antara lain kerjaan busuk negara2 barat yg mayoritas penduduknya 
> adalah nasarani

> 

> --- Pada Jum, 1/7/11, Bukan Pedanda <bukan.pedanda@...> menulis:

> 

> Dari: Bukan Pedanda <bukan.pedanda@...>

> Judul: [proletar] Republika: Australia Bikin RUU Diskreditkan Minyak 
> Sawit...Indonesia Kirim Nota

> Kepada: [email protected]

> Tanggal: Jumat, 1 Juli, 2011, 7:01 PM

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

>  

> 

> 

> 

>   

> 

> 

>     

>       

>       

>       

> 

>    

> 

> Antara

> 

> Australia Bikin RUU Diskreditkan Minyak Sawit...Indonesia Kirim Nota Keberatan

> 

> 

> 

> Australia Bikin RUU Diskreditkan Minyak Sawit...Indonesia Kirim Nota Keberatan

> 

> 

> 

> Friday, 01 July 2011 18:35 WIB

> 

> 

> 

> REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah Indonesia telah mengirimkan surat 
> keberatan terhadap RUU Food Standards Amendment di Australia yang dinilai 
> memberi kesan buruk terhadap minyak sawit sehingga dikhawatirkan dapat 
> mempengaruhi ekspor Indonesia.

> 

> 

> 

> "Kita telah menyampaikan bukti secara ilmiah bahwa kelapa sawit tidak lebih 
> jelek dibanding minyak lainnya," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar 
> Negeri Kementerian Perdagangan, Deddy Saleh, di Jakarta, Jumat.

> 

> 

> 

> Menurut Deddy, minyak sawit adalah jenis minyak yang jauh lebih ramah 
> lingkungan dan lebih berkelanjutan jika dibandingkan dengan minyak lainnya 
> seperti minyak dari rapeseed. Ia mengemukakan, satu hektare dapat digunakan 
> untuk menghasilkan 6.000 liter minyak sawit, sedangkan  rapeseed hanya 
> menghasilkan 1.190 liter per hektare.

> 

> 

> 

> Sementara minyak dari biji bunga matahari adalah sebanyak 952 liter per 
> hektare dan minyak dari biji kedelai hanya 446 liter per hektare.

> 

> Karenanya, menurut dia, minyak sawit dinilai merupakan salah satu solusi bagi 
> isu ketahanan pangan (food security) dan volatilitas harga pada bahan pangan 
> yang sedang dihadapi dunia global pada saat ini.

> 

> 

> 

> RUU Food Standards Amendment yang saat ini tengah dibahas secara intensif di 
> parlemen Australia disebut bersifat diskriminatif karena menuding dampak 
> kandungan minyak sawit terhadap kesehatan manusia.

> 

> 

> 

> RUU tersebut mengatakan, lemak yang terkandung dalam minyak sawit lebih besar 
> daripada minyak yang berasal dari tumbuhan/sayuran lainnya.

> 

> 

> 

> Deddy menegaskan, pemerintah Indonesia senantiasa memperjuangkan kepentingan 
> Indonesia di pasar internasional, termasuk ketika terdapat aturan suatu 
> negara yang diskriminatif terhadap produk Indonesia.

> 

> Saat ini, pemerintah Indonesia terus berusaha melakukan dialog dengan 
> pemerintah Australia agar ketentuan tersebut tidak diterapkan karena akan 
> menghambat ekspor minyak sawit Indonesia ke Australia.

> 

> Redaktur: Siwi Tri Puji B

> 

> Sumber: Antara

> 

> 

> 

> 

> 

>     

>      

> 

>     

>     

> 

> 

>  

> 

> 

> 

>   

> 

> 

> 

> 

> 

> [Non-text portions of this message have been removed]

>





    
     

    
    


 



  





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke